Selasa, 10 April 2018

MANUSIA YANG TIDAK DISUKAI ALLAH


MANUSIA YANG TIDAK DISUKAI ALLAH

Oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh Allah Ta’ala mencintai orang yang selalu mengikuti perintah Rasul-Nya. Bahkan Allah Ta’ala akan mengampuni dosa dosanya. Allah berfirman : 

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah (Muhammad), Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa dosamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Sebaliknya, sebagai seorang hamba, tentu kita sangatlah takut ketika Allah tidak mencintai kita  dan tidak pula menyukai kita. Sebab jika Allah tidak suka kepada kita, lalu kemana kita akan menggantungkan diri. Sungguh Allah Ta’ala adalah tempat bergantung semua makhluk.

Perhatikanlah firman-Nya :

 اللَّهُ الصَّمَدُ

Allah adalah Rabb yang bergantung kepada-Nya semua makhluk. (Q.S al Ikhlas 2).
Syaikh Utsaimin berkata : Makna yang paling lengkap dari ash Shamad adalah : Dia Maha Sempurna dan seluruh makhluk sangat bergantung kepada-Nya. (Tafsir Juz ‘Amma). 

Ketahuilah bahwa Allah Ta’ala telah menjelaskan dalam banyak firman-Nya tentang orang orang yang pasti merugi di dunia dan di akhirat karena Allah tidak menyukainya. Diantaranya adalah :   
  
Pertama : Orang yang melampaui batas

وَلاَ تَعْتَدُواْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (Q.S al Ma’idah 87)

Kedua : Orang yang zhalim

وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الظَّالِمِين

Dan Allah tidak menyukai orang zalim. (Q.S Ali Imran 57)

Ketiga :  Orang yang berbuat kerusakan

Sungguh Allah Ta’ala melarang untuk berbuat kerusakan, sebagaimana firman-Nya :

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

Dan apabila dikatakan kepada mereka, janganlah berbuat kerusakan di bumi !. Mereka menjawab, sesungguhnya kami justru orang orang yang melakukan perbaikan. (Q.S al Baqarah 11). Dan Allah Ta’ala tidak menyukai mereka, sebagaimana firman-Nya :

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.(Q.S al Qashas 77)

 Keempat : Orang yang sombong. 

Sifat sombong adalag suatu yang tercela dalam syariat Islam. Mereka merasa lebih baik dari orang lain dan tak mau menerima kebenaran. Rasulullah bersabda :

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. (H.R Imam Muslim).

Allah mengingatkan kita bahwa Dia tidak menyukai orang orang yang sombong. Perhatikanlah firman Allah berikut ini.

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. (Q.S Luqman 18)

إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ

Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang sombong. (Q.S an Nahl 23)

Kelima : Orang yang berkhianat
Sungguh suka berkhianat adalah perbuatan sangat tercela. Sifat khianat ini merupakan salah satu tanda orang munafik. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاث إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَ إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Tanda orang munafik itu tiga apabila ia berucap berdusta, jika membuat janji berdusta, dan jika dipercayai mengkhianati” (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Allah Ta’ala tidak menyukai orang yang memiliki sifat munafik yaitu selalu berkhianat. Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ مَن كَانَ خَوَّاناً أَثِيماً

Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa (Q.S an Nisa’ 107).

Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ الخَائِنِينَ

Sungguh, Allah tidak Menyukai orang yang berkhianat.” (Q.S al Anfal 58)

Keenam : Orang yang berlebihan
Imam Ibnu Hajar mengatakan : Ghuluw   adalah berlebihan terhadap sesuatu dan menekan hingga melampaui batas (Fathul Bari). 

Ketahuilah bahwa sikap berlebihan adalah sesuatu yang tercela dan dilarang dalam syariat Islam. Sikap berlebihan tidak akan mendatangkan kebaikan dan tidak memberikan sesuatu yang bermanfaat dalam segala urusan terutama dalam menjalankan agama yang lurus.

Allah Ta`ala memuji hamba hambaNya yang bersifat sederhana yaitu tidak berlebihan bahkan termasuk dalam berinfak :

وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَاماً

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian . (Q.S al Furqaan  67)

Sungguh, Allah Ta’ala tidak suka kepada orang yang berlebihan, sebagaimana firman-Nya :

وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (Q.S al An’am 141)

Itulah sebagian dari manusia yang tidak disukai oleh Allah Ta’ala. Kita memohon kepada Allah agar dijauhkan dari sifat buruk sehingga mendapat kecintaan Allah.

Wallahu A’lam. (1.261)  




 [WU1]ana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar