Selasa, 30 Agustus 2016

PERINTAH BERBUAT BAIK KEPADA ANAK YATIM



PERINTAH BERBUAT BAIK KEPADA ANAK YATIM

Oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah sangat banyak  berbuat baik kepada hamba hamba-Nya dan Allah memerintahkannya pula untuk berbuat baik. Allah berfirman : “Wa ahsin kamaa ahsanallahu ilaika” Berbuat  baiklah (kepada manusia) sebagai mana Allah telah berbuat baik kepadamu. (Q.S al Qashash 77).

Allah berfirman : “Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak anak yatim, orang orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang orang yang sombong dan membangga banggakan diri. (Q.S an Nisa’ 36)

Diantara ajaran Islam yang agung adalah perintah berbuat baik  adalah berbuat baik kepada anak yatim sebagaimana disebut pada ayat diatas. Selain itu,  Allah Ta’ala memuji al Abraar (orang yang berbakti kepada Allah) karena mereka memiliki sifat sifat yang baik, diantaranya adalah memberi makan dengan makanan yang disukainya kepada anak yatim.

Allah berfirman : “(Al Abraar) mereka memberikan  makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. (Sambil berkata) : Sesungguhnya kami memberi makan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak mengharapkan balasan dan dan terima kasih dari kamu”. (Q.S al Insaan 8-9) 
   
Diantara keutamaan yang agung dan akan diperoleh orang orang yang memelihara anak yatim adalah sebagaimana dijelaskan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda : “Aku dan pemelihara anak yatim di surga nanti, kedudukannya seperti (dua jari ) ini,” dan Beliau memberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya dan memisahkan keduanya”. (H.R Imam Bukhari).

Dalam hadits tersebut, Rasulullah memberikan permisalan yang sangat gamblang tentang luhurnya kedudukan pemelihara anak yatim. Bahwa di surga nanti mereka memiliki kedudukan yang sangat dekat dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ketahuilah bahwa Allah Ta’ala mencela orang orang yang tidak mempedulikan anak yatim, sebagaimana firman-Nya : “Kallaa ball laa tukrimuunal yatiim”. Sekali kali tidak !. Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim. (Q.S al Fajr 17).  

Lalu siapakah yang disebut anak yatim. Anak yatim  adalah anak-anak yang kehilangan ayahnya karena meninggal sedang mereka belum mencapai usia baligh. Jika sudah baligh tentu tidak disebut lagi sebagai anak yatim. Namun demikian tetap dianjurkan berbuat baik kepadanya apalagi jika dia miskin. Cuma nilai kebaikan kepada mereka yang sudah baligh ini  tidaklah sama dengan nilai kebaikan yang diberikan  kepada anak yatim. 

Sungguh Allah Ta’ala akan membalas semua kebaikan yang dilakukan seorang hamba. Tidak  ada kebaikan yang akan sia sia disisi Allah. Allah berfirman : “Faman ya’mal mitsqaala dzarratin khairan yarah” Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah niscaya dia akan melihat (balasan) nya Q.S az Zilzaal 7.

Selanjutnya kami nukil suatu kisah tentang bertaubatnya seorang salaf, dengan kasih sayang Allah, tersebab anak yatim yang dimuliakannya. Imam Dzahabi berkata bahwa seorang salaf bercerita : Dahulu aku tenggelam dalam berbagai kemaksiatan dan minum khamar.Suatu hari aku mendapati seorang anak yatim yang miskin. Kemudian  aku memungutnya dan berbuat baik kepadanya. Aku memberi makan dan pakaian kepadanya. Aku masukkan ke kamar mandi, aku membersihkannya dan memuliakannya seperti seorang bapak yang memuliakan anaknya, bahkan lebih. 

Setelah itu aku bermimpi bahwa Hari Kiamat telah terjadi. Aku dipanggil menghadapi hisab dan diperintahkan dibawa ke neraka karena  berbagai maksiat yang telah aku lakukan. Para malaikat telah menahanku untuk dimasukkan ke dalam neraka. Dihadapan mereka  aku merasa hina dan rendah. Mereka menyeretku menuju neraka. 

Tiba tiba anak yatim itu menghadangku di jalan dan berkata : Lepaskan dia wahai para malaikat sampai aku memohon syafaat untuknya kepada Rabb-ku. Dia telah berbuat baik kepadaku dan memuliakan aku. Para malaikat menjawab : Kami tidak diperintahkan untuk melepaskannya. 

Tiba tiba  ada suara dari Allah yang berfirman : Lepaskan  dia, Aku telah memberikan kebaikan kepadanya dengan sebab syafaat anak yatim dan perbuatan  baiknya kepada anak yatim. Kemudian aku terbangun dan bertaubat kepada Allah Ta’ala. Semenjak itu aku selalu berusaha untuk memberikan kasih sayang kepada anak anak yatim. (Kitab al Kabaa-ir, Imam adz Dzahabi).

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (774). 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar