Senin, 26 Februari 2018

BANYAK KEBAIKAN BAGI YANG SELALU BERISTIGHFAR



BANYAK KEBAIKAN BAGI  YANG SELALU BERISTIGHFAR

Oleh : Azwir B. Chaniago

Istighfar (Arab : إستغفار, Istiġfār) atau Astaghfirullah (أستغفر اللهʾastaġfiru l-lāh) adalah tindakan meminta maaf atau memohon keampunan kepada Allah yang dilakukan oleh umat Islam. Hal ini merupakan perbuatan yang diperintahkan dan sangat utama  di dalam ajaran Islam. Tindakan ini secara harfiah dilakukan dengan mengulang-ulang perkataan dalam bahasa Arab astaghfirullah, yang bermakna : Saya memohon ampunan kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala.


Hakikat istighfar dalam Islam  adalah seseorang yang selalu memohon ampunan atas kesalahan dan dosa serta terus berusaha untuk menaati perintah Allah dan tidak melakukan yang dilarang-Nya.  Ketika pada satu waktu  dia melakukan dosa, maka istighfar adalah titik tolak baginya untuk bertekad tidak mengulangi perbuatannya.

Bahwa istighfar atau memohon ampun BUKAN HANYA karena seseorang telah melakukan kesalahan sehingga dosanya diampuni jika Allah Ta’ala berkehendak. Ketahuilah bahwa istighfar memiliki manfaat yang banyak bagi orang orang yang melazimkan mengucapkannya pada setiap kesempatan.

Imam al Qurtubi dalam kitab tafsirnya menyebutkan dari Ibnu Subaih bahwa :

Pertama : Ada seorang yang mengadukan musim paceklik kepada Imam Hasan al Bashri, maka Imam Hasan al Bashri berkata : Istighfarlah engkau kepada Allah.
Kedua : Ada pula yang mengadukan keadaannya yang miskin dan minta di doakan agar diberi harta. Imam Hasan al Bashri berkata : Istighfarlah engkau kepada Allah.
Ketiga : Ada pula yang minta  didoakan agar dia memperoleh anak karena sudah lama menikah belum memperoleh anak. Imam Hasan al Bashri berkata : Istighfarlah engkau kepada Allah.
Keempat :  Ada pula yang mengadu bahwa kebunnya kekeringan karena hujan sudah lama tidak turun. Imam Hasan al Bashri berkata : Istighfarlah engkau kepada Allah.
Melihat hal itu Rabi’ bin Subaih bertanya : Wahai Imam (Hasan al Bashri), tadi orang orang datang kepada engkau untuk mengadukan berbagai permasalahan dan kebutuhannya yang berbeda beda. Tapi engkau menyuruh semuanya untuk memohon ampun kepada Allah. Mengapa begitu ?

Imam Hasan al Bashri menjawab : Sungguh aku tidak menjawab dari diriku tapi Allah yang telah menyebutkan dalam firmanNya agar semuanya senantiasa beristighfar. Lalu Imam Hasan al Bashri membacakan surat Nuh ayat 10 dan 12 : “Maka aku katakan kepada mereka : Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan kepadamu dengan lebat dan memperbanyak harta dan anak anakmu, dan mengadakan untukmu kebun kebun dan mengadakan (pula di dalamnya)  untukmu sungai sungai.”

Sungguh Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan kabar gembira bagi orang orang beriman yang senantiasa beristighfar. 

Pertama : Allah akan membuka jalan baginya dari berbagai kesulitan dan kegundahan dari arah yang tidak disangka.
Rasulullah bersabda :  “Man aktsara minal istighfaari ja’alallahu lalu min kulli hammin farajaa, wa min kulli dhiiqin makhraja, wa yarzuquhu min haitsu la yahtasib”. Barang siapa yang memperbanyak istighfar, Allah Ta’ala akan menjadikan baginya kelapangan  dari setiap kegundahan dan jalan keluar dari setiap kesempitan. Dan Allah Ta’ala akan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka sangka. (H.R  Imam Ahmad) 

Kedua : Bahwa ketika seseorang senantiasa meminta ampun dan bertaubat maka tentulah mendatangkan kebaikan yang banyak, diantaranya adalah sebagaimana firman Allah Ta’ala :  “Dan hendaklah kamu memohon ampun kepada Rabb-mu dan bertaubat kepada-Nya niscaya Dia akan memberikan kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan”. (Q.S Huud 3).

Syaikh as Sa’di berkata : “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu”, dari dosa dosa yang kamu kerjakan “dan bertaubat kepada-Nya”. Pada (sisa) umurmu yang kamu hadapi dengan kembali dan mendekatkan diri kepada-Nya, meninggalkan sesuatu yang dibenci-Nya kepada sesuatu yang dicintai dan diridhai-Nya.

Kemudian Allah Ta’ala menyebutkan akibat dari istighfar dan taubat seraya berfirman : niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus kepadamu”.  Maksudnya, Dia memberimu rizki yang bisa kamu nikmati dan kamu manfaatkan “sampai kepada waktu yang telah ditentukan”  yakni sampai kamu mati. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Ketiga : Bahkan orang orang selalu beristighfar tak akan di adzab. Allah berfirman : “Wa maa kaanallahu mu’adzibahum wa  hum yastghfiruun”. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengadzab mereka sedang mereka (masih) memohon ampunan. (Q.S al Anfaal 33). 

Syaikh as Sa’di berkata : Ini adalah pencegah adzab dari mereka pada hal sebab sebab turunnya adzab itu telah tercapai. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Keempat : Istighfar akan mendatangkan rahmat Allah Ta’ala. Allah berfirman : “Dia (Nabi Shalih) berkata: Wahai kaumku !. Mengapa kamu meminta disegerakan keburukan sebelum (kamu meminta) kebaikan ?. Mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat”. (Q.S an Naml 46).

Kelima : Mendatangkan kebahagian bagi orang orang yang mendapati banyak istighfar dalam catatan amalnya. 

(1) Rasulullah bersabda : “Sangat beruntunglah orang orang yang menemukan pada catatan amalnya terdapat banyak istighfar. (H.R Ibnu Majah, dishahihkan oleh Syaikh al Albani). 

(2) Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang ingin bahagia dengan catatan amalnya (pada hari Kiamat) hendaklah ia (banyak) beristighfar kepada Allah. (H.R ath Thabrani, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Perhatikanlah, bahwa Rasulullah  Salallahu ‘alaihi Wasallam selalu bertaubat dan memohon ampun kepada Allah Ta’ala. 

Rasulullah bersabda : “Wahai manusia bertaubatlah kamu kepada Allah dan mintalah ampunan kepada-Nya. Sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari 100 kali. (H.R Imam Muslim).

Rasulullah juga bersabda : “Demi Allah, sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali”. (H.R Imam Bukhari).
Oleh karena itu setiap hamba hendaklah terus menerus beristighfar atau memohon ampun kepada Allah Ta’ala, sehingga diampuni segala dosa dan diberikan kebaikan yang banyak dengan istifghfarnya.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.236)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar