Rabu, 11 September 2019

KEWAJIBAN BERSIKAP IKHLAS DALAM IBADAH


KEWAJIBAN BERSIKAP IKHLAS DALAM IBADAH 

Oleh : Azwir B. Chaniago

 Apa makna ikhlas ?. Secara bahasa, ikhlas bermakna bersih dari segala sesuatu yang tidak baik dan menjadikan sesuatu bersih, tidak kotor. Maka orang yang ikhlas dalam beragama  adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang lain dan tidak riya ataupun ujub dan tak berharap pujian manusia dalam beramal.

Sedangkan secara istilah, ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Memurnikan niat dari segala sesuatu  yang bisa merusaknya. Diantara dalilnya adalah : 

(1) Firman Allah Ta’ala, surat al An’am 162  : 

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

Katakanlah : Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam.
  
(2) Firman Allah Ta’ala, surat Al-Bayyinah ayat 5  

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

Padahal mereka hanya  disuruh  menyembah Allah dengan ikhlas mentaati-Nya semata mata  karena (menjalankan) agama.

(3) Firman Allah Ta’ala, surat az Zumar 2  

فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ

Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya.
  
(4) Tentang kewajiban ikhlas karena Allah adalah juga sebagaimana yang disabdakan 
Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam. : “Inallaha yuqbalu minal ‘amali illa maa kaana lahu khaliisa wabtughiya bihi wajahuhu” Sesungguhnya Allah tidak menerima dari semua jenis amalan kecuali yang murni, ikhlas untuk_Nya dan untuk mencari wajah-Nya. (H.R Imam an Nasa’i, dishahihkan oleh Syaikh al Albani). 

Di zaman ini sungguh semakin banyak sarana yang bisa menggangu keikhlasan kita dalam beribadah. Diantaranya adalah alat komunikasi yang semakin canggih seperti android ataupun smartphone. Perhatikanlah beberapa tulisan ata gambar di WatsApp tentang sebagaian orang yang menyebutkan ibadah ibadahnya kepada publik pada hal ibadah itu BISA BAHKAN SANGAT BAIK UNTUK DISEMBUNYIKAN.

Diantaranya adalah ada tulisan yang dikirim melalui smartphone pada jam tiga malam mengajak orang lain untuk shalat tahajjud. Ajakan ini tentu sangat baik tetapi agak sulit untuk menghindari perasaan riya dan sum’ah.

Ada juga yang ketika melakukan ibadah umrah lalu berphoto di banyak tempat dan photo photo itu dikirim ke banyak group WatsApp. Bahkan ada photo ketika yang bersangkutan shalat dan berdoa di Masjidil Haram. Bisa jadi maksudnya memberi semangat kepada yang lain untuk juga berumrah. Tetapi agak sulit untuk  menjaga keikhlasan dalam hal ini.

Memang kita membutuhkan alat komunikasi berupa smartphone, ini adalah bagian dari nikmat Allah. Akan  tetapi kewajiban kita adalah menggunakannya dengan bijak sehingga bisa mendatangkan ridha Allah Ta’ala.   

Ketahuilah saudaraku. Sangatlah baik kalau kita mengetahui   beberapa tanda   keikhlasan seseorang dalam beribadah, diantaranya :

Pertama : Orang yang ikhlas selalu berusaha menyembunyikan amalnya sebagaimana seseorang menyembunyikan keburukannya. Setiap amal yang bisa disembunyikan pasti akan diusahakannya untuk menutupi karena khawatir dengan datangnya sifat  riya.

Dia tidak pernah membutuhkan pengakuan dirinya seperti sifat ujub. Apalagi pengakuan orang lain. Pujian ataupun celaan baginya sama saja. Malah jika ada orang memuji perbuatan atau amalnya maka dia akan semakin banyak memuji Allah Ta’ala.

Kedua : Tidak pernah puas dengan amal yang dilakukannya. Orang yang ikhlas hanya akan qana’ah atau merasa cukup terhadap urusan dunia meskipun dengan yang sedikit.
Tapi untuk urusan akhirat dia tidak pernah merasa kenyang. Masih terus merasa kurang. 
LIHATLAH KEHIDUPAN SAHABAT YANG SELALU MERASA CUKUP DENGAN RIZKINYA MESKIPUN SEDIKIT. TAPI UNTUK URUSAN AKHIRAT, AMAL SHALIH MEREKA TIDAK PERNAH KENYANG. Jadi jangan dibalik pemakaian kata qana’ah. Qana’ah itu untuk dunia bukan untuk akhirat.

Ketiga : Orang yang ikhlas beramal  pada saat kesendiriannya lebih baik daripada di keramaian. Inilah ciri khas yang ada pada orang yang ikhlas. Amal terbaiknya akan dilakukan pada saat sendiri tidak ada yang melihat kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. 
Dia betul betul sudah merasa sangat puas jika yang menyaksikan amalnya hanya Allah Ta’ala saja.

Keempat : Orang yang iklhas dalam beribadah tidak pernah menghitung hitung kebaikan apa yang telah diperbuatnya. Apapun kebaikan yang pernah dilakukannya maka dia akan berusaha melupakannya. Orang bijak berkata : Jika engkau telah melakukan kebaikan maka buanglah kelaut. Maksudnya tidak diingat ingat lagi sehingga akan merusak keikhlasan.

Kelima : Orang yang ikhlas dalam beribadah tidak mau mencari keuntungan dunia berupa materi, pujian, popularitas ataupun fasilitas terhadap amal ibadah atau kebaikan yang dilakukannya. Dia  berharap ridha dan pahala dari Allah semata.

Keenam : Orang yang ikhlas dalam beribadah biasanya tidak mempan dizhalimi. Kezhaliman seperti apapun tidak akan membuatnya merasa tersiksa karena dia hanya bersandar kepada Allah tidak kepada yang lain.

Bahkan ketika dia dizhalimi misalnya diolok olok, dighibah, bahkan dihina akan membuat imannya semakin kokoh. Kenapa, karena dia selalu  mengambil sikap yang terpuji yaitu bersabar dan bersyukur pada setiap keadaan.

Oleh karena itu orang orang beriman akan senantiasa menjaga keikhlasannya dalam beribadah karena ikhlas adalah salah satu syarat diterimanya amal ibadah disamping ittiba’ kepada Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.757).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar