Selasa, 24 April 2018

KEUTAMAAN SHALAT MALAM DI BULAN RAMADHAN


KEUTAMAAN SHALAT MALAM DI BULAN RAMADHAN

Oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh sangatlah banyak keutamaan amalan di bulan Ramadhan. Diantaranya adalah kemudahan untuk melakukan shalat malam, qiyamul lail atau disebut juga dengan  shalat taraweh.

Kenapa disebut mudah, karena kalau di luar Ramadhan shalat lail bisa dilakukan dengan catatan harus tidur lebih dahulu meskipun tidurnya sebentar. Bahkan waktunya yang lebih utama adalah pada sepertiga di akhir malam. Kita memahami kalau seseorang sudah tidur di malam hari, sering merasa  berat bangun malam untuk melakukan qiyamul lail, kecuali orang orang yang mendapat taufik dari-Nya.

Sedangkan di bulan Ramadhan shalat malam atau shalat taraweh ada kemudahan waktu pelaksanaannya. Bisa dilakukan langsung setelah shalat isya. Apalagi jika dilakukan berjamaah di masjid. Ini bagi kebanyakan orang memberi tambahan semangat untuk shalat lail bersama keluarga dan kerabat.

Ketahuilah bahwa shalat lail atau qiyamul lail atau shalat tarawih di bulan Ramadhan mempunyai nilai dan keutamaan yang besar, diantaranya :

Pertama : Diampuni dosanya yang telah lalu.

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang menunaikan shalat malam di bulan Ramadan imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Menurut al-Hafidz Ibnul Hajar rahimahullah : Maksud iman di situ adalah keyakinan dengan kebenaran kewajiban puasa padanya. Sedangkan ihtisab, meminta pahala dari Allah Ta'ala.

Kedua : Shalat taraweh bersama imam seperti shalat semalam penuh.

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda :

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh. (H.R Imam Ahmad, Abu Dawud dan yang lainnya, dishahihkan oleh Syaikh al Albani)

Hadits ini  merupakan anjuran agar kaum muslimin mengerjakan shalat taraweh secara berjama’ah  dan mengikuti imam hingga selesai. Dan mereka yang mengamalkannya akan mendapatkan pahala shalat semalam penuh.

Semoga kedua hadits ini menjadi bukan hanya dianggap sebagai anjuran tapi merupakan pendorong semangat hamba hamba Allah dalam mengisi ibadah Ramadhan, diantaranya dengan shalat taraweh.
Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.279)

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar