Selasa, 02 Agustus 2016

PENYAKIT SEGI TIGA AKIBAT ROKOK



PENYAKIT SEGI TIGA TERSEBAB ROKOK

Oleh : Azwir B. Chaniago
Tidak ada orang tidak tahu apa itu rokok meskipun dia bukan perokok. Rokok adalah gulungan kertas (berbentuk silinder) dengan ukuran 0,7 – 1,2 cm berisi terutama daun tembakau yang telah dicacah.

Menurut sejarah, yang pertama-tama memakai atau menggunakan rokok adalah suku Indian Amerika. Tujuannya adalah untuk ritual memuja dewa-dewa dan roh. Pada abad ke 15 M, orang-orang Eropa terutama Portugis dan Spanyol menemukan benua Amerika. Disitu mereka melihat penduduk asli merokok. Lalu sebagian penjelajah itu mencoba mengisap rokok dan membawa tembakau ke Eropa. 
Lalu timbullah kebiasaan merokok di Eropa yang awalnya pada kalangan bangsawan.Tujuannya bukan ritual atau pemujaan dewa tapi untuk kesenangan dan kebanggaan saja. Tapi akhirnya menjadi kebutuhan bahkan akhirnya menimbulkan ketergantungan.

Jadi dari segi asal-usulnya, rokok memang sudah bermasalah yaitu awalnya untuk ritual  penyembahan dewa dan roh sesuai kepercayaan suku Indian yang paganis.

Ketahuilah bahwa paling tidak ada tiga segi penyakit disebab rokok. Mungkin penyakit yang satu lebih berbahaya dari yang lainnya, diantaranya adalah :

Segi Pertama : Penyakit PARU-PARU
Ahli kesehatan seluruhnya sepakat bahwa paru-paru adalah organ  tubuh yang paling menderita terhadap rokok karena dihisap dan memiliki kontak langsung dengan paru-paru. Akibatnya paru-paru akan mendapat gangguan berat karena sering merokok.

Segi Kedua : Penyakit RUPA-RUPA.
Meskipun yang berhubungan langsung dengan asap rokok adalah paru-paru tetapi rokok akan mendatangkan rupa-rupa penyakit lain seperti hipertensi, jantung, kanker, gangguan kehamilan dan janin. Ini juga pendapat ahli kesehatan.

Segi Ketiga : Penyakit PURA-PURA
Salah satu penyakit yang paling berbahaya akibat rokok adalah  sudah tahu ada mudharat tapi tidak mau menghindarinya. Bukankah ini yang disebut dengan penyakit pura pura. Pura pura tidak tahu pada hal sudah tahu. Banyak pihak telah menderita penyakit pura pura yang bersumber dari rokok dan merokok.

Pertama : Tidak ada pengusaha rokok yang tidak mengetahui bahwa produksinya mendatangkan penyakit PARU-PARU DAN RUPA-RUPA penyakit, tapi tidak peduli. Mereka terus memproduksinya. Memang mereka tidak memaksa orang untuk merokok tapi selalu dengan berbagai cara merayu manusia untuk merokok dengan berbagai iklan dan promosinya. Ini terjadi karena mereka mengidap penyakit PURA-PURA. Pura pura tidak tahu.

Kedua : Sudah sangat banyak peringatan tentang bahaya rokok, baik dari pemerintah, tokoh agama, MUI, LSM termasuk juga peringatan dari  ahli kesehatan sedunia. Peringatan merokok yang ditulis pada iklan dan bungkus rokok adalah ROKOK MEMBUNUHMU dan tidak ada yang membantah peringatan ini karena nampaknya sepakat bahwa peringatan itu benar adanya. Namun demikian para perokok hampir tidak  tergoyahkan dengan peringatan ini karena terjangkit penyakit PURA-PURA. Pura pura tidak tahu.

Ketiga : Merokok dan olah raga secara diametral jelas bertentangan. Tapi justru kegiatan olah raga kebanyakan menggunakan sponsor perusahaan rokok, karena mereka mengidap penyakit PURA-PURA. Pura pura tidak tahu.

Keempat : Banyak diantara perokok yang merokok disembarang tempat seperti diruangan tertutup ber AC, ditempat umum bahkan ada juga merokok ditempat ibadah.  Meskipun mereka tahu bahwa perokok pasif akan ikut menderita akibat asap rokoknya.
Selain itu  Pemda DKI Jakarta pada tahun 2005 telah mengeluarkan Perda tentang larangan merokok di tempat-tempat tertentu. Namun disayangkan pelanggaran terhadap Perda ini masih  banyak. Padahal Perda ini tentu memiliki berbagai tujuan yang  baik bagi masyarakat. Akan tetapi mereka kelihatannya tidak peduli karena  menderita penyakit PURA-PURA. Pura pura tidak tahu.

Kelima : Rokok dan merokok mungkin ada manfaatnya tapi sangatlah kecil dan secara keseluruhan  mudharatnya yang  besar. Akan  tetapi terus saja ada yang merokok. Ini karena mereka terkena penyakit PURA-PURA. Pura pura tidak tahu.

Sungguh tulisan ini tidaklah bertujuan untuk memojokkan siapapun tapi hanya sekedar saling nasehat menasehati diantara sesama dan untuk menjelaskan sesuatu yang insya Allah bermanfaat.

Wallahu A’lam. (739)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar