IBNU ABBAS DAN ABU
HURAIRAH PERNAH DIDOAKAN NABI
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Sungguh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam
sangatlah banyak mendoakan para sahabat secara khusus baik diminta maupun tidak
diminta. Diantara sahabat yang pernah mendapat
doa yang sangat baik dari Rasulullah
Salallahu 'alaihi Wasallam adalah :
Pertama : Abdullah bin Abbas
atau dikenal dengan Ibnu Abbas.
Beliau adalah salah satu ulama Ahli
Tafsir di kalangan para sahabat. Bahkan disebut
sebagai Turjumanul Qur`an (Penyampai makna Alquran) dan Habrul Ummah (Ulama umat Islam). Beliau menjadi
ahli tafsir paling terkemuka diantara sahabat karena pernah mendapat doa dari
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Diantara doa Rasulullah Salallahu
'alaihi Wasallam untuk Ibnu Abbas adalah :
اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي
الدِّينِ
Ya Allah, jadikanlah ia orang
yang memahami agama Islam (dengan baik). H.R
Imam Bukhari dan Imam Muslim).
اللَّهُمَّ عَلِّمْهُ الكِتَابَ
Ya Allah ajarkanlah kepadanya
ilmu Alquran. (H.R Imam Bukhari).
اللهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
، وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيلَ
Ya Allah, jadikanlah ia orang
yang memahami agama Islam (dengan baik) dan ajarkanlah kepadanya ilmu
Tafsir. (As Silsilah ash Shahihah, Syaikh al Albani).
Kedua : Abdurrahman bin Shakhr Ad Dausi al Yamani atau dikenal dengan Abu Hurairah
Beliau adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Menurut beberapa riwayat, urutan sahabat yag meriwayatkan hadits paling banyak adalah : (1) Abu Hurairah, 5.374 hadits. (2) Abdullah bin Umar, 2.630 hadits. (3) Anas bin Malik, 2.266 hadits. (4) Aisyah, 2.210 hadits. (5) Abdulllah bin Abbas, 1.660 hadits. (Lihat Ensiklopedi Islam 2/45).
Beliau tak menulis hadits tetapi menyimpan dengan kuat DALAM HAFALANNYA. Beliau mengajarkan hadits dan juga ilmu fikih kepada sahabat lainnya dan juga para tabi’in yaitu muridnya yang berjumlah sekitar 800 orang.
Kemudian, tentang banyaknya hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, dia berkata : Sungguh kalian mengatakan bahwa aku Abu Hurairah memperbanyak hadits dari Rasulullah dan mengatakan bahwa mengapa kaum Muhajirin dan kaum Anshar tidak meriwayatkan sepertinya ?. Sungguh saudara saudaraku Muhajirin dulu disibukkan dengan urusan perdagangan di pasar dan saudaraku kaum Anshar dulu disibukkan dengan mengurus hartanya (kebun dan ternaknya, pen.)
Sedangkan aku dulu seorang yang miskin dan termasuk ahli Shuffah. Aku mendampingi Rasulullah sepenuh perutku sehingga aku hadir ketika mereka absen dan aku hafal ketika mereka lupa.
Dan juga yang menyadi penyebab banyaknya Abu Hurairah meriwayatkan hadits adalah karena beliau pernah didoakan Rasulullah Salallahu ‘alaihhi Wasallam agar dikuatkan daya ingatnya. Dalam satu hadits disebutkan sebagai berikut :
عن أبي
هريرة قال قلت يا رسول الله إني أسمع منك حديثا كثيرا أنساه قال ابسط رداءك فبسطته
قال فغرف بيديه ثم قال ضمه فضممته فما نسيت شيئا بعده حدثنا إبراهيم بن المنذر قال
حدثنا ابن أبي فديكبهذا أو قال غرف بيده فيه
Dari Abu Hurairah, aku berkata, wahai Rasulullah, aku telah mendengar dari
engkau banyak hadits namun aku lupa. Beliau lalu bersabda : Hamparkanlah
selendangmu. Maka aku menghamparkannya, beliau lalu seolah menciduk sesuatu
dengan tangannya, lalu bersabda : Ambillah (selendangmu).
Aku pun mengambilnya, maka sejak itu aku tidak pernah lupa lagi. Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al-Mundzir berkata : Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dengan redaksi seperti ini, atau dia berkata : Menuangkan ke dalam tangannya. (H.R Imam Bukhari).
Wallahu A'lam. (3.660).