AYAT YANG DIMULAI
DENGAN YAA AIYUHAL LADZINA AAMANUU
Disusun oleh : Azwir
B. Chaniago
Ketahuilah bahwa dalam al Qur an ada lebih
dari 80 ayat yang dimulai dengan kalimat YAA AIYUHAL LADZINA AAMANUU, wahai
orang orang yang beriman.
Ini adalah kalimat seruan dari Allah Ta'ala. Dalam seruan
ini ada dua perkara besar yaitu :
(1) Perintah untuk melakukan sesuatu, diantaranya
sebagaimana firman Allah Ta'ala :
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ
مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Wahai orang-orang yang
beriman. Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas
orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Q.S al Baqarah 183).
(2) Larangan untuk melakukan sesuatu, diantaranya
sebagaimana firman Allah Ta'ala :
يٰٓاَيُّهَا
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ
اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْ ۗ وَلَا تَقْتُلُوْٓا
اَنْفُسَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا
Wahai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan cara yang bathil (tidak benar),
kecuali berupa perniagaan atas dasar suka sama suka di antara kamu. Janganlah
kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (Q.S
an Nisa' 29).
Ketahuilah bahwa perintah dan larangan Allah Ta'ala hanya bisa dipahami,
diterima dan diamalkan oleh orang orang beriman. Oleh karenanya maka Allah
Ta'ala hanya memanggil dan menyeru bahkan memerintahkan orang orang beriman
saja.
Selain itu ketahuilah bahwa ketika ada
orang orang yang mengaku beriman lalu pada suatu waktu lancang pula
mempertanyakan perintah dan larangan Allah Ta'ala meskipun satu perintah atau
satu larangan saja maka itu tanda IMANNYA SEDANG TERGANGGU ATAU SEDANG MENURUN.
Memang iman
seseorang bisa naik dan bisa turun. Allah Ta'ala berfirman :
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ
إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ
ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Sesungguhnya
orang orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah
gemetar hatinya dan apabila dibacakan ayat ayat-Nya kepada
mereka bertambah (kuat) imannya dan
hanya kepada Rabb mereka bertawakal. (Q.S al Anfaal 2).
Para
ulama menjelaskan bahwa sesuatu yang bertambah bisa pula berkurang. Oleh karena
itu maka yang harus kita jaga jangan sampai iman kita turun apalagi hilang. Dari Abdullah bin Amr bin al 'Ash, dia berkata, bahwa
Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :
إنَّ
الإيمانَ ليَخلَقُ في جوفِ أحدِكم كما يَخْلَقُ الثوبُ ، فاسأَلوا اللهَ أن
يُجدِّدَ الإيمانَ في قلوبِكم
Sesungguhnya iman
benar-benar bisa menjadi usang di dalam tubuh seseorang dari kalian sebagaimana
usangnya pakaian. Maka mohonlah kepada Allah supaya memperbarui iman di hati
kalian !. (H.R al Hakim)
Oleh karena itu hamba hamba Allah
hendaklah selalu memperkokoh iman yang ada dalam dirinya sehingga bisa menerima
dan berusaha semampunya untuk menjaga dan mengamalkan perintah dan larangan Allah
Ta'ala. Sungguh perkara ini akan mendatangkan keselamatan di dunia dan
diakhirat karena sungguh perintah dan larangan Allah adalah petunjuk untuk
keselamatan bagi hamba hamba-Nya yang beriman.
Sebagai
penutup tulisan ini dinukil satu nasehat dari Ibnu Mas'ud, beliau berkata : Jika
kamu membaca ayat yang diawali : Yaa ayyuhalladzina aamanuu..." Maka
pasanglah telingamu karena setelah
seruan tersebut akan selalu ada perintah
kebaikan yang wajib dikerjakan atau larangan
keras yang wajib dijauhi.
(Dinukil dari Mushannaf
Ibnu Abi Syaibah).
Wallahu A'lam. (3.736).