Senin, 04 September 2017

SYAIKH BIN BAZ DAN SYAIKH UTSAIMIN TENTANG SHALAT BERJAMAAH



SYAIKH BIN BAZ DAN SYAIKH UTSAIMIN
 TENTANG SHALAT BERJAMAAH

Oleh : Azwir B. Chaniago

Orang orang beriman mewajibkan dirinya untuk selalu patuh  kepada Allah dan Rasul-Nya terlebih lagi dalam cara cara beribadah dan terutama sekali ibadah shalat. Tentang kewajiban shalat dan  kewajiban shalat berjamaah sangatlah banyak perintahnya dalam syariat Islam. Diantaranya sebagaimana dimaksud dalam firman Allah : “Wa aqimussh shalaata wa aatuz zakaata war ka’uu ma’arraaki’in”.  Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah bersama orang yang rukuk. (Q.S al Baqarah 43).

Imam Ibnu Katsir menjelaskan tentang ayat ini bahwa : Hendaklah kalian bersama orang orang beriman dalam berbagai perbuatan mereka yang terbaik. Dan yang paling utama dan sempurna dari semua itu adalah shalat. Dan banyak ulama yang menjadikan ayat ini sebagai dalil bagi diwajibkannya shalat berjamaah. (Tafsir Ibnu Katsir).

Syaikh Abdurrahman  bin Nashir as Sa’di dalam kita Tafsirnya menjelaskan : “Dan rukuklah bersama orang  yang rukuk” maksudnya shalatlah bersama orang orang yang shalat. Dalam hal ini ada suatu perintah untuk shalat berjamaah dan kewajibannya.

Ketahuilah bahwa  yang dimaksud shalat berjamaah yang syar’i  dan sesuai petunjuk adalah shalat bersama imam di masjid. Bukan di rumah meskipun di sebagian ruangan rumah di adakan tempat shalat yang khusus.

Selanjutnya dibawah ini dinukilkan fatwa atau pendapat dua  ulama besar Saudi Arabia tentang kewajiban shalat berjamaah di masjid.

Pertama : Syaikh Abdul Aziz bin Baz.
Ada satu kisah yaitu tentang Syaikh Abdul Aziz bin Baz, seorang ulama besar Saudi Arabia, bekas Rektor Universitas Islam Madinah, bekas Ketua Lajnah Daimah yaitu Dewan Tetap Urusan Riset dan Fatwa  dan juga bekas Mufti Besar Kerajaan Saudi Arabia. Beliau  wafat tahun 1420 H/2000 M.

Pada suatu kali beliau bersama beberapa tamu penting lainnya diundang oleh salah satu Duta Besar di Riyadh untuk berbuka puasa Ramadhan di rumah Duta Besar.
Selesai berbuka puasa, ketika hendak shalat maghrib maka tuan rumah berkata kepada Syaikh   : Kita shalat di rumah dengan berjamaah, wahai Syaikh. Mendengar itu Syaikh bin Baz terdiam sejenak lalu memukulkan tongkatnya ke tanah dan bangkit seraya berkata : “Man sami’an nadaa-a falam yaktihi falaa shalaata lahu illaa min ‘udzri”. Barangsiapa mendengar panggilan adzan lalu ia tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya kecuali karena ada suatu udzur (halangan) H.R Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).   

Syaikh melanjutkan perkataannya : Berdirilah dan pergilah ke masjid. Maka orang orang semua berdiri dan melakukan shalat berjamaah di Masjid. (Dari Kitab Akhlak dan Keutamaan Syaikh bin Baz)

Kedua : Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin.
Beliau adalah seorang Ulama Besar  Kerajaan Saudi Arabia (wafat 1421 H/2001 M). Syaikh Utsaimin pernah ditanya tentang shalat berjamaah (bagi laki-laki) di rumah ataukah  di masjid bersama imam, maka beliau memberikan fatwa : Kami menasehatkan kepada yang bertanya agar bertakwa kepada Allah  dan melaksanakan shalat berjamaah bersama kaum muslimin di masjid masjid. Karena pendapat yang rajih diantara ahli ilmu adalah bahwa shalat  (fardhu) berjamaah wajib di masjid kecuali ada udzur syar’i. 

Rasulullah bersabda : “ Sungguh aku ingin memerintahkan agar segera dikumandangkan iqamah untuk shalat, lalu aku akan menyuruh salah seorang untuk mengimami sekelompok manusia. Kemudian aku pergi bersama beberapa orang yang membawa seikat kayu bakar menuju orang orang yang tidak  menghadiri shalat berjamaah lalu aku akan membakar rumah rumah mereka” (Mutafaq ‘alaih).

(Dari Maj’mu’ Fatawa Syaikh Utsaimin dengan diringkas).

Kita mengetahui bahwa Rasulullah memiliki pribadi yang sangat lembut. Namun jika orang orang melalaikan shalat berjamaah ke masjid maka beliau  marah bahkan mengancam untuk membakar rumah rumah mereka. Kenapa beliau marah. Ini tentulah karena demikian penting dan banyaknya keutamaan shalat berjamaah di masjid bagi laki laki.

Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita semua untuk senantiasa shalat berjamaah di masjid. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.113)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar