Sabtu, 16 September 2017

TAK USAH MENGHARAP BALASAN DARI MANUSIA



TAK USAH MENGHARAP BALASAN DARI MANUSIA

Oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh Allah Ta’ala telah menyuruh manusia untuk berbuat baik kepada sesamanya. Allah berfirman : “Wa ahsin kamaa ahsanallahu ilaika” Berbuat  baiklah (kepada manusia) sebagai mana Allah telah berbuat baik kepadamu. (Q.S al Qashash 77).

Oleh karena itu setiap hamba hendaklah selalu berusaha untuk berbuat baik  terutama kepada saudara saudara sesama muslim.  Sangatlah banyak cara untuk berbuat baik kepada orang lain seperti : (1) Membantu dengan harta. (2) Membantu dengan tenaga. (3) Membantu dengan memberi perlindungan. (4) Membantu dengan ilmu dan nasehat yang baik. Dan yang satu ini terkadang bisa jadi lebih berharga dari bantuan harta dan tenaga. (5) Membantu dengan doa dan lain sebagainya.

Sungguh Allah Ta’ala menyukai orang orang yang berbuat baik. Allah berfirman : Allah berfirman : “Innallaha yuhibbul muhsiniin”  Sesungguhnya Allah mencintai orang orang yang berbuat kebaikan. (Q.S al Baqarah 195 dan al Maidah 13).

Namun demikian ingatlah bahwa berbuat baik kepada orang lain HARUSLAH DALAM RANGKA MEMENUHI PERINTAH ALLAH, MENGHARAPKAN RIDHA-NYA SEMATA.  
Sekiranya tidak demikian maka perbuatan baik tak banyak manfaat bahkan bisa  mendatangkan kerugian, diantaranya :

Pertama : Merusak keikhlasan dan mendatangkan riya’.
Seseorang yang melakukan kebaikan haruslah semata mata karena Allah.  Hanya karena mengharapkan pahala dan balasan dari-Nya. Jagalah keikhlasan dalam setiap perbuatan baik agar bernilai disisi-Nya. 

Allah berfirman : “Illabtighaa-a wajhi rabbihil a’laa.” Tetapi (ia memberi itu semata mata) karena mencari keridhaan Rabbnya yang Mahatinggi (Q.S al Lail 20). 

Sebuah ungkapan menyebutkan bahwa jika engkau telah berbuat kebaikan buanglah kelaut. Maksudnya tidak perlu disebut sebut, jangan diungkit ungkit. Lupakan saja. Insya Allah kebaikan itu akan tetap ada pada catatan amal kita sampai hari Kiamat.  

Kedua :Mendatangkan kekecewaan dan kesedihan.
Jika seseorang  berharap balasan dari manusia ujung-ujungnya adalah kekecewaan  bahkan kesedihan. Ketahuilah bahwa manusia itu sedikit sekali yang mau berterima kasih. Jangankan berterima kasih kepada sesama manusia, berterima kasih (baca : bersyukur)   kepada Allah   masih sangat banyak manusia yang tidak melakukannya. Allah berfirman : “Wa qaliilun min ‘ibaadiayas syakuur.” Dan sedikit sekali dari hamba hamba-Ku yang bersyukur (Q.S Saba’ 13). 

Padahal Allah telah memberikan nikmat yang sangat  banyak dan tidak terhitung jumlah dan jenisnya. Allah berfirman : Wa aataakum min kulli maa sa-altumuuh Wain ta’uddu ni’matallahi laa tuhsuha. Innal insaana lazhaluumun kaffar”. Dan Dia telah memberikan kepadamu segala yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah) Q.S Ibrahim 34.

Perhatikanlah firman Allah dalam surat al Insaan ayat 8 dan 9, berikut ini : Wa yuth’imuunath tha’ama ‘ala hubbihii miskinan wa yatiiman wa asiiraa. Innama nuth’imukum li wajhillahi, la nuriidu minkum jazaa-a walaa syukuuraa”. Dan memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyak untuk mengharapkan keridhaan Allah. Kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.

Selain itu sekiranya kita mengharapkan balasan dari manusia maka ketahuilah bahwa kemampuan manusia, dalam segala perkara,  sangatlah terbatas. Sehingga sering mendatangkan kekecewaan bahkan kesedihan ketika kebaikan tak dibalas.
Oleh karena itu berbuat baiklah karena : (1) Memenuhi perintah Allah untuk berbuat baik. (2) Dengan mengharapkan balasan dan ridha-Nya, dan (3) Tidak mengharap balasan dari manusia. 

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.121)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar