Jumat, 29 November 2024

HAMBA ALLAH MESTI BERUSAHA AGAR MEMILIKI HATI YANG SELAMAT

 

HAMBA ALLAH MESTI  BERUSAHA AGAR MEMILIKI HATI YANG SELAMAT

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam telah mengingatkan bahwa  hati seseorag menjadi tolak ukur tentang kebaikan dirinya. Dari an Nu'man bin Basyir, Rasulullah Salallahu alaihi Wasallam  bersabda :

أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ.  

Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati. (H.R Imam Muslim).

Tentang hati, Imam Ibnul Qayyim al Jauziyah membagi  hati manusia menjadi tiga keadaan satu diantaranya adalah hati yang sehat disebut juga dengan hati yang selamat (qalbun salim). Dia selamat karena dia sehat. Orang yang hatinya sehat akan selalu beramal shalih serta menjaga ketaatannya kepada Allah. Beramal dengan ikhlas karena Allah dan dengan cara ber-ittiba’ kepada Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasalam. (Lihat Ad Daa' wad Dawaa').

Ketahuilah bahwa qalbun salim adalah salah satu tanda hati yang akan MENYELAMATKAN ORANG ORANG BERIMAN di akhirat kelak ketika menghadap kepada Rabbnya. Allah Ta'ala berfirman :

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ  إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Pada hari itu -hari kiamat- tidak bermanfaat lagi harta dan keturunan, melainkan bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat.” (Qs. as-Syu’ara: 88-89)

Abu Utsman an Naisaburi rahimahullah mengatakan tentang hakikat hati yang selamat : Yaitu hati yang terbebas dari bid’ah dan tenteram dengan Sunnah. (Tafsir Ibnu Katsir).

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Pengertian paling lengkap tentang makna hati yang selamat itu adalah hati yang terselamatkan dari segala syahwat yang menyelisihi perintah Allah dan larangan-Nya. Hati yang bersih dari segala macam syubhat yang bertentangan dengan berita dari-Nya. Oleh sebab itu, hati semacam ini akan terbebas dari penghambaan kepada selain-Nya. Dan ia akan terbebas dari tekanan untuk berhukum kepada selain Rasul-Nya…

Ibnul Qayyim rahimahullah juga menjelaskan karakter si pemilik hati yang selamat itu, “… apabila dia mencintai maka cintanya karena Allah. Apabila dia membenci maka bencinya karena Allah. Apabila dia memberi maka juga karena Allah. Apabila dia mencegah, tidak memberi maka itupun karena Allah…” (Ighatsat al-Lahfan)

Syaikh as-Sa’di rahimahullah mengatakan : Hati yang selamat artinya yang bersih dari: kesyirikan, keragu-raguan, bersih dari mencintai keburukan, dan terus menerus dalam bid’ah dan dosa-dosa.  (Tafsir Taisir Karimir Rahman). 

Ketahuilah bahwa diantara tanda hati yang selamat disebutkan oleh Syaikh Sa'ad bin Nasir asy Syasri, beliau berkata :

Pertama : Takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala  dan siksa-Nya.

Ciri-ciri seseorang memiliki qolbun salim atau hati yang selamat adalah dirinya selalu memiliki rasa takut kepada Allah Ta'ala dan juga terhadap siksaan-Nya. Dengan demikian, ia akan terhindar dari prasangka buruk serta perbuatan tercela yang akan menjerumuskannya kedalam neraka.

Kedua : Niat Ikhlas karena Allah Ta'ala dalam  ucapan dan perbuatannya.

Ciri-ciri qalbun salim yang kedua adalah niat yang ikhlas karena Allah SWT. Dirinya tidak melangkahkan kaki-kakinya dalam ibadah melainkan dengan niat taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Orang dengan qalbun salim juga  berusaha keras meninggalkan maksiat, karena ingin  mencari ridha Allah Ta'ala.

Ketiga :  Cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Ciri-ciri qalbun salim yang selanjutnya adalah memiliki rasa cinta yang amat mendalam kepada Allah Ta'ala. Sehingga dirinya akan selalu berbuat kebaikan, mencintai ketaatan, serta melakukan semua perintah dan larangan-Nya. (Dari Kitab Ruqyah Syar'iyyah).

Wallahu A'lam. (3.428)

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar