Senin, 25 Desember 2017

PERLUKAH MENGGIKUTI KEBANYAKAN MANUSIA ?



PERLUKAH MENGIKUTI KEBANYAKAN MANUSIA ?

Oleh : Azwir B. Chaniago

Sangatlah sering kita mendengar dan melihat orang orang yang suka mengikuti apa yang dikatakan dan dilakukan orang banyak. Mereka  mengikuti berbagai perkara dari orang banyak apakah urusan dunia ataupun yang berkaitan dengan urusan akhirat. Bahkan adapula manusia yang berkata : Aku ikut orang banyak sajalah. 
 
Sangatlah baik untuk kita ketahui bahwa untuk berbagai perkara apalagi perkara akhirat tidaklah mesti mengikuti apa yang dikatakan dan dilakukan orang banyak. Memang tak sepenuhnya salah jika mengikuti orang banyak TAPI DENGAN CATATAN bahwa  kelompok orang banyak yang akan diikuti  itu haruslah kelompok  pengikut kebenaran yaitu kebenaran yang  datang dari Allah dan Rasul-Nya.

Kebenaran itu dari Allah  bukan dari orang banyak.  Allah berfirman : “Al haqqu min rabbika, falaa takun  minal mumtariin” Kebenaran itu dari Rabbmu, maka janganlah engkau menjadi orang-orang yang ragu. (Q.S  Ali Imran 60)

Allah Ta’ala berfirman : “Fattaqullaha wa ashlihu dzaata bainikum, wa athii’ullaha wa rasuulahuu inkuntum mu’miniin”  Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan diantara sesamamu. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang orang yang beriman. (Q.S al Anfaal 1).

Allah berfirman : “Dan ikutilah sebaik baik apa yang telah diturunkan kepadamu (al Qur an) dari Rabb-mu sebelum datang adzab kepadamu secara tiba tiba sedang kamu tidak menyadarinya”  (Q.S az Zumar 55). 

Ketahuilah, Allah Ta’ala telah menjelaskan kepada kita bagaimana keadaan  kebanyakan manusia dalam menjalani hidup di dunia ini, diantaranya adalah :

Pertama : Kebanyakan manusia fasik.
Allah Ta’ala berfirman : “Wa inna katsiiran minan naasi la faasiquun”. Dan sungguh kebanyakan manusia adalah orang yang fasik. (Q.S al Maidah 49).

Allah Ta’ala befirman : “Wa laakinna kasiran minhum faasiquun”. Tetapi banyak di antara mereka orang orang yang fasik. (Q.S al Maidah 81)

Kedua : Kebanyakan manusia menyesatkan dan melampaui batas.
Allah Ta’ala berfirman : “Wainna  katsiiran la yudhilluuna bi ahwaa i-him bi ghairi ‘ilmin inna rabbaka huwa a’lamu bil mu’tadiin”. Dan sungguh, banyak yang menyesatkan orang dengan keinginannya tanpa dasar ilmu. Rabb-mu lebih mengetahui orang yang melampaui batas. (Q.S al An’am 119). 
   
Ketiga : Kebanyakan manusia mengingkari pertemuan dengan Rabb-nya.
Allah Ta’ala berfirman : “Wa inna katsiran minan naasi bi liqaa-i rabbihim lakaafiruun”. Dan sesungguhnya banyak  di antara manusia benar benar mengingkari perteman dengan Rabb-nya. (Q.S ar Ruum 8)

Keempat : Kebanyakan manusia tak bersyukur.
Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya Allah memberikan karunia kepada manusia tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur”. (Q.S al Baqarah 243).

Allah Ta’ala berfirman : “Dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu. (Tetapi) sedikir sekali kamu bersyukur”.  (Q.S al A’raf 10). 

Dan Dialah yang telah menciptakan bagimu pendengaran,penglihatan dan hati nurani, tetapi sedikit sekali kamu bersyukur.   (Q.S al Mu’minun 78). 

Az Zamakhsyari menyebutkan  dalam kitab tafsirnya tentang Umar bin Khaththab yang mendengar doa seseorang.  Dari Umar radhiyallahuanhu, ia mendengar seseorang memanjatkan doa : Ya Allah jadikanlah aku bagian dari orang-orang yang sedikit. Umar terheran heran dan berkata, “Doa apa ini ?” Orang tersebut menjawab : Aku pernah mendengar firman Allah (yang artinya): Sedikit di antara hamba-Ku yang mau bersyukur. Aku pun berdoa pada Allah agar aku termasuk yang sedikit.” Umar pun berkata : Ternyata setiap orang lebih tahu dari Umar.

Mari kita perhatikan keadaan kebanyakan manusia di negeri kita ini yang tak mau patuh mengikuti apa yang Allah perintahkan bagi mereka. Diantara contohnya :

Pertama : Sangatlah banyak manusia melalaikan shalat.
Pada hal Allah telah mengancam orang yang lalai dengan kecelakaan. Allah berfirman : “Fa wailul lil mushalliin. Alladziina hum ‘an shalaatihim saahuun”. Maka kecelakaanlah bagi orang orang yang shalat. (Yaitu) orang orang yang lalai dari shalatnya. (Q.S al Maa-uun 4-5).

Kedua : Sangatlah banyak laki laki yang tak mau shalat ke masjid.
Sungguh Rasulullah dan sahabat senantiasa shalat berjamaah di masjid. Beliau memberi peringatan bagi yang tak mau shalat ke masjid. 

(1) Hadits dari Ibnu Abbas : Rasulullah bersabda : “Man sami’an nadaa-a falam yaktihi falaa shalaata lahu illaa min ‘udzri”. Barangsiapa mendengar panggilan adzan lalu ia tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya (shalatnya tidak sempurna, pen.) kecuali karena ada suatu udzur (halangan) H.R Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).  

(2) Hadits dari Abu Hurairah. Rasulullah bersabda : “ Sungguh aku ingin memerintahkan agar segera dikumandangkan iqamah untuk shalat, lalu aku akan menyuruh salah seorang untuk mengimami sekelompok manusia. Kemudian aku pergi bersama beberapa orang yang membawa seikat kayu bakar menuju orang orang yang tidak  menghadiri shalat berjamaah lalu aku akan membakar rumah rumah mereka” (Mutafaq ‘alaih).
 
Ketiga : Sangatlah banyak wanita yang tak mau menutup aurat.
Pada hal Allah Ta’ala telah memerintahkan mereka untuk menutup aurat, sebagaimana firman-Nya.
 
Pertama : Surat an Nuur 31, Allah berfirman :  
Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya. Dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. 

Kedua : Surat al Ahzaab 59, Allah berfirman :  
Wahai Nabi !. Katakanlah kepada istri istrimu, anak anak perempuanmu dan isteri isteri orang Mukmin hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.  

Lalu kalau begitu keadaannya maka apakah kita masih perlu mengikuti kebanyakan manusia ?. Perhatikanlah firman  Allah  ini : 

Allah berfirman : “Wain tuthi’ aksyara man fil ardhi, yudhilluka ‘an sabilillah. In yattabi’una illazh zhanna wain hum illa yakhrushuun.” Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di muka bumi niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan (kebenaran)  Allah. Mereka hanyalah mengikuti sangkaan belaka. Dan mereka hanyalah berkata bohong. (Q.S al An’am 116).  

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz berkata : Orang yang berakal sehat jangan tertipu dengan kebanyakan manusia. Kebenaran tidak ditentukan karena banyak orang yang melakukannya. Akan tetapi kebenaran adalah syari’at yang diturunkan  Allah kepada Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebagai penutup tulisan ini perhatikanlah hadits berikut ini. Rasulullah bersabda : “Taraktu fiikum amraini lan tadhilluu maa tamassanaktum bi himaa : KITABULLAHI WA SUNNATA RASUULIH”. Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan tersesat selama berpegang kepada keduanya (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. (H.R Imam Malik, al Hakim dan Baihaqi, dishahihkan oleh Syaikh Salim al Hilali).

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.195)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar