Selasa, 10 Juli 2018

MEMBERI NASEHAT HARUS SELARAS DENGAN PERBUATAN


MEMBERI NASEHAT HARUS SELARAS DENGAN PERBUATAN

Oleh : Azwir B. Chaniago

Kemajuan teknologi informasi yang demikian hebat saat ini ternyata telah membuka kesempatan dan peluang bagi banyak orang untuk saling menasehati bahkan berdakwah dengan sharing melalui beragam media sosial. Diantara nasehat yang dishare itu ada yang ditulis sendiri dan paling banyak adalah dengan copy paste dari tulisan orang lain. 

Keadaan ini tentulah menggembirakan bahkan bermanfaat yaitu dengan catatan harus memelihara adab adab dalam memberi nasehat. Diantara adab yang paling penting dalam memberi nasehat adalah menyelaraskan nasehat dengan perbuatan. Dengan kata lain dalam memberi nasehat maka SI PEMBERI NASEHAT HARUSLAH TERLEBIH DAHULU MENGAMALKAN APA YANG DINASEHATKANNYA.

Dalam hal ini, Allah Ta’ala memberikan peringatan keras kepada orang orang yang BERKATA TAPI TAK MENGAMALKANNYA.  Ini dijelaskan Allah Ta’ala dalam firman-Nya, diantaranya  :

Pertama : Dalam surat al Baqarah ayat 44.

Allah Ta’ala berfirman : 

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri pada hal kamu membaca Kitab. Tidakkah kamu berakal (mengerti) ?.

Syaikh as Sa’di berkata : Bahwa akal menganjurkan kepada pemiliknya untuk menjadi orang yang pertama  melakukan apa yang diperintahkan dan orang yang meninggalkan apa yang dilarang. Jadi barangsiapa yang memerintahkan orang lain kepada kebaikan lalu dia tidak melakukannya atau melarang dari kemungkaran namun dia tidak meninggalkannya maka hal itu menunjukkan TIDAK ADANYA AKAL PADANYA DAN (YANG ADA ADALAH) KEBODOHANNYA. (Tafsir Taisir Karimir Rahman)    
Kedua : Dalam surat ayat ash Shaff ayat 2-3

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ
كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

Wahai orang orang yang beriman !. Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan ?. (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.

Tentang ayat ini, Syaikh as Sa’di berkata : “Mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat”. Maksudnya : (1)  Mengapa kalian mengatakan kebaikan dan mendorong untuk melakukannya, dan boleh jadi kalian memuji muji kebaikan itu namun tidak kalian lakukan ?. (2) Mengapa kalian melarang keburukan, boleh jadi kalian sucikan diri kalian dari keburukan tersebut namun kalian lakukan bahkan menjadi sifat kalian ?.
Lantas apakah kondisi tercela seperti pantas bagi orang orang yang beriman ?. Bukankah amat besar murka Allah Ta’ala pada orang yang mengatakan sesuatu namun tidak dilakukan ?. Karena itu, orang yang memerintahkan berbuat baik seharusnya orang pertama yang melakukannya. Dan orang yang melarang keburukan seharusnya menjadi orang yang paling jauh darinya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).  

Selanjutnya mari kita perhatikan nasehat asy Syaikh Abul Aswad ad Dualy dalam perkara ini, sebagai berikut : 

(1) Wahai orang yang mengajari orang lain. Tidakkah engkau mengajari dirimu lebih dahulu.
(2) Janganlah engkau melarang akhlak atau perbuatan (buruk) tapi engkau sendiri melakukannya. Sungguh sangat tercela jika engkau berbuat seperti itu.
(3) Mulailah dari dirimu dan cegahlah jiwamu dari penyimpangannya. Jika jiwamu telah lepas dari penyimpangannya maka engkau adalah orang yang bijak. Saat itulah nasehat akan berguna. Begitu pula ucapanmu akan menjadi panutan. (Dinukil dari tulisan ustadz Dr. Firanda, salam da’wah.com, dengan diringkas).

Ketahuilah bahwa sungguh sangat mengerikan dan sangat berat adzab yang akan diterima oleh orang orang yang suka menasehati, menyeru kepada kebaikan dan melarang kepada kemungkaran tapi dia sendiri tak mengamalkannya. Perhatikanlah hadits berikut ini.

Rasulullah bersabda : “Seseorang didatangkan pada hari kiamat kemudian dilemparkan ke dalam neraka dan berputar-putar di neraka layaknya keledai mengitari alat penumbuk gandum. Kemudian penduduk neraka mendekatinya dan berkata: Hai Fulan! Bukankah dulu engkau memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran? Ia menjawab: 'Benar, dulu aku memerintahkan kebaikan namun tidak saya lakukan dan mencegah kemungkaran namun saya lakukan." Syu'bah menambahkan: Dan telah bercerita kepadaku Manshur dari Abu Wail dari Usamah dengan hadits serupa hanya saja ia menambahi : "Hingga ususnya terburai keluar." (H.R Imam Ahmad).  

Oleh karena seorang hamba takutlah kepada Allah Ta’ala. Mulailah dengan    menasehati dirinya sendiri lalu mengamalkannya sebelum menasehati orang lain. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.331)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar