Sabtu, 19 Agustus 2017

MELAKUKAN MAKSIAT DIKALA SENDIRI AKAN MENGHAPUS AMAL



MELAKUKAN MAKSIAT DI KALA SENDIRI 
AKAN MENGHAPUS AMAL

Oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh maksiat yang dilakukan seseorang akan membinasakan dirinya. Oleh sebab itu orang orang beriman pastilah berusaha menjauhi setiap maksiat sekecil apapun. Tetapi manusia memiliki : 

(1)  Hawa nafsu yang cenderung kepada keburukan. Allah berfirman :   “Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Rabb-ku. Sesungguhnya Rabb-ku Maha Pengampun, Maha Penyayang”. (Q.S Yuusuf 53).

(2) Juga syaithan yang selalu berusaha  menggelincirkan manusia agar melakukan maksiat. Allah berfirman : Sungguh, syaithan itu musuh bagimu maka perlakukanlah dia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang bernyala nyala”. (Q.S Faatir 6).

Sementara itu ada penghambat bagi orang beriman untuk melakukan maksiat yaitu iman dan rasa takutnya kepada Allah Ta’ala. 

Selain itu RASA MALU juga menjadi penghalang bagi seseorang untuk bermaksiat. Cuma saja ada orang orang yang memang memiliki rasa malu untuk berbuat maksiat dihadapan orang lain. Tetapi sebagian mereka berani dan tidak malu untuk melakukan maksiat ketika dalam kesendiriannya yaitu ketika tak ada yang melihat.

Bisa jadi rasa malu seseorang hilang untuk berbuat maksiat ketika : 

(1) Ada kesempatan berdua-an dengan yang bukan mahramnya. 

(2) Bisa jadi juga ketika ada kesempatan mengambil harta orang lain tanpa hak karena tidak ada yang melihat. 

(3) Bisa jadi juga ketika berinteraksi dengan fasilitas komunikasi melalui media sosial yang terkadang menampilkan gambar, photo atau video mesum dan tak senonoh lalu dilihat dan dinikmati ketika bersendirian. Nampaknya yang satu ini paling besar potensinya untuk bermaksiat dikala sendirian.

Ketika bermaksiat di saat sendirian tak ada manusia yang melihat tetapi mungkin mereka lupa bahwa Allah Ta’ala senantiasa melihat apapun, dimana pun dan kapan pun  mereka melakukan maksiat. Allah berfirman : 

Pertama : “Wallahu bi maa ta’maluuna bashiir”. Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan. (Q.S al Baqarah 265)

Kedua : “Wallahu bashiirun  bil ‘ibaad”. Dan Allah Maha Melihat akan hamba hamba-Nya. (Q.S Ali Imran 15)

Ketiga : “Innallaha kaana samii’an bashiiraa”. Sungguh Allah Maha Mendengar, Maha Melihat (Q.S an Nisa’ 58)

Imam Ibnul Qayyim berkata : Al Bashiir adalah yang yang sempurna penglihatan-Nya. Dia melihat perincian penciptaan seekor semut kecil dan anggota tubuhnya, daging, darah, otak dan urat uratnya. Dia melihat semut yang melata di atas batu hitam kelam pada malam yang gelap gulita. (Thariiqu al Hijratain).

Ketahuilah bahwa ternyata melakukan maksiat di kala sendiri bukan hanya mendatangkan dosa TETAPI BISA MENGHAPUS PAHALA.  Dosa datang dan pahala amal hilang. Sungguh Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasalam dengan sangat jelas telah mengingatkan kita tentang perkara ini.

Beliau bersabda : ”Sungguh akan datang sekelompok kaum dari umatku pada hari Kiamat dengan membawa kebaikan yang banyak semial gunung yang amat besar. ALLAH MENJADIKAN KEBAIKAN MEREKA BAGAIKAN DEBU YANG BERTEBARAN”. Tsauban bertanya : Terangkanlah sifat mereka kepada kami wahai Rasulullah agar kami tidak seperti mereka. Rasulullah menjawab : “Mereka masih saudara kalian, dari jenis kalian dan mereka mengambil bagian mereka di waktu malam sebagaimana kalian juga, HANYA SAJA MEREKA APABILA MENYENDIRI MENERJANG KEHARAMAN KEHARAMAN (yang telah  ditetapkan) ALLAH”. (H.R Ibnu Majah, dishahikan oleh Syaikh al Albani dalam ash Shahihah).

Oleh karena maka seorang hamba haruslah menjaga diri agar tidak jatuh kepada kemaksiatan baik dihadapan ramai maupun dalam kesendirian. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.096)        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar