Minggu, 06 Mei 2018

MENDAPAT JALAN KELUAR DENGAN BERTAKWA


MENDAPAT JALAN KELUAR DENGAN BERTAKWA

Oleh : Azwir B. Chaniago

Dalam menjalani kehidupan di dunia, manusia sering menghadapi berbagai kesulitan baik dalam urusan diri, keluarga dan hartanya. Itulah ujian atau cobaan yang Allah tetapkan bagi orang orang beriman. Allah berfirman : 

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi ?.

Rasulullah bersabda :  “Matsalul mu’mini kamatsaliz zar’i, laatazaalur riihu tamiiluhu, walaa yazaalul mu’minu yushiibuhul bala’. Perumpamaan seorang mu’min tak ubahnya seperti tanaman, angin akan selalu meniupnya, ia akan selalu mendapat cobaan (H.R Imam Muslim)

Oleh karena itu seorang hamba hendaklah senantasa menjaga ketakwaannya kepada Allah Ta’ala. Jika seorang hamba bertakwa maka  Allah Ta’ala  akan memberikan jalan keluar atas masalah, kesulitan atau ujian yang datang kepadanya. Allah Ta’ala berfirman :

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا   

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. (Q.S ath Thalaq 2).
 
Dalam ayat ini paling tidak ada dua perkara penting yang disebutkan yaitu : TAKWA SEBAGAI SYARAT dan JALAN KELUAR YANG AKAN DIBERIKAN.

Pertama : Tentang takwa, ada beberapa penjelasan, diantaranya : 

(1) Ibnu Mas’ud berkata  bahwa bertakwa dengan sebenar benar takwa adalah : (a) Taat kepada Allah dan tidak bermaksiat. (b) Ingat kepada-Nya dan tidak lupa. (c) Bersyukur kepada-Nya, tidak kufur. Inilah takwa. 

(2) Imam Ibnul Qayyim berkata : Hakikat takwa ialah melakukan ketaatan kepada Allah dilandasi keimanan dan mengharapkan pahalanya karena ada perintah dan larangan sehingga seseorang melakukan perintah dengan mengimani Dzat yang memerintah dan membenarkan janjinya. Dan ia meninggalkan apa yang Allah larang baginya dengan mengimani Dzat yang melarangnya dan takut terhadap ancamannya.

Kedua : Tentang jalan keluar yang akan diberikan Allah Ta’ala.

Abdullah ibnu Mas'ud mengatakan bahwa sesungguhnya : (1) Ayat yang paling global dalam Al-Qur'an adalah firman Allah Ta’ala  : Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan. (Q.S an Nahl 90) dan (2) Ayat yang paling besar mengandung jalan keluar dalam Al-Qur'an adalah firman Allah Ta’ala : Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan  keluar baginya. (Q.S ath Thalaq 2)

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (Ath-Thalaq: 2) Bahwa Allah akan menyelamatkannya dari setiap kesusahan di dunia dan akhirat.

Ar-Rabi' ibnu Khaisam telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya : niscaya Dia akan mengadakan  jalan keluar baginya.  Maksudnya, jalan keluar dari setiap perkara yang menyempitkannya, yakni menyusahkannya.

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan  jalan keluar baginya. Yaitu dari semua kesulitan urusannya dan kesusahan di saat menjelang kematiannya.

As Saddi mengatakan bahwa seorang lelaki dari kalangan sahabat Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam, dikenal dengan nama Auf ibnu Malik al Asyja'i mempunyai seorang putra yang tertawan di kalangan kaum musyrik. Dan anaknya itu berada di tangan kaum musyrik, sedangkan ayahnya selalu mendatangi Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam mengadukan nasib yang dialami oleh putranya itu dan juga tentang kemiskinan yang menimpa dirinya.

Dan Rasulullah Salallahu ‘alahi wa Sallam selalu menganjurkan kepadanya untuk bersabar menghadapi semua musibah itu dan bersabda kepadanya : Sesungguhnya Allah akan menjadikan bagimu jalan keluar. Tidak lama kemudian ternyata putranya itu dapat meloloskan diri dari tangan musuh dan melarikan diri. Pada saat melarikan  dia bertemu dengan iringan ternak kambing milik musuhnya. Lalu dia menggiring ternak kambing itu dan pulang ke rumah ayahnya dengan membawa ternak kambing hasil jarahannya. Lalu diturunkanlah ayat  berkenaan dengan peristiwa ini, yaitu firman-Nya :

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan  jalan keluar baginya, Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (Q.S ath Thalaq  2-3)

Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir.

Diriwayatkan pula kisah  semisal bahwa  kaum musyrikin telah menangkap dan mengikat anak Malik al Asyja’i itu pada sebuah tiang, lalu tiang itu roboh dan ia dapat melepaskan diri dari ikatannya. Maka ia keluar melarikan diri. Tiba-tiba ia menjumpai seekor unta milik kaum musyrikin (yang mengikatnya). Maka dia langsung menaikinya dan memacunya. Ketika di tengah jalan ia menjumpai sekumpulan ternak yang banyak jumlahnya milik kaum yang telah menawannya dan yang telah mengikatnya. Lalu ia menggiring ternak unta itu hingga semua ternak unta lari mengikutinya tanpa ada seekor untapun yang tertinggal.

Tiada yang mengejutkan kedua orang tuanya kecuali seruan anaknya di depan pintu rumah mereka. Maka ayahnya berkata : Dia Auf, demi Rabb yang memiliki Ka'bah. Dan ibunya berkata : Waduh, hebatnya si Auf, padahal dia telah diikat pada tiang oleh musuhnya. Lalu keduanya berebutan menuju ke pintu rumah dan juga pelayan keduanya.  Tiba-tiba mereka melihat Auf telah datang dengan membawa ternak unta yang memenuhi halaman rumah mereka.

Kemudian Auf menceritakan kepada kedua orang tuanya nasib yang dialaminya dan perihal ternak unta yang dibawanya itu. Maka ayahnya berkata : Tahanlah sikapmu berdua, aku akan menghadap terlebih dahulu kepada Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam untuk menanyakan apa yang harus kita lakukan dengan ternak unta ini.

Ayahnya datang menghadap kepada Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam., lalu menceritakan kepada beliau perihal berita tentang Auf anaknya dan ternak unta yang dibawanya.

Maka Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam  bersabda: Berbuatlah sesuka hatimu dengan ternak unta itu, ternak unta itu sekarang telah menjadi milikmu. Lalu turunlah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. yang mengatakan : Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan  jalan keluar baginya, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (Q.S ath Thalaq 2-3). Lihat Tafsir Ibnu Katsir dengan diringkas.

Demikianlah firman Allah Ta’ala yang wajib menjadi perhatian dan pegangan bagi kita  hamba hamba Allah yang selalu berharap kepada-Nya. Jadi teruslah berusaha memelihara ketakwaan sehingga Allah Ta’ala selalu memberi jalan keluar terhadap kesulitan yang kita hadapi.  

Insya Allah ada manfaatnya. Wallahu A’lam. (1.292).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar