Rabu, 23 Mei 2018

BERDOA DI BULAN RAMADHAN MUSTAJAB


BERDOA DI BULAN RAMADHAN MUSTAJAB

Oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh sangatlah banyak waktu yang utama untuk berdoa. Diantaranya di bulan Ramadhan. Perhatikanlah ayat al Qur an tentang puasa Ramadhan yang difirmankan Allah Ta’ala dalam surat al Baqarah mulai ayat 183, 184, 185 dan 187. Ayat 186 tidaklah berbicara tentang shaum atau puasa tetapi tentang doa.  Allah Ta’ala berfirman : 

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran (Q.S al Baqarah 186)

Bisa jadi ada yang bertanya : Kenapa ayat tentang doa ada di antara  ayat tentang puasa ?. Iya memang begitu susunan ayatnya yang telah ditetapkan Allah Ta’ala.

Ketahuilah bahwa meskipun ayat 186 berbicara tentang doa dan tidak berbicara tentang shaum, tetapi mempunyai kaitan erat dengan ayat  ayat tentang shaum dan ramadhan. Hal ini dijelaskan oleh para ahli tafsir :

Pertama : Imam Ibnu Katsir berkata : Dalam penyebutan ayat yang menganjurkan untuk senantiasa berdoa disela sela (ayat tentang) hukum puasa tersebut diatas, terdapat bimbingan untuk bersungguh sungguh dalam berdoa ketika menggenapkan bilangan hari hari puasa, bahkan setiap kali saat berbuka puasa. (Tafsir Ibnu Katsir) 

Kedua : Prof. Dr Hamka berkata :  Cobalah kita perhatikan !. Ayat yang satu ini (ayat 186) terletak ditengah tengah, ketika membicarakan dari hal puasa dan hukum hukumnya. Dilihat sepintas lalu, seakan akan tidak ada hubungan ayat ini dengan  ayat sebelumnya (dan ayat sesudahnya). Pada hal erat sekali hubungan itu. Sebab doa orang yang sedang berpuasa itu lebih dekat dikabulkan (Kitab Tafsir al Azhar).

Oleh karena itu maka seorang hamba yang sedang berpuasa sangatlah dianjurkan untuk banyak berdoa karena termasuk waktu yang mustajab. Artinya ketika berdoa di waktu tersebut akan lebih mudah dan lebih cepat terkabulkan.

Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : 

ﺛﻼﺙ ﻻ ﺗﺮﺩ ﺩﻋﻮﺗﻬﻢ ﺍﻟﺼﺎﺋﻢ ﺣﺘﻰ ﻳﻔﻄﺮ ﻭﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﻌﺎﺩﻝ ﻭ ﺍﻟﻤﻈﻠﻮﻡ

Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil, dan doanya orang yang terzhalimi. (H.R at Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan oleh Syaikh al Albani)

Selain itu sangatlah dianjurkan pula untuk berdoa pada waktu sahur, apalagi di bulan 
Ramadhan. Ini juga waktu yang mustajab. Waktu sahur yaitu waktu menjelang shubuh karena ketika itu Allah Ta’ala turun ke langit dunia untuk mengabulkan doa hamba hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bersabda :

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman : Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (H.R Imam Bukhari no. 1145 dan Imam Muslim no. 1808)

Ibnu Hajar menjelaskan hadits ini  bahwa doa dan istighfar di waktu sahur mudah dikabulkan. (Fathul Bari). Imam Nawawi berkata : Pada waktu itu adalah waktu tersebarnya rahmat, banyak permintaan yang diberi dan dikabulkan, dan juga nikmat semakin sempurna kala itu. (Syarh Shahih Muslim).

Semoga Allah Ta’ala mengabulkan doa doa kita. Wallahu A’lam. (1.308).




Tidak ada komentar:

Posting Komentar