Senin, 07 Mei 2018

UJIAN KEPADA RASULULLAH TERNYATA SANGATLAH BERAT


UJIAN KEPADA RASULULLAH TERNYATA SANGATLAH BERAT

Oleh : Azwir B. Chaniago

Ada yang bertanya : Kenapa ya, belakangan ini ujian dan cobaan selalu mendatangi diri saya ataupun keluarga dan harta saya. Pada hal saya terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Saya terus berusaha menjaga ketaatan dan menjauh dari apa yang dilarang Allah Ta’ala.  

Ketahuilah bahwa bisa jadi ujian atau cobaan itu adalah karena Allah mencintai engkau. Perhatikanlah sabda Rasulullah berikut ini. “Idza ahabballahu qauman abtalaahum faman shabara fa lahush shabru, wa man haraja fa lahul haraju”. Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka kesabaran itu untuknya. Dan barang siapa melakukan kesalahan (dosa) maka kesalahan itu untuknya. (H.R Imam Ahmad). 

Ternyata ujian atau cobaan yang didatangkan kepada  para Nabi dan Rasul jauh lebih berat daripada yang selainnya. Ini adalah sebagaimana dijelaskan Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam dalam sabda beliau :

عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلَاءً؟ قَالَ: «الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ، فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلَاؤُهُ، وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَمَا يَبْرَحُ البَلَاءُ بِالعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ

Dari Mus’ab dari Sa’ad dari bapaknya, aku berkata: Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berat ujiannya ?. Kata beliau: Para Nabi, kemudian yang semisal mereka dan yang semisal mereka. Dan seseorang diuji sesuai dengan kadar dien (keimanannya). Apabila diennya kokoh, maka berat pula ujian yang dirasakannya; kalau diennya lemah, dia diuji sesuai dengan kadar diennya. Dan seseorang akan senantiasa ditimpa ujian demi ujian hingga dia dilepaskan berjalan di muka bumi dalam keadaan tidak mempunyai dosa. (H.R at Tirmidzi no.2398, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Kita mengetahui betapa berat dan banyaknya ujian atau cobaan yang menimpa Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam, dalam menjalani kehidupan dan dakwah beliau. Diantaranya adalah dimusuhi, diusir dari negerinya dan diperangi oleh kaumnya. Pada masa awal beliau berdakwah, beliau dituduh sebagai penyair bahkan dituduh sebagai orang gila, dilempari kotoran dan batu.

Ujian yang tidak kurang beratnya yang mendatangi Rasulullah adalah Allah Ta’ala mentakdirkan banyaknya keluarga beliau yang  wafat mendahului beliau yaitu istri yang dicintai dan anak anak yang disayangi.

Pertama : Wafatnya Khadijah binti Khuwailid.
Khadijah adalah  istri pertama beliau. Beliau nikah dengan Khadijah sebelum diangkat sebagai Nabi. Khadijah menemani beliau, berjihad bersama Nabi semenjak awal di angkatnya beliau sebagai Nabi. Khadijah selalu siap berjihad dengan harta dan jiwanya untuk menegakkan  Islam yang mulia ini.

Diantara keutamaan Khadijah adalah bahwa dialah orang paling pertama yang memeluk Islam yang dibawa oleh Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasalam. Dialah yang pertama beriman kepada Allah Ta’ala dan Muhammad Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam.

Tetapi ujian mendatangi Nabi. Wanita yang dicintai Nabi ini wafat lebih dahulu dari beliau yaitu pada tahun 10 kenabian. Khadijah wafat dalam usia 65 tahun dan masa pernikahan dengan Nabi lebih kurang 25 tahun. Sungguh kita tidak bisa membayangkan bagaimana bersedihnya Nabi dengan wafatnya Khadijah, istri tercinta beliau.

Kedua : Wafatnya anak anak beliau.
Ketahuilah bahwa beliau memiliki tujuh orang anak yaitu tiga laki laki dan 4 perempuan. Merupakan ujian yang berat pula bagi Rasulullah adalah dari tujuh putra putri beliau hanya Fatimah yang wafat setelah wafatnya Nabi yaitu 6 bulan kemudian.

Wafatnya putra putra beliau : Ini sungguh merupakan ujian yang berat buat beliau. Betapa tidak, karena semua putra beliau wafat ketika masih kecil : (1) Putra  beliau Al Qashim, wafat dalam usia dua tahun. (2) Putra beliau Abdullah disebut juga dengan ath Thaiyib atau ath Thahir wafat sebelum berusia dua tahun. (3) Putra beliau, yaitu Ibrahim, wafat dalam usia tujuh belas bulan. 

Putri putri beliau (1) Putri pertama Zainab, sudah menikah dan wafat pada umur  28 tahun. (2) Putri kedua Ruqaiyah, sudah menikah dan wafat pada umur 21 tahun. (3) Putri ketiga, sudah menikah dan wafat pada umur 27 tahun.  Semuanya wafat ketika masih sangat muda.
     
Begitulah ujian ataupun cobaan yang berat mendatangi Rasulullah. Pada hal kita mengetahui bahwa  Allah Ta’ala sangat menyayangi beliau sehingga beliau mendapat gelar Khalilullah, derajat yang lebih tinggi dari Habibullah, yaitu sebagaimana sabda beliau :
"Sesungguhnya Allah telah menjadikanku seorang Khalil seperti halnya Dia menjadikan Ibrahim sebagai khalil". (Diriwayatkan Ibnu Majah).

Oleh karena itu hamba hamba Allah yang sekiranya mendapat ujian, maka ketahuilah bahwa ujian kepada Nabi dan orang orang shalih jauh lebih berat dari  ujian kepada kita.
Insya Allah ada manfaatnya untuk kita semua. Wallahu A’lam. (1.293)

 












Tidak ada komentar:

Posting Komentar