Minggu, 29 April 2018

TIGA GOLONGAN MANUSIA YANG DISEBUT DALAM SURAT AL FATIHAH


TIGA GOLONGAN MANUSIA YANG DISEBUT DALAM
SURAT AL FATIHAH

Oleh : Azwir B. Chaniago

Surat al Fatihah merupakan surat pertama dalam al Qur an meskipun ayat dalam  surat ini bukanlah ayat yang pertama  diturunkan Allah Ta’ala. Surat ini adalah surat yang paling banyak dihafal oleh kaum muslimin karena setiap muslim yang sudah baligh dan berakal wajib membaca surat ini 17 kali sehari semalam yaitu pada  setiap rakaat shalat fardhu.

Kita mengetahui bahwa surat ini termasuk surat yang pendek yaitu terdiri dari tujuh ayat. Nah, pada ayat ketujuh ini Allah Ta’ala menyebutkan tiga golongan manusia. Allah berfirman :

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (Q.S al Fatihah 7).

Syaikh as Sa’di berkata : “Yaitu jalan orang orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka” dari para Nabi,orang orang yang benar, para syuhada dan para shalihin, “bukan” jalan “mereka yang dimurkai”. Yang mengetahui kebenaran namun meninggalkan kebenaran tersebut seperti Yahudi dan yang semisal mereka, dan bukan pula jalan “mereka yang sesat” yaitu orang yang meninggalkan kebenaran karena kebodohan dan kesesatan seperti Nasrani dan yang semisal mereka. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Diantara penjelasan ulama tentang siapa saja yang dimaksud dengan ketiga  golongan tersebut adalah :

Pertama : Golongan yang mendapat anugerah berupa kenikmatan yaitu diberi ilmu yang bermanfaat dan dianugerahi pula (kesempatan) untuk bisa melakukan amal shalih. Inilah sesuatu yang paling berharga dan selalu dimohonkan oleh orang orang beriman kepada Allah Ta’ala.

Tentang golongan yang orang orang telah diberi nikmat ini, dijelaskan Allah Ta’ala dalam firman-Nya :

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul (Muhammad) maka mereka itu akan bersama sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, pencinta kebenaran, orang orang yang mati syahid dan orang orang yang shalih. Mereka itulah teman yang sebaik baiknya. (Q.S an Nisa’ 69).

Kedua : Golongan yang mendapatkan murka Allah Ta’ala yaitu golongan yang memiliki ilmu, namun tidak diamalkan. Dengan demikian amal dan niat beramalnya rusak. 

Ketiga : Golongan yang sesat. Mereka beramal tapi tanpa dasar ilmu. Mereka  beramal namun semua caranya sesat dan diada adakan.

Sungguh Allah Ta’ala berfirman :

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا
الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

Katakanlah (Muhammad), Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya ?. (Yaitu) orang yang sia sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik baiknya. (Q.S al Kahf 103-104)

Kita bermohon kepada Allah Ta’ala agar  diberi karunia berupa kenikmatan yaitu ilmu yang bermanfaat dan  kesempatan serta kemampuan  untuk bisa melakukan amal shalih. Insya Allah ada manfaatnya untuk kita semua. Wallahu A’lam. (1.284)

1 komentar: