Senin, 07 Mei 2018

ORANG SHALIH MENAMBAH KEMULIAANNNYA DENGAN SHALAT LAIL


ORANG SHALIH MENAMBAH KEMULIAANNYA 
DENGAN SHALAT LAIL

Oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh Allah Ta’ala memuji hamba hamba-Nya yang senantiasa melaksanakan shalat lail, sebagaimana firman-Nya :

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka  berdoa kepada Rabb-nya dengan rasa takut dan penuh harap dan mereka menginfakkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. (Q.S as Sajdah 16).

Syaikh as Sa’di berkata : (Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya), maksudnya, punggung mereka jauh dan tidak betah dari tempat tidurnya yang empuk. Mereka beralih kepada sesuatu yang lebih lezat darinya dan lebih mereka cintai yaitu shalat dikeheningan malam dan bermunajat kepada Allah Ta’ala. (Tafsir Taisir Karimir Rahman)

Allah berfirman : 

كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ
وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam. Dan pada akhir malam mereka memohon ampun. (Q.S adz Dzaariat 17-18)

Sungguh kemuliaan seorang mukmin itu ada pada shalat malamnya. Rasulullah bersabda :

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ ، قَالَ : جَاءَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : يَا مُحَمَّدُ ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ ، وَأَحْبِبْ مَنْ أَحْبَبْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ ثُمَّ قَالَ : يَا مُحَمَّدُ شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُ اللَّيْلِ وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ.

Dari Sahl bin Sa’d berkata, Jibril alaihissalam datang kepada Nabi Salallahu ‘alaihi wa Sallam lalu berkata : Wahai Muhammad, hiduplah engkau semaumu sebab engkau akan mati. Cintailah siapapun yang engkau cintai karena engkau akan meninggalkannya. Kerjakanlah apapun yang engkau mau sebab engkau akan dibalas dengannya. Kemudian dia memberi nasehat : Wahai Muhammad, Kemuliaan orang beriman adalah dengan qiyamullail, dan ‘izzahnya (gagah) adalah jika ia menahan diri dari meminta kepada orang. (H.R al Hakim).

Oleh karena itu, orang shalih selalu menambah kemuliaannya dengan beribadah di malam hari. Mereka dengan sungguh sungguh dan istiqamah melaksanakannya karena ingin mendapat kemuliaan dan keutamaannya yang banyak. 

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim disebutkan bahwa Rasulullah shalallahu Alaihi Wassalam  bersabda :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم: أي الصلاة أفضل بعد المكتوبة؟ قال: (الصلاة في جوف الليل

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya, Shalat apakah yang paling utama setelah shalat fardhu  ?. Beliau  menjawab: Shalat yang paling utama  setelah shalat fardhu adalah shalat (sunnah) di tengah malam.

Imam Hasan al Bashri berkata : Saya tidak pernah melihat ibadah yang lebih utama selain shalat di tengah malam. Ketika ditanya : Mengapa orang orang yang mengerjakan shalat tahajud tampak lebih mulia ?. Hasan al Bashri menjawab : Karena mereka menyendiri dengan Allah sehingga mereka (lebih utama dalam) mendapat petunjuk dari Allah Ta’ala.

Jadi, orang orang shalih terus bersemangat untuk melaksanakan shalat lail ini. Lihatlah bagaimana kesungguhan  sahabat dengan shalat malamnya diantaranya adalah sebagaimana yang dikabarkan oleh Abu Utsman an Nahdi. Dia berkata : Aku pernah bertamu pada Abu Hurairah beberapa hari. Aku lihat Abu Hurairah, istrinya dan pembantunya senantiasa membagi malam menjadi tiga untuk shalat. Apabila yang satu telah shalat lalu membangunkan yang lain. (Kitab Hilyatul Auliyaa’).

Dengan pembagian itu maka rumah Abu Hurairah  selalu dihiasi dengan shalat malam secara bergantian semenjak selesai shalat Isya sampai shalat Shubuh. 

Selanjutnya adalah tentang shalat malam Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz. Beliau adalah seorang Ulama besar, bekas Rektor Universitas Islam Madinah dan bekas Mufti Besar Kerajaan Saudi Arabia. Dalam kitab Akhlak dan Keutamaan Syaikh bin Baz disebutkan bahwa  Ahmad salah seorang anak dari Syaikh bin Baz berkata : Semenjak aku mengenal ayahku, beliau selalu bangun satu jam sebelum subuh dan beliau selalu shalat malam 11 rakaat. 
 
Semoga Allah Ta’ala memberi kita kekuatan untuk istiqamah melaksanakan shalat lail. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.294)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar