Sabtu, 14 April 2018

SIAPAKAH ORANG ZHALIM MENURUT AL QUR AN


SIAPAKAH ORANG ZHALIM MENURUT AL QUR AN

Oleh : Azwir B. Chaniago

Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam telah  menjelaskan tentang keburukan yang akan menimpa orang zhalim, yaitu sebagaimana sabda beliau :

وَإِيَّاكُمْ وَالظُّلْمَ فَإِنَّهُ عِنْدَ اللَّهِ ظُلْمَةٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Ulama kita menerangkan dengan berpatokan pada hadits di atas bahwa kezaliman merupakan sebab kegelapan bagi pelakunya hingga ia tidak mendapatkan arah atau jalan yang akan dituju pada hari kiamat atau menjadi sebab kesempitan dan kesulitan bagi pelakunya. (Syarhu Shahih Muslim).

Sekarang mari kita lihat bagaimana al Qur an menjelaskan sifat atau kelakuan orang orang zhalim. Diantaranya adalah :

Pertama : Mempersekutukan Allah.
Sangatlah tercela ketika seorang hamba mempersekutukan Allah dengan selain-Nya. Sungguh tak ada sekutu bagi Allah Ta’ala. Allah berfirman : 

لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah). Q.S al An'am 163.

Ketahuilah bahwa MEMPERSEKUTUKAN ALLAH TA’ALA adalah kezhaliman yang besar. 
Allah berfirman :

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya : Wahai anakku !. Janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar benar kezhaliman yang besar. (Q.S Lukman   13)

Kedua : Mengingkari dan mengadakan kebohongan terhadap ayat ayat Allah.
Termasuk dalam kezhaliman atau kelakuan buruk orang zhalim adalah mengingkari dan membuat kebohongan terhadap ayat ayat Allah. Allah Ta’ala berfirman : 

فَمَنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Maka barangsiapa yang mengada adakan kebohongan terhadap Allah, sesudah itu, maka mereka  itulah orang orang zhalim. (Q.S Ali Imran 94)

Allah Ta’ala berfirman : 

قَدْ نَعْلَمُ إِنَّهُ لَيَحْزُنُكَ الَّذِي يَقُولُونَ ۖ فَإِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلَٰكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ
Sungguh, Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu (Muhammad), (janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan membuat kebohongan atas engkau, tetapi orang zhalim itu mengingkari ayat ayat Allah. (Q.S al An’am 33)

Allah Ta’ala berfirman :

 وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِيَ إِلَيَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَيْءٌ

Siapakah yang lebih zhalim daripada orang orang yang mengada adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata : Telah diwahyukan kepadaku, padahal tidak diwahyukan sesuatupun kepadanya. (Q.S al An’am 93)

Allah Ta’ala berfirman : 

فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا لِيُضِلَّ النَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Siapakah yang lebih zhalim daripada orang orang yang mengada adakan kebohongan terhadap Allah untuk menyesatkan orang orang tanpa ilmu. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang orang yang zhalim ?. (Q.S al An’am 144)

Allah Ta’ala berfirman : 

فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِآيَاتِهِ ۚ

Siapakah yang lebih zhalim daripada orang orang yang mengada adakan kebohongan terhadap Allah atau yang mendustakan ayat ayat-Nya. (Q.S al A’raf 37)

Ketiga : Melanggar hukum dan peraturan Allah.
Termasuk kezhaliman adalah melanggar hak hak Allah, sebagaimana firman-Nya : 

وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

Dan Kami berfirman : Wahai Adam !. Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini, nanti kamu termasuk orang orang yang zhalim. (Q.S al Baqarah 35).

Allah Ta’ala berfirman : 

فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ فَأَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

Lalu orang orang yang zhalim mengganti perintah dengan (perintah lain) yang tidak 
diperintahkan kepada mereka. Maka Kami turunkan malapetaka dari langit kepada orang orang yang zhalim itu, karena mereka (selalu) berbuat fasik. (Q.S al Baqarah 59)
Allah Ta’ala berfirman : 

تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَعْتَدُوهَا ۚ وَمَنْ يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Itulah hukum hukum Allah maka janganlah kamu melanggarnya.Barang siapa melanggar hukum hukum Allah, mereka itulah orang orang yang zhalim (Q.S al Baqarah 229) .

Keempat : Tetap tak mau mengikuti petunjuk meskipun sudah dijelaskan semua.
Diantara tanda manusia zhalim adalah mereka tidak akan mengikuti petunjuk meskipun telah diberikan semua keterangan dari ayat ayat al Qur an. Allah berfirman : 
وَلَئِنْ أَتَيْتَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ بِكُلِّ آيَةٍ مَا تَبِعُوا قِبْلَتَكَ ۚ وَمَا أَنْتَ بِتَابِعٍ قِبْلَتَهُمْ ۚ وَمَا بَعْضُهُمْ بِتَابِعٍ قِبْلَةَ بَعْضٍ ۚ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ إِنَّكَ إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ

Dan walaupun engkau (Muhammad) memberikan semua ayat (keterangan) kepada orang orang yang diberi Kitab itu, mereka tidak akan mengikuti kiblatmu dan engkau tidak akan mengikuti kiblat mereka. Sebagian mereka tidak akan mengkuti kiblat sebagian yang lain. Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah sampai ilmu kepadamu  niscaya engkau termasuk orang orang yang zhalim. (Q.S al Baqarah 145).

Syaikh as Sa’di berkata : “Mereka tidak mengikuti kiblatmu”, maksudnya, mereka tidak akan mengikutimu dalam hal kiblat menunjukkan akan ketundukan kepadanya. Dan karena dalam perkara kiblat, adapun perkara tersebut bisa seperti itu adalah karena mereka durhaka. Mereka telah mengetahui kebenaran namun mereka meninggalkannya. (Tafsir Taisir Karimir Rahman).

Lalu datang pertanyaan : Bagaimana kalau yang berbuat zhalim itu adalah dari kalangan pemimpin ?. Ketahuilah bahwa bagi mereka tentu ada adzab yang lebih berat karena kezhaliman pemimpin, besar kemungkinan mempunyai keburukan yang berkaitan dengan orang banyak yang dipimpinnya. Oleh karena itu mereka akan menjadi manusia yang paling dibenci oleh Allah Ta’ala

Dari Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam  bersabda:

إِنَّ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ عَادِلٌ وَأَبْغَضَ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ وَأَبْعَدَهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ جَائِرٌ

Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah seorang  pemimpin yang adil. Sedangkan orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah seorang pemimpin yang zhalim. (H.R at Tirmidzi).
Oleh karena itu maka seorang hamba harus menjaga dirinya agar tidak jatuh kepada perbuatan zhalim. Bahkan seorang hamba tidak boleh ada kecenderungan mengikuti orang zhalim, sebagaimana firman-Nya : 

وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

Dan janganlah kamu cenderung kepada orang yang zhalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, sehingga kamu tidak akan diberikan pertolongan. (Q.S Hud 113).

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.266)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar