Jumat, 25 Mei 2018

JAGA SHAUM RAMADHAN AGAR DAPAT PREDIKAT TAKWA


JAGA SHAUM RAMADHAN AGAR DAPAT PREDIKAT TAKWA

Oleh : Azwir B. Chaniago

Diantara kita ada yang sudah bertemu dengan bulan Ramadhan dan melaksanakan shaum  10 , 20, 40 kali bahkan ada yang lebih dari itu. Tentu kita berharap kepada Allah Ta’ala agar puasa Ramadhan yang telah kita lalui bernilai disisi-Nya dan mendapat predikat takwa karena tujuan utama dari perintah puasa adalah menjadi orang bertakwa. 

Allah berfirman : 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Wahai orang-orang yang beriman.  Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Q.S al Baqarah 183).

Ujung ayat ini menyebutkan : La’allakum tattaqun, mudah mudahan (dengan puasa Ramadhan) engkau menjadi orang bertakwa. Kita mengetahui bahwa KATA LA’ALLA terjemahannya dalam bahasa kita adalah MUDAH MUDAHAN yang bermakna BISA DAPAT (TAKWA) BISA PULA TIDAK DAPAT, meskipun seseorang itu secara zhahir melaksanakan ibadah puasa. 

Dalam hal ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam TELAH MENGINGATKAN UMATNYA dalam sabda beliau :

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga. (H.R ath Thabrani)

Sungguh orang yang hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja adalah orang yang sangat merugi. Kenapa hal ini bisa terjadi ?. Diantaranya adalah sebagaimana  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari 
 
Oleh karena itu seorang hamba akan selalu menjaga segala sesuatu yang bisa merusak amalan puasa. Selain itu adalah  memaksimalkan waktu kita di bulan Ramadhan ini dengan hal-hal yang sifatnya ibadah.  Diantaranya adalah dengan banyak membaca al Qur an, berdzikir,  bersedekah, menghadiri majlis ilmu, shalat tarawih dan bersungguh sungguh mencari lailatul qadar serta ibadah lainnya.

Dengan menjaga puasa dari hal yang mengurangi nilainya serta mengisi Ramadhan dengan berbagai ibadah maka insya Allah kita bisa mendapat predikat takwa. 

Ketahuilah bahwa takwa itu haruslah menjadi tujuan utama kita karena sungguh surga itu disediakan untuk orang yang bertakwa. Allah berfirman :

۞ وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rab-mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Q.S Ali Imran 133). 

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.310)








Tidak ada komentar:

Posting Komentar