Minggu, 06 Agustus 2017

SIKAP SABAR TAK MEMILIKI BATAS



SIKAP SABAR TAK BOLEH MEMILIKI BATAS

Oleh : Azwir B. Chaniago

Ketahuilah bahwa  memelihara sikap sabar adalah kewajiban bagi setiap hamba. Allah berfirman : “Ya aiyuhal ladzina aamanushbiruu wa shaabiruu wa raabithuu wattaqullaha la’allakum tuflihuun Wahai orang orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu  dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Q.S Ali Imran 200). 
   
Imam Hasan al Bashri berkata : Mereka diperintahkan agar bersabar di atas agama yang telah Allah Ta’ala ridhai untuk mereka yaitu agama Islam. Jangan sampai mereka meninggalkannya dengan sebab senang atau susah, sengsara atau sejahtera, sehingga mereka mati dalam keadaan sebagai orang Islam. Dan agar mereka menambah kesabaran menghadapi musuh musuh yang menyembunyikan agama mereka (Tafsir Ibnu Katsir).

Syaikh as Sa’di berkata : Allah menganjurkan orang beriman kepada apa yang menyampaikan mereka kepada kemenangan  yaitu keberhasilan dengan memperoleh kebahagian dan kesuksesan. Dan bahwa jalan yang menyampaikan kepada hal itu adalah KONSISTEN TERHADAP KESABARAN. Menahan diri dari perkara perkara yang dibenci berupa meninggalkan kemaksiatan serta bersabar atas musibah dan terhadap perkara perkara yang berat bagi jiwa. Allah memerintahkan mereka untuk bersabar atas semua itu. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Lalu apa makna sabar. Imam Ibnul Qayyim dalam Kitabnya Madarijus Saalikin menjelaskan bahwa secara etimologi sabar itu bermakna menahan atau mencegah.

Secara istilah kata beliau makna sabar adalah : (1) Menahan diri dari berputus asa (2) Menahan amarah jiwa (3) Mencegah lisan dari mengeluh (4) Mencegah anggota badan untuk berbuat mungkar.

Sungguh amatlah tinggi kedudukan orang yang memiliki sifat sabar karena dia dijanjikan Allah Ta’ala untuk   mendapat pahala yang tidak terbatas.  Sulaiman bin Qashim berkata : Setiap amalan dapat diketahui ganjarannya kecuali kesabaran yang ganjarannya seperti air mengalir. Kemudian beliau membacakan firman Allah Ta’ala : “Innama yuwaffash shaabiruuna ajrahum bighairi hisaab”    Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah  yang disempurnakan pahala mereka tanpa batas (Q.S az  Zumar 10)

Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata : Adapun kesabaran, pahalanya berlipat ganda tidak terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa ganjarannya sangat besar sekali hingga tak mungkin bagi seorang insan untuk membayangkan pahalanya karena tidak bisa dihitung dengan bilangan. Bahkan juga, pahala sabar termasuk pahala yang maklum diisi Allah tanpa bisa dibatasi. Tidak pula dapat disamakan dengan mengatakan satu kebaikan dilipat gandakan sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat.  Kesabaran itu pahalanya tanpa batas. (Syarah Riyadush Shalihin).

Berbicara tentang sabar memang banyak orang yang tak sabaran. Ketika  dizhalimi sedikit saja dia berkata : Kalau begini bisa habis kesabaran saya. Saya harus membalas. Apakah harus sabar terus ?. Ketahuilah bahwa sabar adalah tanpa batas. Tak boleh habis. Harus ada terus dalam diri seorang hamba. 

Ketahuilah bahwa  surat az Zumar ayat 10 diatas disebutkan bahwa :  orang-orang yang bersabarlah  yang disempurnakan pahala mereka tanpa batas. Nah, ketika pahala sabar adalah tanpa batas maka konsekwensinya adalah bahwa kesabaran itu sendiri haruslah juga tanpa batas.
 
Oleh karena itu seorang hamba jika berhadapan dengan berbagai kesulitan atau kezhaliman maka jangan hanya menyediakan kesabaran beberapa kardus tapi siapkan pabrik sabar. Jika sabar habis maka diproduksi lagi sabarnya. Caranya adalah dengan selalu menjaga ketakwaan dan terus menerus mengingat keutamaan yang dijanjikan Allah Ta’ala bagi   orang orang yang sabar. 

Diantara keutamaannya adalah sebagaimana dimaksud dalam firman Allah yaitu  terkumpulnya tiga kebaikan berkah yang sempurna, rahmat dan petunjuk bagi orang yang bersabar.

Allah berfirman : “Dan sungguh Kami akan berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah buahan dan berilah kabar gembira kepada orang orang yang sabar.    
(Yaitu) orang orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan : Inna lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang orang yang mendapat petunjuk. (Q.S al Baqarah 155-157).

Oleh karena itu maka seorang hamba akan selalu  memelihara sikap sabar terus menerus tanpa batas sampai kapanpun yaitu dengan mohon pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.091).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar