Jumat, 01 Juni 2018

PENUHI ADAB BERDOA AGAR CEPAT DIIJABAH


PENUHI ADAB DALAM BERDOA AGAR CEPAT DIIJABAH

Oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh Allah Ta’ala telah memberikan sangat banyak nikmat kepada kita. Bahkan jumlah dan jenisnya tak terhitung. Allah berfirman : 

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah maka niscaya kamu  tidak akan mampu menghitungnya.(Q.S Ibrahim 34).

Lalu, karena kasih sayang-Nya, Allah Ta’ala menyuruh untuk meminta lagi tambahan nikmat kepada-Nya yaitu dengan  memohon melalui doa. Allah Ta’ala berfirman : 

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ

Dan Rabbmu berfirman  : Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku perkenankan bagimu. (Q.S al Mu’min 60).

Bahkan Rasulullah memberi kabar gembira bahwa doa itu adalah ibadah dan tentu benilai pahala disisi Allah Ta’ala. Beliau bersabda : 

الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ

Doa adalah ibadah. (H.R at Tirmidzi no. 2969. Dishahihkan oleh Syaikh al Albani).
Doa hakikatnya adalah permohonan. Oleh karena itu seorang hamba,  sebelum, sedang dan setelah berdoa hendaklah memenuhi adab adab dalam berdoa, diantaranya adalah :

Pertama : Berdoa dengan mengikhlaskan niat dan memohon kepada Allah saja.
Doa adalah ibadah. Oleh karenanya maka haruslah dilakukan dengan ikhlas karena Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman :

هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ۗ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ   

Dia-lah yang hidup kekal, tidak ada Rabb selain Dia, maka sembahlah Dia dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam. (Q.S Ghafir 65).

Allah Ta’ala berfirman :

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadanya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus. (Q.S. Al Baiyinah 5).

Kedua : Dengan merendahkan diri dan berharap kepada Allah Ta’ala.
Sebagai hamba yang butuh dan berharap lalu meminta kepada Allah melalui doanya maka haruslah merendahkan diri serendah rendahnya. Memohon kepada Allah Ta’ala dengan suara lirih. Begitulah seharusnya seorang hamba yang sedang berharap kepada Rabb-nya.

Allah Ta’ala berfirman : 

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Berdoalah kepada Rabb-mu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh Dia tidak menyukai orang orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang orang yang berbuat kebaikan. (Q.S al A’raf 55-56).

Jadi dengan bersandar kepada ayat ini maka seorang hamba tak perlu bersuara keras dalam berdoa. Sungguh Allah Ta’ala adalah Dzat yang Maha Mendengar.

Ketiga : Dengan melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya
Melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan Allah Ta’ala adalah kewajiban seorang beriman kepada Allah Ta’ala. Inilah adab paling utama bagi seorang hamba dalam berdoa dan berharap kepada-Nya. Sungguh tidaklah pantas bagi seorang hamba yang selalu memperoleh dan memohon nikmat kepada Allah Ta’ala lalu tak memperhatikan perintah dan larangan-Nya.

Diantara firman Allah yang menjelaskan tentang hal ini adalah : Allah Ta’ala berfirman :

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Aku kabulkan permohonaorang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah-Ku) dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran. (Q.S al Baqarah 186) 

Allah Ta’ala berfirman :

ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا ۖ وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang orang khusyu’ kepada Kami. (Q.S al Anbiyaa’ 90)

Itulah sebagian adab berdoa bagi seorang hamba. Namun demikian janganlah seseorang merasa (?) doanya tidak dikabulkan karena pengabulan doa  adalah dalam berbagai bentuk. Dijelaskan Rasulullah dalam sabda beliau : “Maa min muslimin bida’watin laisa fiihaa itsmun walaa qathii’atu rahimin illaa ‘athahullahu ihda tsalatsa : Imma an yu’ajjila lahu da’watahu, wa immaa  au yudakhkhirahaa lahu fiil akhirati, wa imma au yashrifa ‘anhu minas suu-i mitslihaa.”  

Tidaklah seorang muslim berdoa dengan doa yang tidak mengandung dosa dan memutus silaturrahim, melainkan Allah akan menyegerakan  doanya untuk dikabulkan, atau Allah simpan untuknya di akhirat, atau Allah akan palingkan darinya keburukan yang semisalnya (H.R Imam Bukhari dalam Adab al Mufrad, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Insya Allah ada manfaatnya untuk kita semua. Wallahu A’lam. (1.314)   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar