Rabu, 25 November 2020

JANGAN HITUNG HITUNGAN MEMBELANJAKAN HARTA UNTUK KEDUA ORANG TUA

 

JANGAN HITUNG HITUNGAN MEMBELANJAKAN HARTA UNTUK KEDUA ORANG TUA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh berbuat baik atau berbakti kepada kedua orang tua adalah WAJIB DALAM SYARIAT ISLAM. Allah Ta’ala berfirman :

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan HENDAKLAH BERBUAT BAIK KEPADA IBU-BAPAK. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya PERKATAAN AH dan janganlah engkau MEMBENTAK KEDUANYA. Dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.  (Q.S al Isra’ 23).

 

Allah Ta’ala berfirman :

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan KEPADA KEDUA ORANG TUAMU. Hanya kepada-Ku kembalimu. (Q.S Luqman 14).

Diantara cara berbuat baik kepada orang tua yang masih hidup adalah dengan memeliharanya dan membelanjakan harta untuk kebutuhannya. Nah, ketika memberi, membelanjakan atau mengeluarkan harta untuk kebutuhan orang tua maka anak anak sangat dianjurkan untuk TIDAK HITUNG HITUNGAN. Jangan pelit. Ini termasuk bagian penting dalam berbuat baik kepada orang tua.

Ingatlah bahwa ketika orang tua memelihara dan membesarkan anak anaknya, dengan penuh kasih sayang, orang tua tak pernah hitung hitungan dalam memenuhi kebutuhan anak. Bahkan orang tua  rela bekerja keras dan terkadang harus berhutang disana sini bisa jadi juga  dengan menjual  sebagian harta yang dimiliki.

Diantara contoh yang sederhana adalah ketika anak masih kecil, butuh minum susu, orang tua tak pernah hitung hitungan untuk membeli susu yang berkualitas baik. Dan juga tak pernah ada niat orang tua  untuk  membeli susu separo saja dari yang  butuhkan anaknya karena hitung hitungan.

Jika orang tua kita hitung hitungan dalam memelihara dan membiayai kita maka bisa jadi kita keadaan kita tak sebaik sekarang. Mungkin saja fisik kita lemah, otak tidak encer karena kekurangan gizi dan tak mendapat perawatan sepantasnya ketika sakit. Wallahu A’lam.  

Oleh karena itu SANGATLAH TIDAK PANTAS jika anak hitung hitungan atau pelit dalam mengeluarkan uang untuk memenuhi kebutuhan orang tua terutama dimasa tuanya. Terkadang memang ada orang tua yang masih punya penghasilan di masa tua namun tetap merupakan kewajiban seorang anak  untuk memeliharanya dan membantunya dengan harta atau uang.

Sungguh, sedikitpun tak ada ruginya seorang anak membelanjakan harta  untuk memelihara dan memenuhi kebutuhan orang tuanya. Ketahuilah bahwa berinfak atau  membelanjakan harta TERBAIK adalah untuk orang tua.

Memang ada sebagian orang yang terkadang sangat mudah mengeluarkan uangnya untuk mengajak makan minum teman temannya di hotel bintang lima. Namun ketika harus mengeluarkan uang untuk orang tuanya mereka hitung hitungan. Ingatlah, apa yang telah diberikan teman teman itu kepadanya dan bandingkan dengan pengorbanan orang tua kepadanya.  

Perhatikanlah bahwa dalam ayat berikut ini Allah Ta’ala memerintahkan  bahwa dalam berbuat baik PERTAMA SEKALI KEPADA ORANG TUA setelah barulah  kepada yang lainnya. Allah Ta’ala berfirman :

۞ وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. DAN BERBUAT BAIKLAH KEPADA KEDUA ORANG TUA, karib kerabat, anak anak yatim, orang orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh Allah tidak suka kepada orang yang sombong dan membanggakan diri. (Q.S an Nisa’ 36).

Syaikh as Sa’di berkata : Setelah Allah memerintahkan (para hamba-Nya) untuk beribadah kepada-Nya dan menunaikan hak hak-Nya, lalu Allah memerintahkan untuk menunaikan hak hak hamba-Nya YANG PALING DEKAT LALU YANG DEKAT.

Allah Ta’ala berfirman : “Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua” yaitu berbuat baiklah kepada mereka dengan perkataan yang mulia, percakapan yang lembut, tingkah laku yang luhur, dengan mentaati perintah keduanya, meninggalkan larangan keduanya, MEMBERI NAFKAH KEPADA KEDUANYA, memuliakan orang orang yang ada hubungan dengan keduanya dan menjalin silaturahim dengan orang orang yang tidak ada bagimu hubungan silaturrahmi itu kecuali karena keduanya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (2.129)   

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar