Kamis, 05 Juli 2018

KEKURANGAN IBADAH WAJIB DITUTUP DENGAN DENGAN IBADAH SUNNAH


KEKURANGAN IBADAH WAJIB DITUTUP 
DENGAN IBADAH SUNNAH

Oleh : Azwir B. Chaniago

Ibadah atau amalan yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya kepada orang orang beriman ada  yang wajib dan ada pula yang sunnah atau tidak wajib. Diantara contohnya adalah perintah shalat ada shalat wajib dan ada pula shalat yang tidak wajib. Ada puasa wajib  ada pula puasa sunnah. 

Zakat adalah wajib tapi bersedekah atau berinfak adalah tidak wajib tapi sangat dianjurkan. Ibadah haji wajib bagi yang mampu sekali selama umurnya tapi ada  ibadah umrah yang tidak wajib dan juga  yang lainnya.

Ibadah sunnah yang sangat dianjurkan disamping ibadah wajib paling tidak memiliki dua kebaikan padanya, yaitu : 

Pertama : Tanda kasih sayang Allah kepada hamba-hambaNya. Kita diperintahkan melakukan yang wajib tapi diberi pula kesempatan untuk mendapatkan tambahan pahala melalui amalan amalan sunnah sehingga kita bisa mendapat kedudukan yang semakin tinggi disisi Allah dengan ibadah ibadah sunnah itu.

Kedua : Sangatlah besar kemungkinan amalan wajib yang kita lakukan banyak kekurangannya. Lalu Allah beri kesempatan untuk menutup kekurangan itu dengan amalan yang tidak wajib atau amalan amalan sunnah. 

Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari kiamat nanti adalah shalat. Allah ‘azza wa jalla berkata kepada malaikat-Nya dan Dia-lah yang lebih tahu, “Lihatlah pada shalat hamba-Ku. Apakah shalatnya sempurna ataukah tidak?
Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun jika dalam shalatnya ada sedikit kekurangan, maka Allah berfirman: Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah. Jika hamba-Ku memiliki amalan sunnah, Allah berfirman: sempurnakanlah kekurangan yang  ada pada amalan wajib dengan amalan sunnahnya.” Kemudian amalan lainnya akan diperlakukan seperti ini.” (H.R Imam Ahmad, Abu Daud dan at Tirmidzi)

Namun demikian ketahuilah bahwa meskipun amalan sunnah bisa menutup kekurangan dari amalan wajib, sebagaimana sabda Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam tersebut diatas, MAKA JANGANLAH SEKALI KALI SEORANG HAMBA MELAKUKAN AMALAN WAJIB SEKENANYA SAJA. Lalu berdalih bahwa kekurangannya bisa ditutup dengan amalan sunnah.  Ini pemikiran yang keliru. 

Bagaimanapun seorang hamba dituntut untuk melakukan semua amalan baik yang wajib maupun yang sunnah  sebaik mungkin sehingga mendapat  nilai dan keutamaan yang tinggi disisi Allah. Sungguh amal amal yang kita lakukan didunia akan memberatkan timbangan kebaikan kita  dan juga menentukan derajat kita di akhirat kelak.

Oleh karena itu seorang hamba akan terus menerus memelihara ibadah ibadah sunnah sebagai penutup kekurangan ibadah fardhunya. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.328)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar