Selasa, 22 Mei 2018

KEINGINAN MENCARI RIDHA MANUSIA TAK AKAN PERNAH TERCAPAI


KEINGINAN MENCARI RIDHA MANUSIA 
TAK AKAN PERNAH TERCAPAI

Oleh : Azwir B. Chaniago

Ketika akan berbicara atau melakukan sesuatu apakah itu perkara mubah apalagi dalam ibadah, sebagian orang terkadang berfikir BAGAIMANA KATA ORANG. Kalau saya lakukan ini kan gak enak sama tetangga, gak enak sama teman dan yang lainnya. Mereka tentu tak suka dan tak ridha. 

Ketahuilah bahwa pada hakikatnya  kita tidak diperintahkan untuk mencari ridha manusia tapi kita diperintahkan untuk senantiasa mencari keridhaan Allah dan Rasul-Nya sebagaimana firman Allah  :

وَاللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَقُّ أَنْ يُرْضُوهُ إِنْ كَانُوا مُؤْمِنِينَ

Pada hal Allah dan Rasul-Nya lebih pantas mereka mencari keridhaan-Nya. (Q.S at Taubah 62)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ أَرْضَى النَّاسَ بِسَخَطِ اللهِ وَكَلَهُ اللهُ إِلَى النَّاسِ وَمَنْ أَسْخَطَ النَّاسَ بِرِضَا اللهِ كَفَاهُ اللهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ

Barangsiapa mencari keridhaan manusia dengan membuat Allah murka, maka ia diserahkan oleh Allah kepada manusia. Dan barangsiapa membuat manusia murka dengan keridhaan Allah, maka Allah akan mencukupinya dari kejahatan manusia. (H.R Ibnu Hibban no.277).

Para ulama juga mengingatkan kita bahwa ridha semua manusia adalah suatu yang tak mungkin dicapai. Jadi sangat dianjurkan untuk tidak menjadikannya sebagai landasan utama dalam melakukan sesuatu. Perhatikanlah nasehat berikut ini :

Pertama : Imam Syafi’i rahimahullah. 

Beliau berkata : Ridha semua manusia adalah tujuan yang tidak mungkin dicapai, tidak ada jalan untuk selamat dari omongan orang. Maka lihatlah kebaikan hatimu, peganglah dan biarkan manusia berbicara sekehendak mereka.
(Manaqib Imam Syafi’i  oleh al Aburri dan  Hilyatul Auliya’ oleh Abu Nu’aim).

Kedua : Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah.

Beliau  mengingatkan kita  tentang hal ini. Beliau berkata :  Betapa banyak orang yang tatkala mengambil tindakan dan keputusan maka yang menjadi pertimbangan utama adalah sikap manusia kepadanya, apakah mereka akan ridha dengan keputusannya ataukah tidak.

Ketiga : Syaikh Thanthawi Grand Syaikh al Azhar asy Syarif.  

Beliau memberi lima nasehat yang sangat berharga pula bagi kita. Beliau mengatakan : (1) Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yg tidak mengenal kita. (2) Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang memahami kita. (3) Kita istimewa dalam penglihatan orang-orang yang mencintai kita. (4) Kita adalah pribadi yg menjengkelkan bagi orang yang penuh kedengkian. (5) Kita adalah orang-orang jahat di dalam tatapan orang-orang yang iri.

Selanjutnya (kata beliau) : Setiap orang memiliki pandangannya masing masing, maka tak perlu berlelah lelah agar tampak baik di mata orang lain. Cukuplah dengan ridha Allah bagi kita, sungguh mencari ridha manusia adalah tujuan yang tak kan pernah tercapai. Sedangkan Ridha Allah, tujuan yang bisa sampai, Maka tinggalkan segala upaya mencari keridhaan manusia, dan fokus saja pada ridha Allah.

Oleh karena itu maka seorang hamba tetaplah tegar berbicara atau berbuat sesuatu jika itu  akan mendatangkan ridha Allah meskipun sebagian manusia tak menyukai atau tak ridha kepadanya.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.307).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar