Minggu, 13 Mei 2018

DUA PEMBERANI MENYAMPAIKAN SYI'AR ISLAM DIHADAPAN KAFIR QURAISY


DUA PEMBERANI MENYAMPAIKAN SYI’AR ISLAM
DIHADAPAN KAFIR QURAISY.

Oleh : Azwir B. Chaniago

Pada tiga tahun pertama kenabian, Rasulullah berdakwah dengan sembunyi sembunyi yaitu diantara keluarga, kerabat serta orang orang yang dekat dengan beliau. 

Pada saat itu belum ada orang beriman yang berani menyampaikan dakwah ataupun menunjukkan syai’ar  Islam secara terang terangan karena khawatir ada ancaman dari kaum kafir Quraisy. Tetapi ternyata ada juga   pemberani yang mau menunjukkan syi’ar dan dakwah Islam dihadapan kafir Quraisy pada saat yang berbahaya itu. 

Diantaranya adalah  Abdullah bin Mas’ud dan Abu Dzarr al Ghifari. Berikut ini kisahnya :

Pertama : Abdullah bin Mas’ud. 

Zubair mengatakan : Pada suatu waktu, para sahabat Rasulullah mengadakan pertemuan. Mereka mengatakan : Demi Allah, kaum Quraisy belum pernah mendengar al Qur an dibaca dengan keras. Lalu siapa yang berani memperdengarkannya kepada mereka ?. Abdullah bin Mas’ud menjawab : Aku.

Mereka mengatakan : Sesungguhnya kami mengkhawatirkan engkau dari ancaman mereka. Kami ingin (hal ini dilakukan) oleh orang yang mempunyai kerabat yang mampu melindunginya dari ancaman orang orang kafir Quraisy jika mereka ingin mengganggunya. Abdullah bin Mas’ud berkata : Biarkanlah aku (yang melakukannya), karena SESUNGGUHNYA ALLAH YANG AKAN MELINDUNGIKU.

Keesokan harinya Abdulah bin Mas’ud pergi hingga sampai ke suatu tempat pada waktu dhuha yaitu ketika  kafir Quraisy sedang berada di tempat perkumpulan mereka. Ditempat itu Abdullah bin Mas’ud berdiri menghadap kepada kafir Quraisy  seraya mengucapkan dengan suara lantang :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الرَّحْمَٰنُ . عَلَّمَ الْقُرْآنَ . خَلَقَ الْإِنْسَانَ . عَلَّمَهُ الْبَيَانَ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. (Allah) Yang Maha Pengasih. Yang telah mengajarkan al Qur an. Dia menciptakan manusia. Mengajarnya pandai berbicara. (Q.S ar Rahman 1-4)

Mendengar apa yang dibaca Abdullah bin Mas’ud maka mereka berusaha mengamati dan mengatakan : Apa yang diucapkan putra Ummu Abd ?. Dia sedang membaca apa yang dibawa Muhammad !. Lalu mereka bangkit dan menghampirinya lalu memukul wajah Abdullah bin Mas’ud. Akan tetapi dia tetap membaca hingga menyelesaikan beberapa ayat.

Setelah itu dia kembali kepada para sahabatnya dan mereka melihat memar di wajah Abdullah bin Mas’ud. Mereka berkata : Inilah yang kami khawatirkan pada dirimu. Abdullah bin Mas’ud menjawab : Tidak satupun orang yang memusuhi Allah yang lebih mudah dikalahkan, dibandingkan mereka seperti sekarang ini. Jika kalian mau akan akan mendatangi orang orang yang seperti mereka lagi.

Kedua : Abu Dzar al Ghifari.

Diriwayatkan bahwa Abu Dzar al Ghifari datang ke Makkah setelah mendengar ada utusan Allah di Makkah membawa ajaran Islam, yaitu Muhammad bin Abdillah. Lalu dia berangkat dari kampungnya untuk mencari siapa utusan Allah itu. Setelah berusaha dengan susah payah akhirnya, dengan sembunyi sembunyi  dia bisa bertemu Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam. 

Aku (Abu Dzar) berkata kepada beliau : Tunjukkan kepadaku tentang Islam. Beliau menerangkannya dan aku langsung masuk Islam saat itu juga. Beliau berkata kepadaku : Wahai Abu Dzar !. Simpanlah dulu hal ini dan kembalilah ke negerimu. Jika engkau mendengar kita telah terang terangan (dalam dakwah), datanglah kembali. Aku berkata : Demi Dzat yang telah mengutusmu akan aku teriakkan ini dihadapan mereka.
Dia pergi ke masjid (dekat Ka’bah) sedangkan orang orang Quraisy ada disitu.  Dia berkata : Wahai kaum Quraisy !. Aku bersaksi bahwa tiada yang berhak di ibadahi kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya.

Mereka  (orang orang Quraisy) berteriak : Mari kita hajar pembangkang ini. (Catatan : Orang yang masuk Islam waktu itu disebut pembangkang oleh kafir Quraisy karena telah membangkang dari agama nenek moyangnya, peny.)

Abu Dzar melanjutkan kisahnya : Lalu mereka memukulku dan hampir membunuhku. Setelah itu, al Abbas datang dan melindungiku seraya berkata kepada mereka : Celaka kalian !. Apakah kalian ingin membunuh orang Ghifar, sementara kafilah dagang kalian melalui negeri Ghifar. Oleh karena itu mereka menjauh. 

Pagi keesokan harinya aku kembali dan berkata seperti yang kukatakan kemaren. Mereka berkata : Mari kita hajar pembangkang ini. Mereka memukuliku seperti kemaren hingga datang al Abbas dan berkata seperti apa yang dikatakannya kemaren. Ibnu Abbas berkata : Begitulah awal mula Islamnya Abu Dzarr. Semoga Allah merahmatinya. (Diriwayatkan oleh Imam al Bukhari no. 3522).

Itulah dua kisah yang menunjukkan keberanian sahabat menyampaikan syi’ar Islam dihadapan kafir Quraisy, pada hal waktu itu dakwah Islam belum dilakukan secara terang terangan. 

Lalu datang pertanyaan : Bagaimana dengan semangat dan keberanian kita di zaman ini untuk menyampaikan syi’ar Islam dan membelanya ?. Wallahu A’lam. (1.303).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar