Selasa, 23 Agustus 2016

MENJAGA KEIKHLASAN DALAM BELAJAR ILMU



MENJAGA KEIKHLASAN DALAM BELAJAR ILMU

Oleh : Azwir B. Chaniago

Syaikh Muhammad Shalih al Utsaimin dalam Kitabul Ilm memberikan penjelasan  tentang beberapa adab belajar ilmi. Satu  diantaranya adalah ikhlas karena Allah Ta’ala.
 
Ketahuilah bahwa belajar ilmi syar’i  adalah ibadah, bahkan termasuk ibadah wajib. Rasulullah bersabda : Thalabul ‘ilmi faridhatun ‘ala kulli muslim”. Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim (H.R Ibnu Majah, dari Anas bin Malik).

Suatu ibadah hanya bernilai disisi Allah jika memenuhi dua syarat yaitu : ikhlas dan ittiba’ yaitu mencontoh Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam.  Allah berfirman : “Wama umiruu illa liya’budullaha mukhlishina  lahuddin”. Padahal mereka tidak disuruh beribadah kecuali kepada Allah dengan mengikhlaskan agama bagi-Nya (mengharap ridha-Nya) Q.S. al Baiyinah 5.

Rasulullah bersabda : “Innallaha la yuqbalu minal ‘amalu  illa maa kaana lahu khalisa wabtughiya bihi wajhuhu.”  Sesungguhnya Allah tidak akan menerima dari semua jenis amalan kecuali yang murni (ikhlas) untuk-Nya. (H.R an Nasa’i, lihat Silsilah ash Shahihah).
Rasulullah bersabda : “Barangsiapa menuntut ilmu, dimana dituntut darinya keikhlasan kepada Allah, sementara dia melakukannya karena ingin mendapatkan kesenangan dunia maka ia tidak akan mencium bau surga (H.R Imam Ahmad dan yang lainnya, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Oleh karena itu seorang yang belajar  ilmi haruslah terus menerus memeriksa niatnya sebelum belajar, saat belajar dan sesudah belajar. Jangan sampai niatnya terganggu oleh tujuan lain selain ikhlas untuk mencari ridha Allah Subhanahanahu wa Ta’ala. 

Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid berkata : Apabila ilmu tidak didasari dengan keikhlasan niat, dia akan berobah dari ibadah yang paling mulia menjadi kemaksiatan yang paling hina. Dan tidak ada yang bisa menghancurkan ilmu semisal riya, baik riya yang  sampai kepada kesyirikan ataupun riya yang menghilangkan keikhlasan.

Lalu bagaimana caranya agar bisa ikhlas dalam belajar ilmu. ?. Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin pernah ditanya tentang bagaimana caranya bisa ikhlas dalam menuntut ilmu. Beliau menjawab :

Pertama : Engkau harus berniat bahwa menuntut ilmu itu untuk menjalankan perintah Allah karena memang Allah memerintahkan sebagaimana firman-Nya : “Fa’lam annahuu laa ilaha ilallahu …”  Maka ketahuilah bahwa tidak ada tuhan (yang haq untuk disembah) melainkan Allah....(Q.S Muhammad 19).

Dalam ayat ini Allah mengajarkan bahwa untuk mengetahui (yaitu dengan belajar ilmu). Anjuran untuk suatu  perbuatan berarti perbuatan itu dicintai, diridhai dan diperintahkan oleh-Nya.

Kedua : Engkau mencari ilmu juga harus berniat untuk     menjaga syari’at Allah dan bisa dilakukan dengan belajar, baik dengan cara menghafal, menulis dan mengarang kitab.

Ketiga :  Engkau berniat untuk membela syari’at Allah. Karena seandainya tidak ada orang berilmu maka syari’at ini tidak akan terjamin kebenarannya. Dan juga tidak ada seorangpun yang akan membelanya.

Keempat : Engkau berniat untuk mengikuti ajaran Rasulullah Salallahu alaihi wassalam karena engkau tidak mungkin mengikuti ajaran beliau kecuali jika engkau lebih dahulu mengetahuinya.

Kita bermohon kepada Allah  agar selalu memberi kekuatan untuk terus belajar ilmu syar’i dan juga ilmu ilmu lainnya yang bermanfaat bagi kaum muslimin. Kita bermohon pula agar mampu menjaga keikhlasan sehingga apa yang kita lakukan bernilai di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (765).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar