Selasa, 09 Agustus 2016

UJIAN TANDA KECINTAAN ALLAH KEPADA HAMBANYA



UJIAN TANDA KECINTAAN ALLAH KEPADA HAMBANYA

Oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh Allah Ta’ala akan senantiasa menguji dan memberikan cobaan kepada hamba hamba-Nya kapan saja Dia berkehendak. Ketahuilah bahwa ujian itu bisa mendatangi dirinya, keluarganya, hartanya dan yang lainnya.

Banyak ayat al Qur an dan as Sunnah yang  telah menjelaskan tentang hal ini, diantaranya adalah : Allah berfirman : “Ahasiban naasu an yutrakuu an yaquuluu aamannaa wa hum laa yuftanuun”  Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan dengan hanya mengatakan : “Kami telah beriman”, dan mereka tidak diuji ?  (Q.S al Ankabuut 2)

Rasulullah bersabda :  “Matsalul mu’mini kamatsaliz zar’i, laatazaalur riihu tamiiluhu, walaa yazaalul mu’minu yushiibuhul bala’. Perumpamaan seorang mu’min tak ubahnya seperti tanaman, angin akan selalu meniupnya, ia akan selalu mendapat cobaan (H.R Imam Muslim)

Dalam surat Ali Imran ayat 186, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mengingatkan manusia terutama orang orang beriman tentang adanya ujian atau cobaan yang akan mendatangi mereka. Allah berfirman : “Latublawunna fii amwaalikum wa anfusikum wa latasma’unna minal ladziina uutul kitaaba min qablikum wa minal ladziina asyrakuu adzan katsiran. Wain tashbiruu wa tattaquu fainna dzaalika min ‘azmil umuur”. Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan.

Ketahuilah bahwa  ujian atau cobaan yang diberikan Allah kepada orang orang yang beriman bukanlah karena  Allah ingin menzhalimi hamba-Nya karena Allah Ta’ala telah mengharamkan kezhaliman atas diri-Nya bahkan melarang manusia melakukan kezhaliman.

Dari Abu Dzar dari Nabi salallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau meriwayatkan dari Rabbnya bahwa Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman :  “Yaa ‘ibaadii innii haramtu zhulma ala nafsii, wa ja’alatuhu bainahum muharramaa” . Wahai sekalian hamba-Ku, Sesungguhnya Aku mengharamkan kezhaliman pada diri-Ku dan mengharamkannya pada kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi … (H.R Imam Muslim).

Apapun bentuk ujian yang Allah datangkan kepada orang orang yang beriman pastilah memiliki hikmah yang banyak. Terkadang mungkin kita mengetahui hikmah itu dan terkadang tidak. Diantara hikmah adanya ujian  adalah karena kecintaan Allah Ta’ala kepada hamba hamba-Nya. 

Tentang hal ini dijelaskan Rasulullah Salallahu ‘alahi wasallam dalam sabda beliau, diantaranya :

Pertama : “Idza ahabballahu qauman abtalaahum faman shabara fa lahush shabru, wa man haraja fa lahul haraju”. Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka kesabaran itu untuknya. Dan barang siapa melakukan kesalahan (dosa) maka kesalahan itu untuknya. (H.R Imam Ahmad). 

Kedua : “Wa innallaha idzaa ahabba qauman abtalaahum faman radhiyaa fa lahur ridhaa, wa man sakhithaa fa lahus sakhathu”. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridha maka keridhaan itu untuknya. Dan barangsiapa yang marah maka kemarahan itu untuknya. (H.R  at Tirmidzi, Ibnu Majah dan al Bazzar, dihasankan oleh Syaikh al Albani).

Kiranya dua hadits diatas cukuplah menjadi keterangan yang nyata  bahwa setiap ujian yang mendatangi hamba hamba-Nya adalah tersebab Allah Ta’ala mencintai mereka. Camkanlah.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (747)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar