Rabu, 28 November 2018

SIKAP ORANG BERIMAN MENGHADAPI MUSUH ISLAM


SIKAP ORANG BERIMAN MENGHADAPI MUSUH ISLAM

Oleh : Azwir B. Chaniago

Semenjak agama Islam yang mulia ini mulai didakwahkan  oleh Rasululah Salallahu ‘alaihi Wasallam 14 abad yang lalu sampai saat ini tak henti hentinya musuh Islam  menghambat perkembangannya dengan  memusuhi  dan memerangi umatnya.  Mereka ingin memadamkan cahaya Islam ini dari muka bumi.

Boleh dikatakan tak henti hentinya musuh musuh Islam memerangi kaum muslimin baik secara fisik maupun non fisik, perang pemikiran untuk  merusak bahkan ingin melenyapkan Islam.

Betapapun kerasnya musuh  memeranginya ternyata Islam tetap semakin berkembang di muka bumi.  Allah Ta’ala    memelihara dan menjaga Islam ini. Allah berfirman : 

يُرِيدُونَ لِيُطْفِـُٔوا۟ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفْوَٰهِهِمْ وَٱللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِۦ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْكَٰفِرُونَ

Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan ucapan) mereka tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang orang kafir membencinya. (Q.S as Shaff 8)

Orang orang beriman bahkan diperintahkan untuk menolong (agama) Allah sebagaimana firman-Nya :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوٓا۟ أَنصَارَ ٱللَّهِ

Wahai orang orang yang beriman !. Jadilah kamu penolong penolong (agama) Allah. (Q.S as Shaaf 14).

Dan Allah Ta’ala berjanji akan menolong  orang orang beriman yang senantiasa menolong agama Allah sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya :

وَلَيَنصُرَنَّ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَقَوِىٌّ عَزِيزٌ

Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. 

Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa. (Q.S  al Hajj  40).
Syaikh as Sa’di berkata : (Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) Nya), yaitu orang yang melakukan pembelaan terhadap agama-Nya dengan ikhlas kepada-Nya dalam melaksanakannya. Berjuang di jalan-Nya agar kalimatulah-lah yang paling tinggi. 

Sesungguhnya tumpuan kalian yang kuat lagi perkasa dan tempat bergantung kalian ialah Dzat yang menciptakan kalian dan menciptakan apa yang telah kalian kerjakan. Maka tempuhlah langkah langkah yang diperintahkan-Nya untuk dilakukan. Kemudian mintalah kemenangan dari-Nya. Sudah mesti Dia akan menolong kalian. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Dan sungguh Allah Ta’ala akan mengokohkan kedudukan orang yang menolong (agama)-Nya sebagaimana firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Wahai orang orang yang beriman !. Jika kamu menolong (agama) Allah niscaya Dia akan menolongmu dan MENEGUHKAN KEDUDUKANMU. (Q.S Muhammad 7).

Diantara  cara menolong agama Allah adalah dengan memerangi musuh musuh Allah.

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Dan perangilah di jalan Allah orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh Allh tidak menyukai orang orang yang melampaui batas. (Q.S al Baqarah 190).

Allah Ta'ala berfirman :

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan berperanglah kamu di jalan Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Q.S al Baqarah 244).   

Sungguh Allah Ta’ala telah memberi banyak petunjuk yang jelas bagaimana sikap orang orang beriman ketika harus berperang menghadapi pasukan musuh sehingga mendapat kemenangan. Diantaranya adalah sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah :
  
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُواْ وَاذْكُرُواْ اللّهَ كَثِيراً لَّعَلَّكُمْ تُفْلَحُونَ
وَأَطِيعُواْ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَلاَ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Wahai orang orang yang beriman !. Apabila kamu bertemu pasukan (musuh) maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak banak (berdzikir dan berdoa) agar kamu beruntung. Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan jangan kamu  berselisih  yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang orang yang sabar. (Q.S al Anfal 45-46)

Syaikh as Sa’di berkata bahwa dalam ayat ini Allah berfirman “Wahai orang yang beriman, apabila kamu bertemu pasukan (musuh)”. Yakni sekelompok orang kafir yang memerangi kamu “maka berteguh hatilah” dalam menghadapi mereka, gunakan kesabaran atas ketaatan besar ini yang buahnya adalah kemuliaan dan kemenangan. Minta tolonglah dengan memperbanyak dzikir kepada Allah “agar kamu beruntung”. Yakni kemenangan terhadap musuhmu yang kamu inginkan.  JADI KESABARAN, KETEGUHAN (HATI) DAN MEMPERBANYAK DZIKIR ADALAH PENYEBAB BESAR KEMENANGAN.

“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya” dalam melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya (tetaplah taat) dalam segala kondisi. “Dan janganlah kamu berbantah bantahan”, karena  berbantah bantahan menyebabkan perpecahan hati hati kalian “yang menyebabkan kamu menjadi gentar” yakni takut, “dan hilang kekuatanmu”. Yakni tekadmu melemah, kekuatanmu luruh dan kemenangan yang dijanjikan kepadamu atas ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya hilang. “Dan bersabarlah” diatas ketaatan kepada Allah (Tafsir Taisir Karimir Rahman). 
   
Jadi dari ayat ini kita mengetahui beberapa sikap orang beriman ketika menghadapi musuh musuhnya baik musuh secara fisik ataupun musuh dalam strategi pemikiran dan yang lainnya, yaitu : (1) Teguhkan hati, jangan ragu menghadapi musuh. (2) Mengingat Allah Ta’ala dengan menyebut nama-Nya sehingga mendapat kemenangan. (3) Selalu menjaga ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. (4) Tidak bertengkar, tidak berpecah belah  diantara sesama orang beriman. (5) Menjaga sikap sabar.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.468)




Selasa, 27 November 2018

LIMA TIPE MANUSIA YANG SULIT MENERIMA NASEHAT


LIMA TIPE MANUSIA YANG SULIT MENERIMA NASEHAT

Oleh : Azwir B. Chaniago

Syariat Islam sangatlah mengajurkan umatnya untuk saling memberi nasehat. Sungguh Allah Ta’ala telah mengingatkan dalam firman-Nya :

وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa. Sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang orang beriman dan mengerjakan amal shalih serta SALING MENASEHATI UNTUK KEBENARAN dan saling menasehati untuk kesabaan. (Q.S al ‘Asr 1-3).

Sungguh tidak semua manusia suka menerima nasehat. Malah ada yang memang sulit untuk  menerima nasehat orang lain meskipun yang disampaikan adalah kebenaran yang nyata. Sudah disampaikan dalil yang shahih dari al Qur an dan as Sunnah tapi masih sulit menerima bahkan mereka memberikan alasan alasan menurut akalnya.   

Ada berbagai tipe manusia yang sulit menerima nasehat, diantaranya adalah :

Pertama :  Tipe benar sendiri.

Manusia seperti ini sulit menerima nasehat karena merasa dia sudah benar dalam segala perkataan dan perbuatannya. Dia merasa memiliki ilmu yang cukup dalam menjalani  kehidupan ini. Oleh karenanya maka setiap nesehat yang datang kepadanya dianggap sesuatu yang tidak bermanfaat lalu diabaikan saja.

Kedua : Tipe kuping kiri kuping kanan.

Manusia seperti ini biasanya mau mendengar nasehat orang lain. Tapi untuk melakukannya tunggu dulu. Setiap nasehat yang datang kepadanya masuk dari kuping kirinya lalu keluar melalui kuping kanan atau sebaliknya. Jadi nasehat sebaik apapun tidak bermanfaat baginya.

 Ketiga : Tipe sombong.

Manusia yang sombong memang sulit menerima nasehat. Dia biasanya meremehkan orang lain. Apa itu penyakit sombong ?  Rasulullah telah menjelaskan dalam sabda beliau  :

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia. (H.R  Muslim).

Dua hal yang menghambat orang ini untuk menerima nasehat (1) Karena sombong dia menolak kebenaran (2) Karena sombong maka dia meremehkan orang lain.

Keempat : Tipe bebal.

Manusia tipe bebal ini sepertinya kebal terhadap nasehat. Semua nasehat yang disampaikan kepadanya akan mental. Dengan kata lain dinasehati atau tidak sama saja bagi mereka namanya juga manusia bebal. Tidak ada manfaat.

Kelima : Tipe pemikir negatif.

Manusia tipe ini suka memelihara sifat buruk sangka. Jika dinasehati dia akan berfikir, jangan jangan yang memberi nasehat ini ada maunya, jangan jangan yang memberi nasehat ini ingin menjerumuskan saya dan lain sebagainya. Ketahuilah manusia tipe pemikir negatif memang sulit mempercayai orang lain. Akibatnya,  nasehat yang datang kepadanya diabaikan saja.

Namun demikian ketahuilah, bagaimana pun keadaan atau sikap orang yang dinasehati, janganlah bosan atau putus asa menasehati. Mungkin dinasehati sekali belum paham, belum mau menerima. Bisa jadi mau menerima nasehat di waktu yang lain. Bersabarlah.

Sungguh firman Allah telah mengingatkan kita untuk tetap memberi peringatan atau nasehat. Allah berfirman :

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَىٰ تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang orang yang beriman. (Q.S adz Dzaariyaat 55)

Ingatlah bahwa hidayah itu hanya  milik Allah Ta’ala. Tugas orang beriman adalah saling menasehati dan saling mengingatkan. Semoga kita selalu mendapat  taufik-Nya untuk saling memberi dan menerima nasehat yang bermanfaat. 

Wallahu A’lam (1.467)