MEMBERI SEDEKAH
SEMBUNYI SEMBUNYI LEBIH BAIK
Disusun
oleh : Azwir B. Chaniago
Sungguh,
Allah Ta'ala menyukai hamba-Nya yang suka menyembunyikan ibadah yang bisa
disembunyikan termasuk dalam perkara menyedekahkan hartanya, yaitu tanpa
diketahui orang lain. Allah Ta'ala berfirman :
إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ
تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ
عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Jika
kamu menampakkan sedekah sedekahmu maka ITU BAIK. Dan jika kamu
menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang orang
fakir, maka ITU LEBIH BAIK BAGIMU. Dan Allah akan menghapus
sebagian kesalahan kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
(Q.S al Baqarah 271).
Syaikh
as Sa'di berkata : Allah Ta'ala mengabarkan bahwa sedekah yang
ditampakkan oleh orang yang bersedekah itu adalah baik, dan bila dia
menyembunyikannya dan menyerahkannya kepada orang yang fakir adalah lebih utama
karena menyembunyikan sedekah kepada orang fakir adalah lebih utama.
Menyembunyikan sedekah adalah kebaikan lain dan juga hal itu
menunjukkan kuatnya keikhlasan.
(Disebutkan
dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim) Salah satu dari tujuh
kelompok yang akan dinaungi oleh naungan Allah di Hari Kiamat nanti adalah
orang yang bersedekah dengan sebuah pemberian , lalu dia menyembunyikannya
hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan
kanannya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).
Sungguh,
bersedekah secara sembunyi sembunyi itu lebih baik, diantaranya karena punya
potensi kuat untuk MENJAGA KEIKHLASAN DAN LEBIH UTAMA. Ketahuilah bahwa jika
infak atau sedekah dilakukan dengan ikhlas maka akan mendatangkan pahala yang
lebih besar sesuai dengan tingkat keikhlasannya.
Dalam satu riwayat disebutkan bagaimana Ibnu Mubarak menyembunyikan sedekahnya untuk membantu seorang pemuda. Dituturkan oleh Ibnu Mundzir bahwa Ibnul Mubarak adalah orang yang sering bepergian ke Tharasus dan singgah di desa Khan. Disitu ada seorang pemuda yang sering menemui Ibnul Mubarak untuk belajar hadits dan terkadang memenuhi kebutuhannya.
Suatu ketika, Abdullah bin Mubarak datang untuk menemui pemuda tersebut tapi tidak ditemukan. Beliau berusaha mencari tahu keadaan pemuda tersebut. Lalu ada yang mengabarkan bahwa pemuda itu telah ditangkap dan ditahan dengan tebusan senilai 10.000 dirham. Ibnul Mubarak juga mendapat penjelasan bahwa pemuda itu ditahan karena hutang yang tak mampu dibayarnya.
Lalu Ibnul Mubarak menemui orang memberi hutang kepada pemuda tersebut dan menyerahkan 10.000 dirham. Ibnul Mubarak merasa senang bisa membebaskan pemuda itu. Selanjutnya meminta orang yang memberi hutang itu untuk tidak memberi tahu siapapun selagi dia masih hidup.
Setelah pemuda itu bebas, Ibnul Mubarak bertemu pemuda itu lalu bertanya kepadanya. Wahai pemuda : Kemana engkau sebelum ini ?. Aku tak melihatmu. Pemuda itu menjawab : Wahai Abu Abdirrahman, aku ditahan gara gara hutang. Lalu bagaimana engkau bisa bebas ?, tanya Ibnul Mubarak kepadanya. Pemuda itu menjawab : Ada seseorang yang datang melunasi semua hutangku, tetapi aku tidak tahu siapa orang itu.
Pujilah Allah. Dia tidak akan diketahui kecuali setelah kematian hamba Allah itu, kata Ibnul Mubarak. (Siyar A’lam an Nubala’).
Wallahu A'lam. (3.425)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar