Rabu, 25 Maret 2026

MAKANAN HARAM BERAKIBAT DOA TIDAK DIKABULKAN

 

MAKANAN HARAM BERAKIBAT DOA TIDAK DIKABULKAN

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Tentang makanan  haram bisa bermakna : (1) Haram zatnya seperti daging babi. (2) Haram cara mendapatkannya seperti mengambil makanan orang lain tanpa hak dan juga diperoleh atau dibeli dengan harta haram seperti uang curian, hasil tipuan, uang sogok, uang hasil  korupsi dan yang lainnya.

Untuk yang point (1) semua orang sangat berhati hati bahkan merasa jijik dengannya. Tetapi untuk yang point (2) sangat banyak manusia di zaman ini yang kurang peduli. Sungguh, Rasulullah telah mengingatkan dalam satu sabda beliau :


لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

Akan ada suatu zaman, seseorang tidak akan lagi peduli terhadap yang ia ambil apakah itu halal atau haram. (H.R Imam Bukhari).

Sungguh, orang orang beriman PASTILAH SANGAT TAKUT memakan makan haram baik zatnya maupun cara memperolehnya karena   MEMBAHAYAKAN DIRI, diantaranya adalah Doa tidak dikabulkan.

Ketika seorang hamba memakan makan haram yang dilarang oleh syariat maka ini menjadi penghalang besar dalam pengabulan doanya.

Diceritakan oleh Nabi Salallahu ‘alaihi Wasallam dalam sabda beliau  tentang seseorang yang bagaimana mungkin doanya dikabulkan sementara makanannya dan yang lainnya berasal dari  sesuatu yang haram.  Beliau bersabda :

ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ، يَا رَبِّ يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

Kemudian Rasulullah menceritakan seorang laki laki berdoa, yang telah melaksanakan perjalanan jauh yang rambutnya kusut dan berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit, Ya Rabbku, ya Rabbku. Sementara itu makanannya haram, pakaiannya haram, minumannya haram, dan tumbuh dari hal hal yang haram, lantas bagaimana mungkin akan diterima doanya. (H.R Imam Muslim).

Selain itu, Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam juga telah mengingatkan bahwa daging yang tumbuh dari harta haram berhak dapat neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi nasehat  kepada Ka’ab :

يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ إِنَّهُ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ

Wahai Ka’ab bin ‘Ujrah, sesungguhnya daging badan yang tumbuh  dari sesuatu yang haram akan berhak dibakar dalam api neraka. (H.R at Tirmidzi. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Sebagai penutup tulisan ini dinukil satu hadis tentang nasehat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Sa'ad :

 يَا سَعْدُ أَطِبْ مَطْعَمَكَ تَكُنْ ‌مُسْتَجَابَ ‌الدَّعْوَةِ،

Wahai Sa’ad, perbaikilah makananmu, maka doamu akan terkabulkan. (H.R at Thabrani).


Wallahu A'lam. (3.684).

Selasa, 24 Maret 2026

SANGAT DIANJURKAN SALING MENDOAKAN SESAMA ORANG BERIMAN

 

SANGAT DIANJURKAN SALING MENDOAKAN SESAMA ORANG BERIMAN

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, orang beriman itu bersaudara yaitu sebagaimana ditegaskan Allah Ta'ala dalam firman-Nya :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

Sesungguhnya orang beriman itu bersaudara. (Q.S al Hujurat 10).

Syaikh as Sa’di berkata : “Sesungguhnya orang beriman itu bersaudara”. Ini adalah perjanjian yang ditunaikan Allah Ta’ala di antara sesama orang beriman. Siapapun orangnya yang berada di belahan timur  bumi ataupun barat yang beriman kepada Allah Ta’ala, Malaikat, kitab kitab, rasul rasul-Nya serta beriman kepada Hari Akhir maka dia adalah saudara orang yang beriman lainnya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Bahwa salah satu konsekwensi atau aplikasi dari persaudaraan adalah SALING MENDOAKAN. Diantara doa yang dianjurkan dalam hal ini adalah :

(1)  رَبَّنا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤمِنِينَ يَومَ يَقُومُ الحِسَابُ

Wahai Rabb kami, beri ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan. (hari Kiamat). QS. Ibrahim: 41.

(2) رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sungguh Engkau Maha Penyantun dan Maha Penyayang.   (Q.S al-Hasyr 10). 

(3) اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْيَاتِ

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat. (H.R Imam Muslim).

Sungguh sangatlah banyak keutamaan mendatangi seseorang yang  mendoakan saudaranya sesama orang beriman, diantaranya adalah mendapat doa dari malaikat seperti doanya. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :


دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ. كُلَّمَا دَعَا ِلأَخِيْهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِيْنَ. وَلَكَ بِمِثْلٍ

Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya adalah doa yang akan dikabulkan. Di atas kepalanya ada malaikat yang ditugaskan untuknya. Setiap kali ia berdoa untuk saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut berkata : Aamiin dan engkau pun mendapatkan seperti yang ia dapatkan. (H.R Imam Ahmad, Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Majah).

Wallahu A'lam. (3.683).

 

Senin, 23 Maret 2026

ORANG BERIMAN SERING TIDAK TAHU KAPAN PERTOLONGAN ALLAH DATANG

 

ORANG BERIMAN SERING TIDAK TAHU KAPAN PERTOLONGAN ALLAH DATANG

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Dalam menjalani kehidupan ini, hamba hamba Allah terkadang menghadapi kesulitan dan kesusahan. Lalu diterima dengan sabar, berusaha untuk mengatasinya dan selanjutnya memohon pertolongan Allah Ta'ala dan berserah diri kepada ketetapannya. Allah Ta'ala berfirman : 

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Katakanlah (Muhammad) : Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah DITETAPKAN ALLAH bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang orang yang beriman. (Q.S at Taubah 51). 

Tentang pertolongan Allah Ta'ala maka hamba hamba Allah hampir tidak pernah tahu KAPAN PERTOLONGAN ITU DATANG DAN BENTUK PERTOLONGAN ITU SEPERTI APA. Itulah pentingnya sikap berserah diri kepada Allah Ta'ala.

Perhatikanlah kisah Nabi Musa bersama kaummnya yang sudah terkepung  dan terdesak ke pinggir pantai dikejar kejar oleh Fir’aun dan bala tentaranya. Pada saat itu tak kelihatan lagi jalan untuk selamat. Lalu Allah Ta’ala  memerintahkan Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya kelaut sehingga laut terbelah. Allah berfirman : 

فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ ۖ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ

Lalu Kami wahyukan kepada Musa : Pukullah laut itu dengan tongkatmu. Maka terbelahlah lautan itu dan setiap belahan seperti gunung yang besar. (Q.S asy Syu’araa 63). 

Ketahuilah bahwa ketika Musa dan kaumnya terkepung dia berharap pertolongan Allah mendatanginya tetapi bentuk pertolongan itu seperti apa Nabi Musa tidak mengetahui. Dia hanya diperintahkan memukulkan tongkatnya kelaut Merah yang ada dihadapannya, lalu dia patuh untuk melakukannya.  

Sungguh tidaklah Nabi Musa mempertanyakan. Misalnya bertanya  kenapa ya Allah, engkau suruh aku memukul laut dengan tongkatku apa manfaatnya ya Allah. Sungguh aku berada dalam bahaya besar.

Dan juga tidaklah  Allah Ta'ala memberi keterangan sebelumnya kepada Musa apa manfaat memukul laut dengan tongkatnya. Tapi Nabi Musa dalam posisi penuh ketaatan DAN BERSERAH DIRI kepada Allah lalu dipukul laut itu dengan tongkatnya sehingga secara tiba tiba laut terbelah dan Nabi Musa berserta kaumnya selamat.

Sementara itu musuhnya yang sangat kuat, perkasa dan sangat bengis yaitu Fir 'aun dan bala tentaranya ditengelamkan Allah Ta'ala dalam laut yang terbelah itu sementara Nabi Musa dan kaumnya selamat.

Wallahu A'lam. (3.682).     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Minggu, 22 Maret 2026

ORANG BERIMAN TIDAK BOLEH BERHENTI BERSYUKUR

 

ORANG BERIMAN TIDAK BOLEH BERHENTI BERSYUKUR

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Syukur berarti mengingat akan segala nikmat-Nya. Sungguh, besyukur wajib dilakukan  terus menerus oleh hamba hamba Allah karena bukankah nikmat juga terus menerus datang. Bahkan sangat banyak jumlah dan jenis sehingga kita tidak mampu menghitung jenis dan jumlahnya. Allah Ta'ala mengingatkan :


وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. DAN JIKA KAMU MENGHITUNG NIKMAT ALLAH, NISCAYA KAMU TIDAK AKAN MAMPU MENGHITUNGNYA. Sungguh manusia itu sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). Q.S Ibrahim 34.

Ketahuilah bahwa  sangat banyak keutamaan  bagi yang bersyukur. Dan juga  adzab akan mendatangi orang orang yang tidak mau bersyukur.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka pasti adzab-Ku sangat pedih. (Q.S Ibrahim 7).

Iman Ibnu Katsir  menjelaskan bahwa   ayat ini adalah perintah untuk bersyukur dan diiringi dengan ancaman jika tidak bersyukur. Ancaman Allah adalah kalau tidak bersyukur maka akan diberi adzab  yaitu

(1) Di dunia bisa berbentuk diambilnya nikmat tersebut atau diambil berkahnya. 

(2) Diakhirat akan diazab karena tidak mau bersyukur. Jadi terhadap nikmat nikmat Allah, kita  diperintahkan untuk  bersyukur kepada-Nya. (Tafsir Ibnu Katsir).

Berkata Syaikh Abu Bakar al Jazairi bahwa  ayat ini menjelaskan perkataan Nabi Musa kepada Bani Israil : Aku ingatkan  mereka bahwa  Allah Ta’ala bersumpah  memberi tahu kalian; Jika kamu mau mensyukuri nikmat-Ku dengan beribaddah dan mentauhidkan Aku, taat kepada-Ku dan mentaati utusan-Ku dengan melaksanakan perintah-Ku dan meninggalkan larangan-Ku, niscaya Aku akan menambah kenikmatan dan kebahagiaan.

Tetapi jika kalian tidak mau mensyukuri nikmat-Ku, kamu durhaka kepada-Ku dan kepada utusan-Ku tentu ku akan cabut nikmat itu dan aku siksa kalian. Oleh karena itu takutlah kepada-Ku. (Tafsir Aisarut Tafasir).

Hamba hamba Allah tidak boleh berhenti bersyukur kepada-Nya. Bukankah nikmat Allah juga tidak penah berhenti mendatangi hamba hamba-Nya di setiap saat.

Wallahu A'lam. (3.681). 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

Sabtu, 21 Maret 2026

BERUSAHA MEMUDAHKAN URUSAN DAN KESULITAN ORANG LAIN

 

BERUSAHA MEMUDAHKAN URUSAN DAN KESULITAN ORANG LAIN

 Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Ingatlah bahwa  Allah Ta'ala  telah SANGAT BANYAK            berbuat baik kepada hamba hamba-Nya dan Allah memerintahkan pula hamba hamba-Nya  untuk berbuat baik. Allah Ta'ala berfirman : 

وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ

Berbuat  baiklah (kepada manusia) sebagai mana Allah telah berbuat baik kepadamu. (Q.S al Qashash 77).

Sungguh, sangatlah banyak cara berbuat baik kepada sesama. Orang berilmu berbuat kepada orag lain dengan ilmunya, orang berharta dengan hartanya, orang  yang kuat berbuat baik dengan tenaganya. Para pemberani berbuat baik kepada orang lain dengan berjihad di jalan Allah.

Dan memang sangat banyak kesempatan bagi setiap orang untuk berbuat baik kepada orang lain.       Dan juga diantara cara yang sangat dianjurkan untuk berbuat baik adalah memudahkan urusan dan meringankan kesulitan orang lain terutama saudara sesama orang beriman. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda : 

عَنْ  أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ  عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  قَالَ  مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَمَنْ سَتَـرَ مُسْلِمًـا ، سَتَـرَهُ اللهُ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu , Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat.

Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat. (H.R Imam Muslim dan yang selainnya).

Selain itu, ketahuilah bahwa Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam telah menjelaskan  bahwa perbuatan seorang hamba untuk  meringankan kesulitan dan kesusahan  orang lain adalah amalan yang  sangat dicintai Allah Ta’ala.  

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ, أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً, أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا, أَوْ تَقْضِي

عَنْهُ دَيْنًا

Amalan yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah engkau membuat senang seorang muslim, atau engkau mengatasi kesulitannya, atau engkau menghilangkan laparnya, atau engkau membayarkan hutangnya. (H.R ath Thabrani).

Oleh karena itu, hamba hamba Allah tetaplah berusaha untuk berubuat baik kepada orang lain. Setiap perbuatan baik pasti akan mendatangkan kebaikan bagi diri seorang hamba. Allah Ta'ala telah mengingatkan dalam firman-Nya :

Pertama : Dalam surat ar Rahman ayat 60. Allah Ta’ala berfirman : 

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula. (Q. S ar Rahman 60).

 Kedua : Dalam surat al Zilzal ayat 7. Allah Ta'ala berfirman :

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah niscaya dia akan melihat (balasan) nya. (Q.S al Zalzalah 7).

Wallahu A'lam. (3.680). 

 

 

 

 

 

 

PUASA PENGHAPUS DOSA DAN MENINGGALKANNYA DAPAT ADZAB BERAT

 

PUASA PENGHAPUS DOSA DAN MENINGGALKANNYA DAPAT ADZAB BERAT

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, puasa Ramadhan adalah rukun  dalam syariat Islam sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam :

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun di atas lima (perkara) : Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, hajji, dan puasa Ramadhan. [H.R Imam Bukhari).

Bahwa puasa Ramadhan adalah penghapus dosa sebagaimana sabda Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam :


مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.  (Mutafaq 'alaihi).

Tetapi meskipun puasa Ramadhan adalah perintah Allah Ta'ala dan termasuk RUKUN DALAM ISLAM dan sebagai penghapus dosa ternyata banyak saudara saudara kita yang lalai dalam mengamalkan puasa Ramadhan.

Ada yang lalai secara total dalam berpuasa. Dan juga banyak yang mengamalkan puasa wajib Ramadhan hanya beberapa hari saja tidak sebulan penuh sebagaimana diperintahkan dalam syariat. Mereka mungkin tidak mengetahui bahwa melalaikan puasa Ramadhan adalah perbuatan buruk dan tercela serta TERMASUK KERUGIAN YANG SANGAT BESAR.

Ketahuilah, para ulama tidak berbeda perdapat bahwa meninggalkan puasa tanpa udzur syar'i adalah TERMASUK DOSA BESAR. Selain itu, ADZAB MENINGGALKAN PUASA FARDHU SANGATLAH BERAT. . Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam menjelaskan perkara ini dalam satu hadits, yaitu :  

   عَنْ أَبي أُمَامَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ يَقُولُ: بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِى رَجُلاَنِ فَأَخَذَا بِضَبْعَىَّ، ثُمَّ انْطُلِقَ بِى فَإِذَا أَنَا بِقَوْمٍ مُعَلَّقِينَ بِعَرَاقِيبِهِمْ مُشَقَّقَةٌ أَشْدَاقُهُمْ تَسِيلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا. قُلْتُ: مَنْ هَؤُلاَءِ؟ قَالَ: هَؤُلاَءِ الَّذِينَ يُفْطِرُونَ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ   

Dari Abu Umamah berkata, aku mendengar Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam  bersabda : Pada saat aku tidur, aku bermimpi didatangi dua orang laki laki memegang lenganku.

Kemudian mereka membawaku, saat itu aku mendapati suatu kaum yang bergantungan tubuhnya, dari mulutnya yang sobek keluar darah. Aku bertanya : Siapa mereka ?. Ia menjawab : Mereka adalah orang orang yang berbuka puasa sebelum  waktunya berbuka. (H.R an Nasa’i, Ibnu Hibban dan al Hakim).

Wallahu A'lam. (3.679). 

 

 

Minggu, 15 Maret 2026

INGATLAH BAHWA PUASA WAJIB ITU HANYA BEBERAPA HARI

 

INGATLAH BAHWA PUASA WAJIB ITU HANYA BEBERAPA HARI

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Allah Ta'ala mewajibkan orang orang beriman untuk berpuasa satu bulan dalam setahun yaitu antara 29 atau 30 hari saja di bulan Ramasdhan. Tidak berbulan bulan apalagi sepanjang  tahun. Allah Ta'ala berfirman :

أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ ۚ

(Puasa itu hanya) dalam beberapa hari yang tertentu. (Q.S al Baqarah 184).

Syaik as Sa'di berkata : Ketika Allah menyebutkan kewajiban puasa bagi mereka, Dia mengabarkan bahwa puasa itu hanya pada hari-hari yang tertentu atau SEDIKIT SEKALI DAN SANGAT MUDAH. Kemudian Allah memudahkan puasa itu dengan (banyak) kemudahan lainnya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Oleh karena itu bagi orang orang beriman dan yang dipanggil dan diwajibkan berpuasa maka tidaklah terasa berat untuk puiasa wajib sebulan Ramadhan tersebab kokohnya iman. Bukankah kita mengetahui banyak orang orang beriman yang suka dan terbiasa melakukan puasa sunnah yang tidak diwajibkan.

Ada orang orang beriman melakukan puasa sunnah yang jumlahnya bisa lebih dari seratus hari dalam setahun dan tidaklah merasa berat. Semuanya adalah untuk memenuhi perintah dan ketetapan Allah Ta'ala dan UNTUK MENDAPATKAN RIDHA-NYA.

Tetapi kita juga mengetahui bahwa ada sebagian saudara saudara kita yang hanya berpuasa wajib pada bulan Ramadhan di pekan pertama saja. Tidak meneruskan puasa sampai akhir Ramadhan.  Sungguh, ini adalah perbuatan yang tidak pantas untuk diikuti dan sangat buruk akibatnya serta berat adzabnya.

Para ulama tidak berbeda perdapat bahwa meninggalkan puasa tanpa udzur syar'i adalah TERMASUK DOSA BESAR. Selain itu, ADZAB MENINGGALKAN PUASA FARDHU SANGATLAH BERAT.  

Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam menjelaskan perkara ini dalam satu hadits, yaitu :  

   عَنْ أَبي أُمَامَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ يَقُولُ: بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِى رَجُلاَنِ فَأَخَذَا بِضَبْعَىَّ، ثُمَّ انْطُلِقَ بِى فَإِذَا أَنَا بِقَوْمٍ مُعَلَّقِينَ بِعَرَاقِيبِهِمْ مُشَقَّقَةٌ أَشْدَاقُهُمْ تَسِيلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا. قُلْتُ: مَنْ هَؤُلاَءِ؟ قَالَ: هَؤُلاَءِ الَّذِينَ يُفْطِرُونَ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ   

Dari Abu Umamah berkata, aku mendengar Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam  bersabda : Pada saat aku tidur, aku bermimpi didatangi dua orang laki laki memegang lenganku.

Kemudian mereka membawaku, saat itu aku mendapati suatu kaum yang bergantungan tubuhnya, dari mulutnya yang sobek keluar darah. Aku bertanya : Siapa mereka ?. Ia menjawab : Mereka adalah orang orang yang berbuka puasa sebelum  waktunya berbuka. (H.R an Nasa’i, Ibnu Hibban dan al Hakim).

Lihatlah, bahwa orang yang mendapat hukuman atau adzab yang berat dalam hadits adalah YANG BERBUKA PUASA SEBELUM WAKTUNYA. Apalagi sengaja tidak berpuasa beberapa hari tanpa udzur. 

Wallahu A'lam. (3.678).