Selasa, 17 Juli 2018

SIFAT BAKHIL MENGHAMBAT RIZKI


SIFAT BAKHIL BISA MENGHAMBAT RIZKI SEORANG HAMBA

Oleh : Azwir B. Chaniago

Ketahuilah bahwa orang orang beriman tak boleh bakhil atau kikir dalam bersedekah. Orang yang bakhil dalam bersedekah akan mendapat kerugian karena rizkinya bisa terhambat. 

Dari Asma’ binti Abu Bakar, ia berkata, Rasulullah bersabda kepadaku : “Janganlah kamu menyimpan hartamu (bakhil) sehingga Allah akan menutupi rizkimu”.
 
Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam  bersabda : "Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah." (H.R al-Baihaqi).

Rasulullah bersabda : “Infakkan, atau sedekahkan atau nafkahkanlah. Dan janganlah kamu menghitung hitungnya sehingga Allah akan menghitung hitung pemberian-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu menakar nakarnya sehingga Allah akan menakar nakar pemberian-Nya kepadamu”. (Mutafaqun ‘alaihi).

Dalam pikiran sebagian  manusia di zaman ini bahwa bersedekah adalah ketika sudah memiliki harta yang berlebih. Lalu kapan bisa mencapai jumlah yang lebih dan ternyata tak ada acuan yang bisa dijadikan pedoman tentang seberapa harta yang dianggap berlebih. Bahkan ada sebagian manusia yang semakin banyak hartanya semakin tak bersemangat untuk bersedekah karena sangat sayang kepada hartanya.

Oleh karena itu maka banyak diantara manusia yang secara zhahir terlihat memiliki harta yang berlebih namun belum mau bersedekah karena masih merasa kurang dan takut miskin karena bersedekah. Ini adalah pikiran yang keliru. Bahkan ada manusia yang  jangankan bersedekah, yang sifatnya sunnah, mengeluarkan zakat yang wajib saja masih dipertanyakan kemauannya.

Sungguh Allah Ta’ala akan mengganti infak atau sedekah yang dikeluarkan seorang hamba.  Perhatikanlah firman Allah Ta’ala berikut ini : 

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ ۖ

Katakanlah : Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rizki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya). Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya. (Q.S. Saba 39). 

Dan juga, Allah Ta’ala akan melipat gandakan harta yang diinfakkan di jalan-Nya, yakni sebagaimana firman-Nya

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Mahaluas dan Maha Mengetahui”.(Q.S al Baqarah 261).

Syaikh as Sa’di berkata : Kelipatan ini dengan tujuh ratus kali lipat HINGGA BERLIPAT GANDA BANYAKNYA lagi dari itu. Allah berfirman : “Allah melipat gandakan (ganjaran, balasan) bagi siapa yang Dia kehendaki” Ini tentunya sesuai dengan apa yang ada dalam hati orang yang berinfak tersebut dari KEIMANAN DAN KEIKHLASANNYA YANG (BENAR BENAR) TULUS. Dan juga sesuai dengan KEBAIKAN DAN MANFAAT YANG DIHASILKAN DARI INFAKNYA TERSEBUT. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Oleh karena itu seorang hamba janganlah bakhil dalam berinfak dan bersedekah karena bisa menutup rizkinya. Ketahuilah bahwa Allah Ta’ala akan memberi ganti yang berlipat ganda bagi orang orang yang mengeluarkan hartanya untuk infak dan sedekah dengan ikhlas.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.335)   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar