Sabtu, 05 Mei 2018

MENJAUHKAN DIRI DARI API NERAKA


MENJAUHKAN DIRI DARI API NERAKA

Oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh sangatlah banyak ayat al Qur an  dan as Sunnah yang menjelaskan bahwa neraka  digambarkan sebagai tempat yang penuh dengan siksaan dan azab yang sangat pedih dan berat.  Sehingga semua manusia sangatlah  takut kalau dirinya  masuk ke dalam neraka meskipun sesaat saja.

Betapa dahsyatnya adzab neraka, dijelaskan oleh Rasulullah dalam banyak sabda beliau, diantaranya :

إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا مَنْ لَهُ نَعْلاَنِ وَشِرَاكَانِ مِنْ نَارٍ يَغْلِى مِنْهُمَا دِمَاغُهُ كَمَا يَغْلِى الْمِرْجَلُ مَا يَرَى أَنَّ أَحَدًا أَشَدُّ مِنْهُ عَذَابًا وَإِنَّهُ لأَهْوَنُهُمْ عَذَابًا

Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksanya adalah seseorang memiliki dua sandal dan dua tali sandal dari api neraka, seketika otaknya mendidih karena panasnya sandal tersebut sebagaimana kuali mendidih. Orang tersebut merasa bahwa tak ada seorang pun yang siksanya lebih pedih daripadanya, padahal siksanya adalah yang paling ringan di antara mereka. (H.R Imam Muslim)

Namun sebagian besar manusia memiliki tabiat untuk berbuat dosa yaitu tidak melaksanakan perintah dan tidak pula berhenti dari segala yang Allah Ta’ala larang. Seolah olah tak ada rasa takutnya terhadap adzab neraka. Akibatnya neraka bisa jadi tempat yang kekal baginya. Na’udzubillah.

SungguhAllah Ta’ala dan Rasul-Nya telah menjelaskan banyak jalan agar hamba hamba-Nya bisa dijauhkan  dari neraka, diantaranya adalah : 
  
Pertama : Rasa takut kepada Allah Ta’ala
Ketahuilah bahwa diantara cara  untuk menyelamatkan diri dari neraka adalah dengan terus menerus menjaga rasa takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Ta’ala telah menjelaskan hal ini dalam firman-Nya :

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ

Dan bagi  siapa yang takut akan saat menghadap Rabb-Nya ada dua surga. (Q.S ar Rahman 46).

Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam menjelaskan pula dalam sabda beliau :
“Tidak akan masuk ke dalam api neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah hingga air susu ibu (yang sudah diminum oleh anaknya) kembali ke tempat asalnya” (HR.at-Tirmidzi dan an Nasa’i dari Abu Hurairah)

Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam juga menjelaskan dalam sabda beliau : ”Barangsiapa yang mengingat Allah kemudian dia menangis sehingga air matanya mengalir jatuh ke bumi niscaya dia tidak akan diazab pada hari kiamat kelak” (H.R al Hakim dan dia berkata sanadnya shahih)

Ibnu Majah, al Baihaqi dan Ashbahaani meriwayatkan dari  Ibnu Mas’ud Radhiallaahu anhu, Rasullahi Shalallaahu ‘alaihi Wasalam bersabda :“Setiap mukmin yang meneteskan air mata karena takut kepada Allah walau hanya sekecil kepala seekor lalat, lalu air matanya itu membasahi pipinya niscaya Allah haramkan neraka untuk menyentuhnya”

Dari Abbaas Bin Abdul Muthallib Radhiallaahu anhu,  Rasulullah  Shalallaahu alaihi wa Sallam bersabda :
“Dua jenis mata yang tidak tersentuh api neraka, (1) Mata yang menangis (ditengah kesendirian) dimalam hari karena takut kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala , dan (2) Mata yang digunakan untuk berjaga-jaga (pada malam hari) di jalan Allah.” (H.R at Thabrani)

Dari Zaid bin Arqam radhiallaahu anhu, dia berkata, Seseorang bertanya kepada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam :  Ya Rasulullah dengan apa aku membentengi diri dari api neraka ?. Rasulullah menjawab : “Dengan air matamu, karena mata yang menangis karena takut pada Allah niscaya neraka tidak akan menyentuhnya selama-lamanya” (HR. Ibnu Abi Dunya dan Ashbahaani)

Lalu apa yang bisa dilakukan agar bisa memelihara rasa takut kepada Allah Ta’ala. Ketahuilah bahwa yang paling utama, seorang hamba haruslah belajar ilmu terutama sekali ilmu untuk mengenal Allah Ta’ala, nama dan sifat-Nya.Sungguh orang orang  yang berilmu adalah yang paling besar takut kepada-Nya karena dia mengetahui bahwa Allah Mahabesar dan Mahakuasa atas segala sesuatu.

Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

Sesungguhnya  yang takut kepada Allah diantara hamba-Nya hanyalah orang orang yang berilmu (mengenal Allah). Sungguh Allah Mahaperkasa dan Maha Pengampun. (Q.S Faathir 28).

Kedua : Kecintaan kepada Allah SWT
Selanjutnya, diantara perkara yang dapat menyelamatkan diri seorang hamba  dari neraka adalah dengan rasa cintanya kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala. Seseorang yang didalam diri dan hatinya memiliki kecintaan kepada Allah Ta’ala maka Dia akan selalu menjaga  segala ucapan, sikap dan perbuatan si hamba. Sehingga sekiranya ia berbuat kesalahan, maka ia akan bersegera meminta ampunan kepada Allah  Maha Pencipta.

Dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah Salallahu ‘alaihi a Sallam bersabda : “Demi Allah, sesungguhnya Dia tidak akan pernah melemparkan orang yang dicintai-Nya ke dalam neraka.” (H.R Imam Ahmad dan al Hakim).

Ketahuilah bahwa diantara cara agar seorang hamba bisa mencintai Allah adalah dengan mentaati dan mengikuti petunjuk Rasul-nya. Allah Ta’ala berfirman :
Katakanlah (Muhammad) : Jika kamu mencintai Allah ikutilah aku. Niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa dosamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.  (Q.S Ali Imran 31). 

Tentang ayat ini, Syaikh as Sa’di berkata : Ayat ini merupakan patokan  di mana dengannya kita dapat membedakan orag yang mencintai Allah dengan sebenar benarnya dan orang yang hanya sekedar mengaku ngaku semata. (Jadi) tanda tanda kecintaan kepada Allah Ta’ala adalah mengikuti Rasulullah Muhammad Salallahu ‘alahi wa Sallam. Alah Ta’ala menjadikan tindakan mencontoh  Rasulullah dan mengikuti segala yang diserukannya sebagai jalan kepada kecintaan kepada-Nya  dan keridhaan-Nya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman) 

Ketiga : Banyak berpuasa
Selanjutnya diantara perkara yang dapat menyelamatkan diri dari api neraka adalah dengan berpuasa. Dalam sebuah riwayat dari Imam Ahmad dalam al-Musnad dan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman,  dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Allah Subhanahu wa Ta’ala  berfirman bahwa puasa dapat menjadi perisai bagi seseorang untuk melindungi dirinya dari api neraka.” (Lihat Shahih al-Jami’ 4/114).

Dari Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ صَامَ يَوْمًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ بَعَّدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

Barangsiapa melakukan puasa satu hari di jalan Allah (dalam melakukan ketaatan pada Allah), maka Allah akan menjauhkannya dari neraka sejauh perjalanan 70 tahun. (H.R Imam Bukhari no. 2840)
 
Selain itu, puasa sunnah adalah bagian dari ibadah sunnah yang sangat dianjurkan yang akan mendatangkan kecintaan Allah Ta’ala. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahualaihi wa sallam bersabda : “Allah Ta’ala berfirman: Barangsiapa memerangi wali (kekasih)-Ku, maka Aku akan memeranginya. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib yang Kucintai. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.
 
Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku melindunginya.” (H.R Imam Bukhari)

Keempat : Banyak berdoa memohon perlindungan kepada Allah dari neraka
Diantaranya yang juga dapat menyelamatkan diri dari neraka adalah dengan selalu berdoa memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari neraka. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad, Ibn Majah, Ibn Hibban dan al-Hakim dari Anas bahwa Rasulullah SAW bersabda,

Tidak ada yang memohon surga kepada Allah sebanyak tiga kali melainkan surga akan berkata, “Ya Allah, masukkanlah dia kedalam surga.” Dan tidak pula ada seorang muslim yang meminta perlindungan kepada Allah dari neraka sebanyak tiga kali melainkan neraka akan berkata, “Ya Allah, selamatkanlah dia dariku.

Kemudian dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda tentang perbincangan antara Allah Ta’ala dengan para malaikat mengenai orang-orang yang meminta perlindungan dari neraka. Dimana Allah bertanya apakah mereka pernah melihat neraka ?. Para malaikat menjawab belum pernah, dan sekiranya mereka melihatnya maka mereka akan lebih takut dan ingin lari darinya. Sehingga oleh sebab itu Allah Ta’ala berfirman bahwa : “Bersaksilah bahwa Aku telah memaafkan mereka”.

Dan doa yang sangat dianjurkan dan paling  sering diucapkan Nabi  agar selamat di dunia dan selamat di akhirat dan dilindungi dari api neraka, adalah :

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ   

Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, lindungilah kami dari adzab neraka. (Q.S al Baqarah 201).

Ini adalah doa agar diselamatkan dari api neraka. Ini mencakup permohonan kepada Allah agar dijauhkan dari sebab sebab masuk neraka seperti melakukan hal hal yang diharamkan dan dosa. (Syaikh Abdur Razzaq al Badr dalam syarah beberapa doa).

Kelima : Banyak bersedekah.

Kita juga bisa berusaha mencari sebab yang akan membentengi diri kita dari neraka, diantaranya sebagaimana dijelaskan Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa Sallam : 

عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ ذَكَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّارَ فَتَعَوَّذَ مِنْهَا وَأَشَاحَ بِوَجْهِهِ ثُمَّ ذَكَرَ النَّارَ فَتَعَوَّذَ مِنْهَا وَأَشَاحَ بِوَجْهِهِ قَالَ شُعْبَةُ أَمَّا مَرَّتَيْنِ فَلَا أَشُكُّ ثُمَّ قَالَ اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

Dari Adi bin Hatim radhiyallahu 'anhu, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah menyebutkan tentang neraka, kemudian berlindung diri darinya dan mengekspresikan dengan wajahnya. Kemudian menyebutkan neraka lalu berlindung diri darinya dan mengekspresikan dengan wajahnya. Kemudian menyebutkan neraka dan berlindung diri darinya dan mengekspresikan dengan wajahnya. Syu’bah berkata: kemungkinan dua kali, lalu saya tidak ragu. Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: Hindarkan dirimu dari neraka walaupun hanya dengan separoh butir kurma, jika tidak ada maka dengan tutur kata yang baik.  (Muttafaq 'alaih)

Dalam redaksi Muslim, disebutkan :

مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَتِرَ مِنَ النَّارِ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَلْيَفْعَلْ

Siapa di antara kalian yang mampu membentengi diri dari neraka walau dengan separoh butir kurma hendaknya ia lakukan.

Rasulullah bersabda : “Ittaqun naara walau bisyiqi tamratin fain lam tajiduu fa bikalimatin thaiyibah”. Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma. Apabila tidak mendapatinya maka ucapkanlah kalimat yang baik. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Itulah sebagian cara yang dengan pertolongan Allah Ta’ala bisa dilakukan oleh seorang hamba agar dijauhkan dari adzab neraka. Insya Allah ada manfaatnya untuk kita semua. Wallahu A’lam. (1.291).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar