Rabu, 27 November 2024

TULISAN INI ADALAH SEDIKIT NASEHAT BAGI PENCINTA DUNIA

 

TULISAN INI ADALAH  SEDIKIT NASEHAT BAGI PENCINTA DUNIA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Saudaraku, sungguh kehidupan dunia ini SANGAT SEMENTARA. Dunia dengan segala isinya PASTI AKAN. Oleh karena itu tetap dan sungguh sungguhlah mengejar akhirat yang jauh lebih baik daripada dunia. Perhatikanlah firman Allah diantaranya adalah :

(1) Dalam surat an Nahal 30, Allah Ta'ala berfirman :

وَلَدَارُ ٱلْءَاخِرَةِ خَيْرٌ ۚ وَلَنِعْمَ دَارُ ٱلْمُتَّقِينَ

Dan sesungguhnya negeri akhirat itu PASTI LEBIH BAIK. Dan itulah sebaik baik tempat bagi orang yang bertakwa.

(2) Dalam surat al Isra' 21, Allah Ta'ala berfitman :

وَلَلْءَاخِرَةُ أَكْبَرُ دَرَجَٰتٍ وَأَكْبَرُ تَفْضِيلًا

Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya.

Sungguh, Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam telah mengingatkan tentang orang orang yang TUJUAN HIDUPNYA DUNIA. Beliau  bersabda sebagaimana yang diriwayatkan dari Za'id bin Tsabit : 

مَنْ كانت الدنيا هَمَّهُ فَرَّق الله عليه أمرَهُ وجَعَلَ فَقْرَهُ بين عينيه ولم يَأْتِه من الدنيا إلا ما كُتِبَ له، ومن كانت الآخرةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللهُ له أَمْرَهُ وجَعَلَ غِناه في قَلْبِه وأَتَتْهُ الدنيا وهِيَ راغِمَةٌ

Barangsiapa yang tujuan hidupnya adalah dunia maka Allah akan mencerai beraikan urusannya. Menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya dan dia mendapat dunia menurut apa yang telah ditetapkan baginya.

Dan barangsiapa yang tujuan hidupnya adalah negeri akhirat, Allah Ta’ala akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan dihatinya dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. (H.R Imam Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Silsilah Hadits ash Shahihah).

Berikut ini adalah beberapa nasehat yang insya Allah bermanfaat bagi saudara saudara kita sesama muslim, terutama yang saat ini masih terus berjuang  untuk mengejar dunia.

Pertama : Jika seseorang terus menerus mencintai   kehidupan dunia dipastikan dia akan lalai terhadap urusan akhirat dan bisa membuat agamanya rusak.

مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلاَ فِي غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِ

Tidaklah dua serigala lapar yang dilepas di tengah kumpulan kambing, tak lebih merusak dibandingkan dengan sifat rakus manusia terhadap harta dan kedudukan yang sangat merusak agamanya. (H.R Imam at Tirmidzi, Imam Ahmad dan Ibnu Hibban)      

Kedua : Ketahuilah bahwa Allah Ta’ala Mahaadil. Jika seseorang berusaha untuk mendapatkan dunia maka Allah akan memberikan hasilnya berupa kenikmatan dunia. Dan apa yang mereka dapat berupa kehidupan dunia dengan segala  perhiasannya tidaklah bermanfaat  untuk akhiratnya. Allah Ta'ala berfirman :

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا وَزِيْنَتَهَا نُوَفِّ اِلَيْهِمْ اَعْمَالَهُمْ فِيْهَا وَهُمْ فِيْهَا لَا يُبْخَسُوْنَ

اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ لَيْسَ لَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ اِلَّا النَّارُۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوْا فِيْهَا وَبٰطِلٌ مَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas apa yang mereka lakukan di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan.

Mereka itulah orang orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka dan sia sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S Hud 15-16).

Kiranya  ayat ini sudah cukup memberi pelajaran yang berharga bagi kita bahwa jika kita mengejar dunia pasti akan diberi tetapi apa yang kita lakukan itu akan sia sia dan tidak bermanfaat sedikitpun untuk akhirat.

Ketiga : Semua orang percaya bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Keindahannya, kesenangan dan kenikmatannya adalah semua pasti akan punah. Semua orang meyakini ini. Tapi sangat banyak orang yang seolah olah tidak tahu, melupakan atau pura pura lupa karena dunia memang sepintas  kelihatan menggiurkan. Ketahuilah bahwa  yang harus kita kejar adalah akhirat bukan dunia. Jangan salah pilih.

Allah telah memperingatkan  hamba hambanya untuk bersegera mencari akhirat dan ampunan Allah untuk mendapatkan surga. Allah Ta'ala berfirman :

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu mencari ampunan Rabbmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang orang yang bertakwa. (Q.S Ali Imran 133).

Kenapa kita  disuruh bersegera ?. Ketahuilah bahwa kematian akan datang tiba tiba. Jadi bersegeralah.  Orang bijak berkata : Sehat tidaklah menjauhkan seseorang dari kematian dan sakit tidaklah mendekatkan seseorang kepada kematian. Masih muda tidaklah menjauhkan seseorang dari kematian dan sudah tua tidaklah mendekatkan seseorang dari kematian. Semua adalah atas kehendak Allah Ta’ala semata.

Keempat : Orang yang melupakan akhirat pastilah akan menyesal setelah meninggalkan dunia. Allah Ta'ala berfirman : 

وَلَوْ تَرٰىٓ اِذِ الْمُجْرِمُوْنَ نَاكِسُوْا رُءُوْسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۗ رَبَّنَآ اَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا اِنَّا مُوْقِنُوْنَ 

Dan (alangkah ngerinya) jika sekiranya kamu melihat orang orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya dihadapan Rabbnya. (Mereka berkata) Yaa Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (kedunia) niscaya kami akan mengerjakan amal shalih. Sungguh kami adalah orang orang yang yakin.  (Q.S as Sajdah 12).

Kelima : Para pencinta dunia yang selalu mengejar mengumpulkan harta, terkadang berfikir bahwa kalau dia memiliki harta yang banyak maka semua kebutuhan dan kenikmatan hidup bisa dibeli. Ketahuilah saudaraku bahwa tidak semua bisa dibeli dengan uang.

Perhatikanlah beberapa ungkapan orang bijak berikut ini : (1) Uang memang bisa membeli makanan yang paling enak dan paling mahal, tapi uang tidak mampu membeli selera makan padahal untuk makan, manusia butuh selera makan. (2) Uang memang bisa membeli tempat tidur yang empuk dan paling mahal, tapi uang tidak mampu membeli tidur padahal manusia butuh tidur.

(3) Uang memang bisa membeli peralatan komputer yang paling canggih, tapi uang  tidak mampu membeli otak padahal manusia butuh otak. (4) Uang  memang bisa membeli rumah yang paling mewah dan paling mahal tapi uang tidak mampu membeli home sweet home, sungguh tidak ada mata uang yang paling kuatpun di dunia ini,  mampu membeli baiti jannati, rumahku surgaku.

Wallahu A'lam. (3.427).

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar