Rabu, 09 Mei 2018

DAPAT PERLINDUNGAN DI DUNIA DAN DI AKHIRAT DENGAN PUASA


DAPAT PERLINDUNGAN DI DUNIA DAN DI AKHIRAT 
DENGAN PUASA

Oleh : Azwir B. Chaniago

Setiap tahun Allah telah mewajibkan orang orang beriman untuk melaksanakan puasa selama sebulan penuh yaitu di bulan Ramadhan. Inilah yang disebut dengan puasa fardhu atau wajib. Tapi selain itu orang orang beriman  juga dianjurkan untuk melaksanakan puasa puasa Sunnah yang jumlah dan jenisnya sangatlah banyak. 

Diantara tujuan puasa sunnah atau tidak wajib adalah agar orang orang beriman meningkat jumlah dan nilai amalnya. Selain itu juga untuk menutupi kekurangan pada puasa fardhu.Rasulullah bersabda


إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلاَةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلاَئِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِى صَلاَةِ عَبْدِى أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِى مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِى فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ

Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari kiamat nanti adalah shalat. Allah ‘azza wa Jalla berkata kepada malaikat-Nya dan Dia-lah yang lebih tahu, Lihatlah pada shalat hamba-Ku. Apakah shalatnya sempurna ataukah tidak ?. Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. 
Namun jika dalam shalatnya ada sedikit kekurangan, maka Allah berfirman : Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah. Jika hamba-Ku memiliki amalan sunnah, Allah berfirman: sempurnakanlah kekurangan yang  ada pada amalan wajib dengan amalan sunnahnya. Kemudian amalan lainnya akan diperlakukan seperti ini. (H.R Abu Dawud no 864 dan Ibnu Majah 1426, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).
Sungguh orang orang beriman betul betul sangat menginginkan agar di akhirat kelak, dijauhkan dari api neraka. Untuk itu orang orang beriman selalu berdoa :
Rabbana aatinaa fid dun-ya hasanah, wafil aakhirati hasanah, waqinaa ‘adzaaban naar”   Ya Rabb kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari adzab neraka. (Q.S al Baqarah 201)
Ketahuilah bahwa sebenarnya sangatlah banyak jenis ibadah yang bisa dilakukan oleh seorang beriman  yang mendatangkan perlindungan baginya di dunia dan di akhirat,  diantaranya adalah DENGAN BANYAK BERPUASA.
Sungguh puasa adalah ibadah  yang memiliki banyak keutamaan, diantaranya adalah puasa merupakan perisai atau pelindung bagi seorang muslim. Dalam sebuah hadits, Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
الصِّيَامُ جُنَّةٌ

Puasa adalah perisai (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).
Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata : Yang dimaksud puasa sebagai (جُنَّةٌ) (perisai) adalah puasa akan menjadi pelindung yang akan melindungi bagi pelakunya di dunia dan juga di akhirat. 

(1)Adapun di dunia, kata beliau, maka akan menjadi pelindung yang akan menghalanginya untuk mengikuti godaan syahwat yang terlarang di saat puasa. Oleh karena itu tidak boleh bagi orang yang berpuasa untuk membalas orang yang menzhalimi dirinya dengan balasan serupa, sehingga jika ada yang mencela ataupun menghina dirinya maka hendaklah dia mengatakan : Aku sedang berpuasa. 

(2) Adapun di akhirat maka puasa menjadi perisai  yang akan melindungi dan menghalangi dirinya dari api neraka pada hari kiamat (Lihat Syarh Arba’in an Nawawiyyah).
Ketahuilah bahwa puasa juga merupakan perisai  dari berbuat dosa. Imam Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah menjelaskan : Puasa merupakan perisai selama tidak dirusak dengan perkataan buruk yang merusak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
 وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

Puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah : Aku sedang berpuasa (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim). Lihat Jami’ul Ulum wal Hikam.
Diantara sabda Rasulullah yang juga menjelaskan bahwa puasa akan menjadi perisai atau  penghalang hamba hamba Allah dari siksa api neraka adalah :
Pertama : Beliau bersabda :
ما من عبد يصوم يوما في سبيل الله إلا باعد الله بذالك وجهه عن النار سبعين خريفا

Tidaklah seorang hamba yang berpuasa (satu hari)  di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).
Kedua : Beliau juga bersabda :
قَالَ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ : الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ، وَهُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

Rabb kita ‘azza wa jalla berfirman, Puasa adalah perisai, yang dengannya seorang hamba membentengi diri dari api neraka, dan puasa itu untuk-Ku, Aku-lah yang akan membalasnya. (H.R Imam Ahmad).
Ketiga : Beliau juga bersabda :
إِنَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ

Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari siksa neraka (H.R Imam Ahmad).
Ketahuilah bahwa keutamaan puasa sebagai penghalang dari api neraka adalah mencakup puasa Wajib dan puasa Sunnah.  
Syaikh Shalih Fauzan hafidzahullah menjelaskan : Maksudnya puasa adalah penghalang antara dirinya dengan api neraka, ini mencakup puasa yang wajib seperti puasa Ramadhan dan juga puasa sunnah seperti puasa enam hari di bulan Syawal, puasa Senin-Kamis, puasa tiga hari setiap bulan, puasa Dzulhijjah, puasa Arafah, dan puasa ‘Asyura. (Lihat al Minhatu ar Rabaniyyah fii Syarhi al Arba’in an Nawawiyyah).
Inilah di antara keutamaan ibadah puasa, yang akan menjadi perisai yang melindungi seorang muslim di dunia dan di akhirat. Semoga Allah memudahkan kita untuk menyempurnakan ibadah puasa dan meraih banyak pahala dan  keutamaannya termasuk perlindungan dari api neraka. Insya Allah ada manfaatnya untuk kita semua. Wallahu A’lam. 1.297).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar