Minggu, 22 September 2019

MAU DITEMANI MALAIKAT ATAU SYAITHAN DIPERJALANAN ??


MAU DITEMANI MALAIKAT ATAU SYAITHAN DI PERJALANAN ??
 
Oleh : Azwir B. Chaniago

Semua orang ada waktunya perlu keluar rumah, melakukan perjalanan atau bersafar untuk berbagai keperluan. Ketahuilah  bahwa dalam perjalanan MAU TIDAK MAU kita akan ditemani oleh SALAH SATU dari dua makhluk ghaib yaitu MALAIKAT ATAU SYAITHAN.

Tetapi ketahuilah bahwa hakikatnya kita bisa memilih siapa yang akan kita jadikan teman  dalam setiap perjalanan atau safar yang kita lakukan. Malaikatkah atau syaithankah ?.

Sebelumnya,  ada baiknya kita ketahui lebih dahulu beberapa sifat atau karakter DUA CALON TEMAN  DIPERJALANAN dimaksud. Diantaranya :

Pertama : Malaikat melakukan banyak kebaikan bagi orang orang beriman, Diantaranya adalah :

(1) Malaikat mencintai orang orang beriman.

Rasulullah bersabda : Sesungguhnya Allah bila mencintai seorang hamba Dia menyeru Jibril (seraya berfirman), sesungguhnya Allah mencintai Fulan maka cintailah dia, lalu malaikat Jibril mencintainya. Kemudian Jibril menyeru di langit, Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah dia.  Lalu penduduk langit mencintainya dan ditetapkan bahwa ia diterima di bumi. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

(2) Malaikat memohonkan ampun bagi orang beriman.

Allah Ta’ala berfirman :

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

(Malaikat malaikat) yang memikul ‘Arsy dan (malaikat) yang berada disekelilingnya bertasbih dengan memuji Rabb-nya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampun untuk orang orang yang beriman (seraya berkata), Ya Rabb kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampun kepada orang orang yang bertaubat dan mengikuti jalan (agama)-Mu dan peliharalah mereka dari adzab neraka.  (Q.S al Ghafir 7).

(3) Malaikat mendoakan orang yang tidur dalam keadaan suci.

Salah satu kebaikan malaikat terhadap orang orang beriman adalah mendoakannya yaitu sebagaimana dijelaskan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau :

مَنْ بَاتَ طَاهِرًا، بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ، فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلَانٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا

Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa : Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci. (H.R Ibnu Hibban). 

Kedua : Syaithan terus menerus berbuat buruk kepada orang orang beriman, Diantaranya :

(1) Syaithan adalah teman yang paling jahat.

Allah Ta’ala berfirman : 

وَمَنْ يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِينًا فَسَاءَ قَرِينًا

Barangsiapa yang menjadikan syaithan sebagai temannya maka (ketahuilah) dia (syaithan itu) adalah teman yang sangat jahat. (Q.S an Nisa’ 38). 

(2) Syaithan berusaha menyesatkan.

Allah Ta’ala berfirman : 

وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا

Dan syaithan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh jauhnya. (Q.S an Nisa’ 60) 

(3) Syaithan adalah musuh yang nyata. 

Allah Ta’ala berfirman : 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Wahai orang orang yang beriman !. Masuklah kedalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kamu ikuti langkah langkah syaithan. Sungguh dia musuh yang nyata bagimu.(Q.S al Baqarah 208).

Dengan penjelasan tentang sifat atau karakter kedua makhluk ini maka orang orang beriman PASTILAH TAK AKAN MEMILIH SYAITHAN sebagai teman apalagi dalam perjalanan karena tak ada sedikitpun kebaikan padanya. Jadi memilih malaikat sebagai teman akan mendatangkan banyak manfaat dan memilih syaithan pastilah banyak kerugian dan kesengsaraan.

Lalu datang pertanyaan, adakah cara untuk mendapatkan atau mengajak malaikat sebagai teman di perjalanan ?. Ada, sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam  yaitu dengan cara MEMPERBANYAK DZIKIR dalam perjalanan. 

Satu hadits dari Uqbah bin Amir, dia berkata : Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

ما من راكب يخلو في مسيره بالله وذكره، إلا كان رِدفه مَلَكٌ، ولا يخلو بشعرٍ ونحوه إلا كان رِدفه شيطانٌ

Tidaklah seorang pengendara dalam perjalanannya karena Allah dan DISERTAI DENGAN DZIKIR,  kecuali MALAIKATLAH YANG MENJADI TEMAN PERJALANANNYA. Dan tidaklah ada pengendara yang dalam perjalanannya disertai dengan sya’ir (nyanyian) dan semisalnya (termasuk musik), kecuali syaithanlah yang menjadi teman perjalanannya. (H.R at Thabrani)   

Ketahuilah bahwa dzikir dapat mengusir syaithan dan melindungi orang yang berdzikir darinya.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَآمُرُكُمْ أَنْ تَذْكُرُوا اللَّهَ فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ خَرَجَ الْعَدُوُّ فِي أَثَرِهِ سِرَاعًا حَتَّى إِذَا أَتَى عَلَى حِصْنٍ حَصِينٍ فَأَحْرَزَ نَفْسَهُ مِنْهُمْ كَذَلِكَ الْعَبْدُ لَا يُحْرِزُ نَفْسَهُ مِنْ الشَّيْطَانِ إِلَّا بِذِكْرِ اللَّهِ

Dan aku memerintahkan kalian untuk banyak berdzikir kepada Allah. Permisalannya itu, seperti seseorang yang dikejar-kejar musuh, lalu ia mendatangi benteng yang kokoh dan berlindung di dalamnya. Demikianlah seorang hamba, tidak dapat melindungi dirinya dari syaithan, kecuali dengan dzikir kepada Allah (H.R Imam Ahmad).

Sungguh perjalanan yang ditemani malaikat akan sangat menyenangkan dan terhindar dari gangguan syaithan.

Selain  memperbanyak dzikir dalam perjalanan juga SANGAT DIANJURKAN MEMBACA DZIKIR ATAU DOA SEBELUM KELUAR RUMAH ketika hendak bepergian. Beliau Salallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Barangsiapa yang ketika keluar rumah membaca :

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi, walaa haula wala quwwwata illa billah (Dengan nama Allah aku berserah diri kepada-Nya, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya) maka Malaikat akan berkata  kepadanya, (Sungguh) engkau telah diberi petunjuk (oleh Allah), dicukupkan (dalam segala keperluanmu) dan dijaga (dari semua keburukan) sehingga syaithan pun tidak bisa mendekatinya.

Dan syaithan yang lain berkata kepada temannya : Bagaimana (mungkin) kamu bisa (mencelakakan) seorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga (oleh Allah). H.R at Tirmidzi  dan Abu Daud, dishahihkan oleh Syaikh al Albani.

Oleh karena seorang hamba akan senantiasa berdzikir pada saat akan keluar rumah dan juga banyak berdzikir dalam perjalanannya. Dengan demikian malaikat akan menemani perjalanannya. Insya Allah ada manfaat bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.769)     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar