Jumat, 20 April 2018

SAHABAT MISKIN INGIN MENYAMAI IBADAH SAHABAT KAYA


KISAH SAHABAT MISKIN INGIN MENYAMAI IBADAH SAHABAT KAYA

Oleh : Azwir B. Chaniago

Para sahabat dahulu, yang kaya atau yang miskin, selalu berlomba dalam melakukan ibadah. Lalu para sahabat miskin merasa  iri hati tak bisa beribadah sebanyak yang dilakukan sahabat kaya. 

Memang demikianlah keadaannya. Sahabat  kaya memiliki kesempatan yang banyak dengan hartanya. Diantaranya adalah mereka : (1) Bisa berinfak, bersedekah dan  memberi makan orang orang miskin. (2) Mereka bisa ikut berjihad bahkan membiayai pasukan perang. (3) Mereka bisa berhaji dan umrah, dan yang lainnya. 

Inilah yang tak bisa dilakukan oleh sahabat  miskin dan inilah  yang menjadi keluhan mereka. Jadi mereka tidak mengeluh melihat sahabat kaya memiliki rumah yang baik, makan yang enak serta berpakaian yang bagus.

Dengan keadaan yang demikian, lalu beberapa orang sahabat yang miskin datang kepada Rasulullah mengadu tentang kemiskinannya. Apakah dia minta didoakan Rasulullah supaya menjadi kaya seperti sebagian sahabat  yang lain. Ternyata tidak.

Mereka mengadu kepada Rasulullah karena tidak bisa menyamai orang orang kaya dalam beramal. Dan mereka mengharapkan agar Rasulullah memberi petunjuk kepada mereka agar bisa beramal mengimbangi  orang kaya yang banyak bersedekah dan berinfak di jalan Allah. Hadits berikut ini  menunjukkan bahwa sahabat bukan mencintai harta tapi mencintai amal. Mereka  senantiasa berlomba dalam melakukan amal shalih.   

Satu hadits diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia  berkata bahwa orang-orang fakir dari kalangan Muhajirin mendatangi Rasulullah  dan berkata  : Orang-orang yang memiliki harta berlomba-lomba menggapai derajat yang tinggi dan nikmat yang kekal. Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa.  Dan mereka memiliki kelebihan harta hingga mereka (bisa) berhaji, umrah, jihad dan bersedekah. 

Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : “Maukah aku beritahukan kepada kalian sesuatu untuk mengejar orang-orang yang telah mendahului kalian dalam beramal dan meninggalkan orang-orang yang ada di belakang kalian.  Dan tidak ada orang yang lebih baik dari kalian kecuali jika ia melakukan seperti yang kalian lakukan?, Para sahabat menjawab : Mau, wahai Rasulullah!, Maka Rasulullah bersabda : Kalian BER-TASHBIH, BER-TAHMID DAN BERTAKBIR setiap selesai shalat sebanyak 33 kali”.

Abu Shalih yang meriwayatkan dari Abu Hurairah  berkata : Ketika Rasulullah ditanya tentang bagaimana cara menyebutkannya, maka beliau  bersabda : Mengatakan subhaanallaah wal hamdulillaah wallaahu akbar, hingga setiap kalimat diucapkan sebanyak 33 kali. (Muttafaq ‘alaih)

Imam Muslim menambahkan dalam riwayatnya : Maka orang-orang yang fakir dari kalangan sahabat muhajirin kembali menemui Rasulullah dan berkata : Saudara saudara kami yang memiliki kelebihan harta telah mendengar perbuatan kami (mengucapkan tasbih, tahmid dan takbir sehabis shalat 33 kali), sehingga merekapun berbuat seperti yang kami lakukakan!. Rasulullah  bersabda : Itulah karunia Allah yang Dia berikan kepada siapa yang Dia kehendaki.

Akhirnya para sahabat yang fakir ini tetap ridha dengan keadaannya dan mereka gembira karena telah mendapat pelajaran yang sangat berharga dari Rasulullah yaitu bisa mendapatkan cara  menambah  amal yaitu dengan dzikir setelah shalat.

Imam Ibnu Hajar berkata : Dalam hadits ini (terdapat dalil yang menunjukkan) lebih utamanya orang kaya yang menunaikan hak-hak (Allah Ta’ala) pada (harta) kekayaannya dibandingkan orang miskin, karena berinfak di jalan Allah (seperti yang disebutkan dalam hadits di atas) hanya bisa dilakukan oleh orang kaya. (Fathul Bari)  
 
Begitulah para sahabat, mereka mencintai ibadah dan kalau mereka memiliki harta juga digunakan untuk menambah atau meningkatkan ibadah mereka. 
Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.274)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar