Selasa, 06 Februari 2018

SYAITHAN MENGHALANGI MANUSIA KE JALAN YANG LURUS



SYAITHAN MENGHALANGI MANUSIA KE JALAN YANG LURUS

Oleh : Azwir B. Chaniago

Syaithan adalah musuh bagi manusia yang harus diwaspadai  agar manusia bisa selamat dari api neraka. Allah berfirman : “Sungguh syaithan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala nyala”. (Q.S Faatir 6). 

Syaikh as Sa’di berkata : Maksudnya adalah agar permusuhan syaithan terhadap kalian (haruslah)  menjadi perhatian. Janganlah kalian meremehkan serangannya yang bisa terjadi setiap waktu. Dia bisa melihat kalian dan kalian tidak bisa melihatnya dan dia selalu mengintai kalian. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Ketahuilah bahwa iblis telah bersumpah untuk menyesatkan manusia sehingga bisa menemani mereka di neraka kelak. Allah berfirman : “(Iblis) menjawab : Karena Engkau telah menyesatkan aku pasti aku akan selalu menghalangi mereka (manusia) dari jalan-Mu yang lurus”. (Q.S al A’raaf  16). 

Diantara penjelasan ulama tentang ayat ini adalah  :

Pertama : “Iblis menjawab : Karena engkau telah menghukumku tersesat”.  Maknanya adalah Engkau telah menjadikan aku tersesat. (Ibnu Abbas sebagaimana dinukil dalam Aisar at Tafaasir). 

Kedua : Maka saya benar benar akan (menghalangi) mereka dari jalan yang lurus. Imam Ibnu Katsir berkata : Jika diterjemahkan secara makna perkata, maka terjemahannya adalah : Saya akan benar benar duduk untuk mereka di jalan-Mu yang lurus. Maksud duduk di jalan tersebut adalah terus menerus berada di jalan tersebut untuk menghalangi mereka. Dan ini adalah sumpah iblis untuk menyesatkan manusia. Iblis benar benar akan menghalang halangi umat manusia untuk menuju Allah Ta’ala yang lurus.  Jalan-Mu yang lurus adalah seluruh jalan menuju kebenaran dan dan keselamatan.  (Tafsir Ibnu Katsir).

Kalau kita perhatikan keadaan sebagian besar manusia memang tersesat diataranya adalah karena perbuatan syaithan yang menggelincirkannya dari jalan yang lurus. Perhatikanlah peringatan Allah Ta’ala dalam firman-nya berikut ini : “Dan sungguh, ia (syaithan itu) telah menyesatkan sebagian besar diantara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti ?”. (Q.S Yaasin 62).  

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al Jibrin mengingatkan kita bahwa : “Syaithan dengan berbagai cara mengajak manusia kepada keburukan. Dan sedikit yang bisa selamat dari musuh yang bernama syaithan ini, kecuali orang orang mukmin yang ikhlas.” 

Allah berfirman : “Dan sungguh, mereka (syaithan syaithan itu) benar benar menghalang halangi mereka dari jalan yang benar sedangkan mereka menyangka bahwa mereka telah mendapat petunjuk”. (Q.S az Zukhruf 37).

Selanjutnya perhatikanlah peringatan Rasulullah tentang bahaya besar perbuatan syaithan untuk menghalangi manusia dari jalan yang lurus, jalan kebaikan. Beliau bersabda : Dari Sabrah bin Abi Faakih dia berkata bahwa Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya syaithan duduk untuk menghalang halangi seorang anak Adam dari berbagai jalan. Syaithan duduk menghalangi jalan untuk masuk Islam. Syaithan berkata, (Apakah)  kamu masuk ke dalam Islam dan kamu tinggalkan agamamu. Agama bapak bapakmu dan agama nenek moyangmu ?.

Anak Adam tersebut tidak mentaatinya kemudian dia masuk Islam. Kemudian syaithan pun menghalangi jalan untuk berhijrah dan dia berkata : (Apakah) kamu akan berhijrah dan kamu meninggalkan bumi dan langitmu ?.  Sesungguhnya perumpamaan orang berhijrah adalah seperti kuda yang diikat dengan tali. (maknanya hijrah itu sangatlah berat, pen.). Kemudian anak Adam tersebut tidak mentaatinya dan terus berhijrah. 

Kemudian syaithan duduk  menghalangi jalan untuk berjihad. Syaithan berkata : (Apakah) kamu akan berjihad ?. Jihad itu adalah perjuangan dengan jiwa dan harta. Engkau berperang dan nanti kamu terbunuh dan istrimu akan dinikahi (orang lain) dan hartamu akan dibagi bagi. Kemudian anak Adam tersebut tidak mentaatinya dan terus berjihad. 

Kemudian Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : Barangsiapa yang melakukan hal tersebut maka Allah berkewajiban untuk memasukkannya ke surga … (H.R an Nasa’i, disahihkan oleh Syaikh al Albani).

Ketahuilah bahwa ketika syaithan itu berusaha menghalangi atau menyesatkan manusia dari jalan yang lurus, ternyata syaithan juga mengajak teman temannya untuk membantu. Allah Ta’ala berfirman :  “Dan teman teman mereka (yaitu orang kafir dan orang fasik) membantu syaithan syaithan dalam menyesatkan dan mereka tak henti hentinya (untuk menyesatkan). (Q.S al A’raf 202) 
 
Namun demikian ketahuilah bahwa :

Pertama : Syaithan itu tak ada kemampuannya menyesatkan orang beriman.
Allah berfirman : “Sungguh, syaithan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Rabb-nya). Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang mempersekutukannya dengan Allah.”  (Q.S an Nahal 99-100).

Kedua :  Tipu daya syaithan itu lemah.
Sungguh Allah Ta’ala telah menjelaskan bahwa sebenarnya tipu daya syaithan itu amatlah lemah. Allah berfirman : “Inna kaidasy syaithaani kaana dha’iifa”. Sesungguhnya tipu daya syaithan itu lemah.(Q.S an Nisa’ 76). 

Syaikh as a’di berkata : Dan syaithan meskipun tipu dayanya telah banyak dan berbagai macam, namun semuanya itu sangatlah lemah yang sama sekali tidak akan mengalahkan sekecil apapun kebenaran dan tidak pula terhadap siasat Allah bagi hamba hamba-Nya yang beriman. (Tafsir Taisir Karimir Rahman)

Oleh karena itu mari kita lawan musuh ini antara lain dengan cara memperkokoh iman, selalu beramal shalih dan selalu memohon perlindungan kepada Allah. Sungguh Allah Ta’ala berfirman : “Dan jika syaithan datang menggodamu maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Sesungguhnya orang yang bertakwa apabila mereka dbayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari syaithan mereka pun segera ingat kepada Allah maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan kesalahannya).  (Q.S al A’raf 200-201).

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.230)  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar