Selasa, 19 Juni 2018

ENGKAU TAK BISA MENGHINDAR DARI KETETAPAN ALLAH


ENGKAU TAK BISA MENGHINDAR DARI KETETAPAN ALLAH

Oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh apapun yang menimpa diri seorang hamba adalah ketetapan Allah baginya. Tentang hal ini, seorang hamba haruslah yakin seyakin yakinnya. Apa saja yang menimpa dirinya niscaya tidak akan meleset sedikitpun dari apa yang telah ditetapkan Allah Ta’ala, meskipun berbagai sebab dan sarana telah diusahakan.

Ketahuilah bahwa tidak ada kesanggupan seorang hamba  untuk menghindarinya selama lamanya atau mencegah turunnya ketetapan Allah baginya. Jika keyakinan ini dipegang maka  hati akan merasa tenang dan tenteram. Kegelisahan, kecemasan serta buruk sangka akan sirna.

Imam Abu Dawud meriwayatkan, yaitu dari Abu Hafsah, dia berkata, Ubaah bin ash Shamit berkata kepada putranya : “Wahai anakku, sesungguhnya engkau tidak akan kelezatan hakikat iman HINGGA ENGKAU BERILMU BAHWA APA SAJA YANG MENIMPA DIRIMU, NISCAYA TIDAK AKAN MELESET DARIMU DAN APA SAJA YANG MELESET DARIMU NISCAYA TIDAK AKAN MENIMPA DIRIMU.

Muhammad bin Shalih berkata tatkala men-syarah perkataan Ubadah : “hingga engkau berilmu bahwa apa saja yang menima dirimu niscaya tidak akan meleset darimu”. Beliau berkata : Kalimat ini mengandung salah satu dari dua makna atau mengandung kedua duanya.

Pertama : Bahwa makna “Apa saja yang menimpa dirimu”. Maksudnya adalah apa saja yang telah Allah takdirkan menimpamu. Allah menyebutkan takdir dengan ungkapan menimpa karena apa yang telah Allah takdirkan pasti akan terjadi, maka apa saja yang telah Allah takdirkan menimpamu, itu tidak akan meleset darimu, meskipun sebab dan sarana telah engkau upayakan.

Kedua : “apa saja yang menimpa dirimu” maka janganlah engkau berfikir bahwa itu akan meleset darimu. Janganlah kamu mengatakan : Kalau sekiranya aku melakukan begini tentu tidak akan terjadi begini karena apa yang menimpamu saat ini tidak mungkin meleset darimu. Maka semua perkiraan yang kamu asumsikan dan yang kamu katakan : Seandainya aku melakukan begini tentu tidak akan terjadi begini. Semuanya adalah perkiraan keputus-asaan yang tidak akan menghasilkan pengaruh apapun.

Selanjutnya Syaikh Utsaimin berkata : Makna yang mana saja, maknanya adalah shahih berdasarkan dua sisi : (1) Apa yang Allah telah takdirkan menimpa seorang hamba maka itu pasti akan menimpanya dan tidak mungkin meleset darinya. (2) Dan apa saja yang menimpa seorang manusia maka tidak ada sesuatu pun yang dapat mencegahnya.   

Maka apabila engkau beriman dengan keimanan seperti ini niscaya engkau merasakan kelezatan iman, karena engkau merasa tenang dan berilmu bahwa ketetapan Allah pasti akan terjadi dengan ketentuan yang telah ditetapkan atasnya. Dan itu tidak berubah 
selama lamanya. (Majmu’ Fatawa wa Rasa’il).

Sungguh Allah Ta’ala telah berfirman : 

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Katakanlah, tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami dan hanya kepada Allah bertawakkal orang orang yang beriman. (Q.S at Taubah 51).

Oleh karena itu janganlah seorang hamba berkata : Seandainya aku melakukan ini dan itu niscaya perkara ini tidak akan terjadi. Itu adalah perkiraan yang keliru karena bukanlah perkara itu berada dalam jangkauan kemapuan dan kesanggupannya untuk menghindar dari takdir atau ketetapan Allah Ta’ala. Dan takdir Allah tidak akan meleset sedikitpun dari seseorang.

Rasulullah melarang untuk berandai andai, sebagaimana sabda beliau :

احرص على ما ينفعك، واستعن بالله ولا تعجز، وإن أصابك شيء، فلا تقل لو أني فعلت كان كذا وكذا، ولكن قل قدر الله وما شاء فعل، فإن لو تفتح عمل الشيطان

Semangatlah dalam menggapai apa yang manfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan bersikap lemah. Jangan pula mengatakan andaikan aku berbuat demikian tentu tidak akan terjadi demikian namun katakanlah : Ini takdir Allah, dan apapun yang Allah kehendaki pasti Allah wujudkan karena berandai andai membuka tipuan setan.” (H.R Imam Muslim) 

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.317)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar