Minggu, 23 Maret 2025

SYARIAT ISLAM MENGUTAMAKAN AKHLAK MULIA

 

SYARIAT ISLAM MENGUTAMAKAN AKHLAK MULIA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh, syariat Islam mengutamakan dan mengedepankan akhlak mulia. Begitu pentingnya akhlak maka salah satu sebab diutusnya Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam adalah untuk menyempurnakan akhlak, yaitu sebagaimana sabda beliau :

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

Sesungguhnya aku diutus  untuk menyempurnakan akhlak mulia. (H.R  al Baihaqi).

Dan memang beliau betul betul memiliki akhlak yang paling baik dan mulia. Bahkan Allah Ta'ala memuji akhlak beliau  yaitu sebagaimana firman-Nya :

 وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Sesungguhnya engkau  (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang luhur. (Q.S al Qalam 4).

Tentang makna akhlak dijelaskan oleh Imam Ibnul Qayyim al Jauziah dalam Kitab Madarijus Saalikin menjelaskan bahwa makna akhlak (terhadap sesama) adalah mencakup tiga hal :

 (1). Berbuat baik kepada orang lain.

(2). Menghindari sesuatu yang menyakiti atau yang tidak disukai orang lain.

(3). Menahan diri jika dizhalimi atau diperlakukan tidak baik oleh orang lain.


Manfaat berbuat kebaikan dan berperilaku baik atau berakhlak baik  akan dirasakan balasannya  di dunia maupun di akhirat kelak. Allah Ta'ala berfirman :

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ

Jika kamu berbuat baik (berarti kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat buruk , maka (keburukan) itu bagi dirimu sendiri. (Q.S al Isra' 7).

Allah Ta'ala juga mengingatkan dalam firman-Nya :

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah niscaya dia akan melihat (balasan) nya. (Q.S al Zalzalah 7).

Syaikh as Sa'di berkata : (Balasan ini) bersifat umum untuk seluruh kebaikan dan keburukan, karena bila manusia bisa melihat amalan seberat biji zarrah yang merupakan sesuatu yang terkecil dan diberi balasannya maka yang lebih besar tentu lebih bisa dilihat. (Tafsir Taisr Karimir Rahman).

Diantara keutamaan dan manfaat yang akan mendatangi orang orang berakhlak baik adalah sebagaimana di jelaskan Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam dalam beberapa sabda beliau :

Pertama : Akhlak yang baik adalah amalan yang sangat berat di timbangan akhirat.

مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلُ فِي المِيْزَانِ مِنْ حُسْنِ الخُلُقِ 

Tidak ada amalan yang melebihi berat timbangannya di hari kiamat dari akhlak yang baik . (H.R Abu Daud dan at Tirmizi)

Kedua : Akhlak yang baik terkait dengan iman.

Ketahuilah akhlak yang baik bukan bermakna sekedar etika pergaulan tetapi akhlak yang baik BERKAITAN DENGAN IMAN SEORANG HAMBA. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :  

أكْمَل المؤمِنينَ إمانًا أحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيارُكُمْ خِيارُكُمْ لِنِساءِهِمْ

Orang mukmin yang PALING SEMPURNA IMANNYA adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik baik kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya. (H.R at Tirmidzi, Imam Ahmad dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Syaikh al Albani).

Imam al Hulaimi berkata : Hadits ini menunjukkan bahwa baiknya akhlak merupakan (bagian dari) iman dan hilangnya hal ini (dari seorang hamba) merupakan (tanda) kurangnya iman.

Juga menunjukkan bahwa orang orang beriman bertingkat tingkat (dalam) keimanan mereka. Sebagian dari mereka lebih sempurna imannya dari yang lain. Oleh karena itulah, Rasulullah Salallahu ’alaihi Wasallam adalah ORANG YANG PALING BAIK AKHLAKNYA karena beliau adalah orang yang PALING SEMPURNA IMANNYA. (Nukilan Imam al Munawi dalam Faidhul Qadir).

Ketiga : Akhlak yang baik menunjukkan tanda sebaik baik manusia. 

إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلَاقًا

Sesungguhnya sebaik-baik manusia di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya. (H.R Imam Bukhari).

Keempat : Akhlak yang baik paling banyak mengantarkan manusia ke surga.

Ketahuilah bahwa Rasulullah pernah ditanya tentang amalan yang banyak memasukkan manusia ke dalam surga. Beliau menjawab : 

أَكْثَرُ مَا يُدْخِلُ الْجَنَّةَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ

Perkara yang banyak memasukkan seseorang ke dalam surga adalah takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik. (H.R at Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Wallahu A'lam. (3.518).

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar