Senin, 04 Desember 2017

BACAAN DAN DOA KETIKA BERSIN



BACAAN DAN DOA KETIKA BERSIN

Oleh : Azwir B. Chaniago

Tak ada manusia yang tak pernah bersin dan tak ada pula manusia yang tak pernah mendengar seseorang bersin. Ketahuilah bahwa syari’at Islam telah mengajarkan kepada kita untuk mengambil manfaat ketika bersin dan mendengar saudara yang bersin  yaitu dengan bacaan dan doa yang diajarkan Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam.

Ini adalah sebagaimana yang diajarkan Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam dalam sabda beliau : “Idza ‘athasa ahadukum falyaqul : alhamdulillahi walqul lahu akhuuhu – au shahibuhu - : yarhamukallah, fa idza qaala lahu yarhamukallahu falyaqul : yahdikumullahu wa yushlihu baalakum” . 

Jika salah seorang diantara kalian bersin, hendaklah ia mengucapkan : ALHAMDULILLAH. Jika ia telah mengucapkan (Alhamdulillah) hendaklah saudaranya atau temannya mengucapkan : YARHAMUKALLAH (semoga Allah merahmatimu). Apabila temannya telah mengucapkan : Yarhamukallah maka ucapkanlah YAHDIKUMULLAH WA YUSLIHU BAALAKUM (semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu). H.R Imam Bukhari dari Abu Hurairah.    
         
Hadits diatas mengajarkan beberapa adab yaitu berupa ucapan dan doa ketika mendengar saudara yang bersin.

Pertama : Orang yang bersin hakikatnya telah mendapat nikmat Allah sehingga dengan bersinnya itu keluarlah kotoran melalui hidungnya. Setelah bersin biasanya seseorang menjadi lebih ringan. Sulit membayangkan bagaimana kalau seseorang yang kepingin bersin lalu tertahan beberapa waktu tentulah sangat tidak nyaman.

Oleh karena itu orang (yang sehat) ketika bersin  hendaklah dia mengucapkan kalimat pujian yaitu alhamdulillah sebagai rasa syukurnya kepada Allah Ta’ala. Nah kalau bersin saja kita dianjurkan untuk memuji Allah Ta’ala apalagi ketika mendapat nikmat  lainnya yang sungguh sangatlah banyak jenis dan jumlahnya.  

Kedua : Ketika seorang muslim mendengar saudaranya yang bersin lalu mengucapkan Alhamdulillah, maka hendaklah dia mengucapkan doa : Yarhamukallah, Semoga Allah memberi rahmat kepada engkau. Maksudnya adalah bahwa engkau telah mendapat nikmat dengan adanya bersin itu maka semoga Allah Ta’ala menambahnya dengan memberi  rahmat kepada engkau. 

Lalu bagaimana jika seorang yang bersin tidak mengucapkan : Alhamdulillah ?. Tentang perkara ini perhatikanlah hadits berikut : “Ada dua orang yang bersin di sisi Nabi Salallahu ‘alaihi wasallam maka Nabi mengucapkan “yarhamukallah” kepada yang satunya dan Nabi tidak mengucapkan “yarhamukallah” kepada yang satunya lagi. 

Maka orang yang tidak diucapkan yarhamukallah bertanya, seraya berkata : “Ya Rasulullahi, syammatta haddzaa, wa lam tusyammitnii”. Ya Rasulullah, engkau mengucapkan yarhamukallah kepada si Fulan adapun kepada aku tidak ?.  Maka Nabi bersabda :  “Inna hadzaa hamidallaha wa lam tahmadillahi”.  Si Fulan tadi tatkala bersin mengucapkan Alhamdulillah adapun engkau tidak mengucapkan Alhamdulillah. (H.R Imam Muslim). 

Jadi kalau ada orang bersin dan tidak mengucapkan Alhamdulillah maka kita tidak mendoakan dengan yarhamukallah. 

Nah berdasarkan hadits diatas maka jika setelah didoakan dengan yarhamukallah maka orang yang bersin tadi disunahkan mendoakan dengan : “Yahdikumullah wa yushlihu baa lakum”.  Semoga Allah memberi hidayah kepadamu dan semoga Allah memperbaiki urusanmu.  

Lalu bagaimana ketika shalat ?. Jika seseorang bersin dalam shalat maka tetap disunahkan baginya untuk mengucapkan Alhamdulillah akan tetapi dengan suara lirih. Orang lain yang sedang shalat tidak boleh menjawabnya dengan mengucapkan yarhamukallahu. Kenapa ?, karena dalam shalat dilarang berbicara dengan orang lain dan dalam ucapan yarhamukallah ada bentuk berbicara dengan orang lain. Lalu ini berbeda dengan orang yang bersin yang mengucapkan Alhamdulillah karena sesungguhnya dia sedang memuji Allah dan bukan berbicara dengan orang lain. 

Dalam sebuah hadits shahih disebutkan : Dari Mu’awiyah bin al Hakam as Sulami, dia berkata : Ketika aku shalat bersama Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa sallam, tiba tiba ada seorang laki laki dari jamaah shalat yang bersin lalu aku mengucapkan yarhamukallah (semoga Allah memberimu rahmat). Maka seluruh jamaah mengarahkan pandangannya kepadaku. Aku berkata : Ibuku kehilangan anaknya !. Ada apa gerangan dengan kalian ?. Kenapa kalian memandang kepadaku ?. Mereka menepuk nepukkan tangan kepaha  mereka. Tatkala aku tahu mereka menginginkan aku diam akupun diam.  

Tatkala Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam selesai shalat, maka sungguh –ayah dan ibuku sebagai tebusan untuk menebus Rasulullah-, aku belum pernah bertemu seorang pendidik sebelumnya maupun sesudahnya yang lebih baik pengajarannya dari beliau. Demi Allah !. Beliau tidak menghardikku, tidak memukul dan tidak memakiku. Beliau bersabda : “Sesungguhnya shalat ini, tidak dibolehkan di dalamnya ada percakapan manusia, karena shalat itu hanyalah tasbih, takbir dan membaca al Qur an.” (H.R Imam Muslim).

Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi Salallahu ‘alaihi wasallam tidak menegur sahabat yang bersin dan memuji Allah Ta’ala dalam shalat, akan tetapi beliau menegur Mu’awiyah  bin al Hakam  as Sulami yang mengucapkan yarhamukallahu.

Itulah sebagian bacaan dan doa ketika bersin yang diajarkan Rasulullah. Tentu sangatlah baik untuk kita amalkan karena Rasulullah yang mengajarkan. Insya Allah ada manfaatnya untuk kita semua. Wallahu A’lam. (1.180).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar