Senin, 08 Agustus 2016

IMAM MENGHADAP MAKMUM SETELAH SALAM



IMAM MENGHADAP MAKMUM SETELAH SALAM

Oleh : Azwir B. Chaniago

Kalau kita shalat berjamaah di banyak tempat maka setelah salam, kita akan menyaksikan  imam mengambil posisi paling tidak pada tiga keadaan. (1) Ada yang tetap menghadap kiblat. (2) Ada yang menghadap jamaah atau makmum. (3) Ada pula yang menghadap kearah sisi kanan dari posisi ketika shalat.

Lalu manakah diantara posisi imam yang lebih utama diantara tiga posisi tersebut. Ketahuilah bahwa kebiasaan Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam setelah salam dalam mengimami shalat adalah menghadapkan wajah beliau kepada makmum. Beliau tidak terus menghadap kiblat ataupun duduk dengan miring kekanan dari posisi ketika shalat. 

Diantara hadits yang menjelaskan hal ini adalah :

Pertama : Dari Samurah bin Jundub, dia berkata : “Kaanan nabiyu salallahu ‘alaihi wasallam, idza shalla shalaatan aqbala ‘alainaa bi wajhihi”. Adalah Nabi Salallahu ‘alahi Wasallam apabila selesai shalat beliau menghadapkan wajahnya kepada kami. (H.R Imam Bukhari). 

Kedua : Dari al Barra’ bin ‘Azib, di berkata : “Kunnaa idzaa shallainaa khlafa rasuulillahi salallahu ‘alaihi wasallam, ahbabnaa an nakuuna ‘an yamiinihi yuqbilu ‘alainaa bi wajhihi”. Kami apabila shalat di belakang Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam, kami lebih memilih di sebelah kanannya, karena beliau (setelah shalat) menghadap kami dengan wajahnya. (H.R Imam Muslim).  

Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata : (Hukumnya) makruh seorang imam duduk sangat lama menghadap kiblat setelah salam. Tetapi hendaknya dipersingkat sekedar membaca : Istighfar tiga kali dan Allahumma antassalaam wa minkassalam tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam. Kemudian berpaling (menghadap kepada jamaah). Inilah yang sunnah. 

Berdasarkan riwayat yang banyak dalam masalah ini para Ulama mengatakan disunahkan bagi imam menghadap kepada makmum setelah shalat. Dan boleh memilih untuk menghadap dari arah kanan atau dari arah kiri, sebagaimana terdapat dalam beberapa riwayat, diantaranya :

Dari Anas bin Malik, dia berkata : “Aktsaru maa ra-aitu rasuullahi salallahu ‘alaihi wasallam yansharifu ‘an yamiinihi” . Aku sering melihat Rasulullah Salallahu ‘alahi Wasallam memalingkan wajahnya dari arah kanan. (H.R Imam Muslim).

Dari  Ibnu Mas’ud, dia berkata : “Laqad ra-aitun nabiya salallahu ‘alaihi wasallam katsiran yansharifu ‘an yasaarihi”. Aku telah sering melihat Nabi Salallahu ‘alaihi Wasallam memalingkan wajah dari arah kiri. (H.R Imam Bukhari).
(Syarhul Mumti’, Syaikh Utsaimin dengan diringkas).

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (745)





  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar