RASULULLAH MENGENAL
UMAT BELIAU DARI BEKAS TANDA WUDHU
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Ketahuilah bahwa di akhirat kelak Rasulullah
Salallahu 'alaihi Wasallam akan dianugerahi oleh Allah Ta'ala satu telaga yang
disebut telaga al Kautsar dan semua umat beliau boleh meminum airnya.
Tentang
telaga al Kautsar antara lain dijelaskan dalam
hadits dari Abu Dzar al-Ghifari radhiallahu ‘anhu :
يا رسول الله ما آنِيَةُ الحَوْضِ؟ قال: “وَالَّذِي نَفْسِي
بِيَدِهِ لآنِيَتُهُ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ نُجُومِ السَّمَاءِ وَكَوَاكِبِهَا فِي
لَيْلَةٍ مُظْلِمَةٍ مُصْحِيَةٍ مِنْ آنِيَةِ الجَنَّةِ، مَنْ شَرِبَ مِنْهَا
شَرْبَةً لَمْ يَظْمَأْ، آخِرَ مَا عَلَيْهِ عَرْضُهُ مِثْلُ طُولِهِ مَا بَيْنَ
عُمَانَ إِلَى أَيْلَةَ مَاؤُهُ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ وَأَحْلَى مِنَ
العَسَلِ”
Aku
pernah bertanya : Ya Rasulullah, apakah ada gelas-gelas di dalam
telaga surga ?. Beliau menjawab : Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di
tangan-Nya, sungguh gelas-gelasnya sebanyak bilangan bintang-bintang di langit
pada malam yang gelap gulita. Itulah gelas-gelas di surga.
Barangsiapa yang minum air telaga tersebut, ia
tidak akan merasa haus selamanya. Lebarnya sama dengan panjangnya, yaitu
seukuran antara Oman dan Ailah. Airnya lebih putih dari pada susu dan rasanya
lebih manis dari pada manisnya madu. (H.R at Tirmidzi dan Imam Ahmad).
Diantara manusia yang begitu banyak
Padang Mahsyar, Nabi shalallahu alaihi wasallam akan
mengenal umat beliau yaitu ketika datang ke telaga al Kautsar dengan tanda
tanda khusus sebagaimana disebutkan dalam satu hadits :
وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا
إِخْوَانَنَا. قَالُوا : أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، قَالَ :
أَنْتُمْ أَصْحَابِي ، وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ .
فَقَالُوا
كَيْفَ تَعْرِفُ مَنْ
لَمْ يَأْتِ بَعْدُ مِنْ أُمَّتِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ فَقَالَ : أَرَأَيْتَ
لَوْ أَنَّ رَجُلًا لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَيْ خَيْلٍ دُهْمٍ
بُهْمٍ أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ؟ قَالُوا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ ، قَالَ :
فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ الْوُضُوءِ وَأَنَا فَرَطُهُمْ
عَلَى الْحَوْضِ
Saya berharap bahwa kami sudah bisa melihat
saudara-saudara kami”. Mereka (para sahabat) berkata : Bukankah kami adalah saudara-saudaramu,
wahai Rasulullah ?. Beliau menjawab : Kalian adalah sahabat-sahabatku,
saudara-saudara kami adalah mereka yang belum datang (lahir) saat ini.
Mereka (sahabat) berkata : Bagaimana engkau
mengetahui orang yang belum ada saat ini dari umatmu, wahai Rasulullah ?.
Beliau menjawab : Tidakkah engkau melihat, jika seseorang memiliki kuda
bertanda putih pada muka dan kaki-kakinya berada diantara kuda-kuda hitam
pekat, tidakkah ia bisa mengenal kudanya ?, Mereka menjawab : Ya, wahai
Rasulullah.
Beliau bersabda : Mereka akan datang dengan
wajah putih bersinar dan kaki tangan bercahaya PADA BAGIAN AIR WUDHU, dan saya
menunggu mereka di Telaga. (H.R Imam Muslim).
Oleh
karena itu, orang orang beriman selalu berwudhu dengan sempurna yaitu sebagai syarat
untuk melaksanakan shalat. Dan juga sebagai salah satu tanda atau identitas
umat Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam di akhirat kelak.
Wallahu A'lam. (3.705).