Minggu, 15 April 2018

BELAJAR ILMU BUKAN SEKEDAR MENCARI RIDHA MANUSIA


BELAJAR ILMU BUKAN SEKEDAR MENCARI RIDHA MANUSIA

Oleh : Azwir B. Chaniago

Islam agama yang mulia, sangat menganjurkan bahkan mewajibkan umatnya untuk belajar ilmu syar’i dan juga ilmu ilmu lainnya yang bermanfaat bagi kaum muslimin. Rasulullah bersabda : 

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Belajar ilmu adalah wajib bagi setiap Muslim. (H.R Imam Ahmad dan Imam Ibnu Majah).
 
Namun demikian wajib diketahui oleh para penuntut ilmu bahwa belajar ilmu BUKANLAH SEKEDAR  mencari ridha manusia. Agar dikatakan seorang ‘alim, agar popular, dikenal luas di seluruh negeri, dihargai, bahkan  dihormati ditengah masyarakatnya. Sungguh tujuan utama belajar ilmu adalah mencari ridha Allah Ta’ala. 

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda :

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya diharapkan dengannya wajah Allah ‘azza wa jalla, tetapi ia tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan sedikit dari kenikmatan dunia maka ia tidak akan mencium bau surga pada hari kiamat. (H.R Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dari Abu Hurairah, lihat  Shahih at Targhib)

Jadi orang yang berakal (sehat) seharusnya sangat bersemangat untuk mencari ridha Allah dengan ilmunya  meskipun terkadang membuat manusia tidak ridha. Sebaliknya orang yang tercela dalam mencari ilmu berupaya  menggapai ridha manusia dengan meskipun mendatangkan murka Allah Ta’ala. 

Sungguh Allah Ta’ala telah mengingatkan dalam firman-Nya :  
 
  وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajatnya) dengan ayat ayat itu tetapi dia cederung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah. (Q.S al A’raf 176).

Allah Ta’ala berfirman :

مَن كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لاَ يُبْخَسُونَ
أُوْلَـئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ إِلاَّ النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُواْ فِيهَا وَبَاطِلٌ مَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya pasti Kami berikan (balasan)  atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka. Dan sia sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka  kerjakan. (Q.S Huud 15-16).

Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam telah mengingatkan tentang kerugian besar bagi orang orang yang  melakukan perbuatan baik, termasuk belajar ilmu, tetapi ditujukan untuk kesenangan dunia dan m perhiasan dunia.  Mereka akan menjadi orang  yang pertama kali akan diadili dan dilemparkan ke dalam neraka. Na’udzubillah min dzaalik.

Rasulullah bersabda : Dari Abu Hurairah, dia berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya manusia pertama kali yang akan diputuskan (pengadilannya) pada hari Kiamat adalah seorang laki laki yang mati syahid. Dia didatangkan, Allah menyebutkan nikmat nikmat-Nya kepadanya dan dia mengakuinya.
Allah bertanya : Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat nikmat-Ku itu ?. Dia menjawab : Aku berperang untuk-Mu sehingga aku mati syahid. Allah berkata : Engkau dusta. Tetapi engkau berperang agar dikatakan seorang pemberani dan dahulu (di dunia) telah dikatakan. Lalu diperintahkan mengenai orang tersebut , kemudiaan dia diseret di atas wajahnya sehingga dilemparkan ke dalam neraka. 

Dan seorang laki laki yang mempelajari ilmu dan mengajarkannya. Dia membaca al Qur an. Dia didatangkan, Allah menyebutkan nikmat nikmat-Nya kepadanya dan dia mengakuinya.
Allah bertanya : Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat nikmat-Ku itu ?. Dia menjawab : Aku mempelajari ilmu dan mengajarkannya dan aku membaca al Qur an untuk-Mu. Allah berkata : Engkau dusta. Tetapi engkau mempelajari ilmu agar dikatakan seorang yang ‘alim, engkau membaca al Qur an agar dikatakan seorang qaari  dan dahulu (di dunia) telah dikatakan. Lalu diperintahkan mengenai orang tersebut kemudian dia diseret di atas wajahnya sehingga dilemparkan ke dalam neraka.

Dan seorang laki laki yang Allah luaskan rizkinya dan Allah juga memberikan berbagai macam harta benda. Dia didatangkan, Allah menyebutkan nikmat nikmat-Nya kepadanya dan dia mengakuinya.

Allah bertanya : Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat nikmat-Ku itu ?. Dia menjawab : Aku tidak meninggalkan satu jalanpun yang Engkau menyukai infaq padanya kecuali aku berinfaq padanya untuk-Mu. Allah berkata : Engkau dusta. Tetapi engkau melakukannya agar dikatakan dermawan dan dahulu (di dunia) telah dikatakan. Lalu diperintahkan mengenai orang tersebut kemudian dia diseret di atas wajahnya sehingga dilemparkan ke dalam neraka.  (H.R Imam Muslim).

Oleh karena itu seorang hamba akan senantiasa menjaga niatnya dalam mencari dan mengamalkan ilmunya YAITU UNTUK MENCARI RIDHA ALLAH DAN BUKAN SEKEDAR MENCARI  RIDHA MANUSIA.

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.268)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar