Kamis, 27 Maret 2025

BERAT SHALAT TARAWEH DAN MEMBACA AL QUR AN BULAN RAMADHAN ?.

 

BERAT SHALAT TARAWEH DAN MEMBACA AL QUR  AN BULAN RAMADHAN ?

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Ketahuilah ada banyak ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan di bulan Ramadhan. Dua diantaranya  yaitu (1) Shalat Taraweh. (2) Membaca al Qur an. Dua amal ibadah ini  sangat ditekankan untuk diamalkan di bulan Ramadhan.

(1) Shalat Taraweh. Shalat taraweh ini  hukumnya  tidak wajib tetapi sunnah mu'akadah. Shalat ini  dicontohkan oleh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam. Diriwayatkan dari Aisyah bahwa Nabi pada suatu malam  berada di dalam masjid, beliau shalat dan diikuti oleh para sahabat. Di hari berikutnya Nabi shalat seperti di hari pertama dan jamaah yang mengikutinya bertambah banyak.

Kemudian di hari ke tiga atau keempat sahabat berkumpul di masjid untuk menanti kedatangan Nabi untuk shalat jamaah tarawih bersama-sama, namun Nabi tidak kunjung hadir hingga subuh.

Beliau menjelaskan perihal ketidakhadirannya di masjid semalam, beliau bersabda  : Aku telah melihat apa yang kalian lakukan, tidaklah mencegahku untuk keluar shalat bersama kalian kecuali aku khawatir shalat ini difardlukan atas kalian. Perawi hadits menjelaskan bahwa yang demikian itu terjadi di bulan Ramadhan. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Diantara keutamaan shalat taraweh adalah sebagaimana dijelaskan Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam dalam sabda beliau :

 مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

Barangsiapa yang mendirikan shalat Taraweh di dalam bulan Ramadhan karena iman dan berharap pahala, maka diampuni dosanya yang telah lalu. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Kedua : Memperbanyak membaca al Qur 'an

Ketahuilah bahwa membaca al Qur an hakikatnya adalah sebaik baik dzikir. Syaikh Prof. Dr. Abdurrazaq bin Muhsin al Badr berkata :  Sesungguhnya sebaik-baik yang diperhatikan oleh seorang hamba yaitu berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang merupakan kalamullah (firman Allah Tabaraka wa Ta’ala), yang merupakan sebaik-baik perkataan, sejujur-jujurnya perkataan dan perkataan yang paling bermanfaat yaitu wahyu Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diturunkan, yang tidak ada kebatilan didepannya maupun dibelakangnya.

Dan dia (al Qur an itu) adalah sebaik-baik kitab yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan kepada sebaik-baik Rasul yang dipilih oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dari seluruh makhlukNya yaitu Muhammad bin Abdullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. (Nasehat Syaikh di Radio Rodja' 30 Desember 2019)

Sungguh, pada setiap malam Ramadhan, Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam dan Malaikat Jibril ber-mudarasah al Qur an. Rasulullah membaca al Qur an dan disimak oleh Jiibril kemudian bergantian Jibril membaca dan Rasulullah yang menyimak. Rasulullah  Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

Dari Ibnu Abbas, dia  berkata, Rasulullah  adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril  menemuin, dan adalah Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadhan, dimana Jibril mengajarkannya Al-Quran. Sungguh Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam adalah orang yang paling lembut dari angin yang berembus. (H.R Imam Bukhari).

Sebagian saudara saudara kita terkadang merasa berat untuk melakukan dua ibadah sunnah yang sangat dianjurkan yaitu  SHALAT TARAWEH DAN MEMBACA AL QUR AN. Padahal sangat jelas dalilnya bahwa Rasulullah Salallahu 'alaihi  Wasallam MENGAMALKANNYA.

Ketahuilah bahwa ketika seseorang didatangi rasa malas atau futur dalam melakukan ibadah terutama di bulan Ramadhan maka cara yang sangat dianjurkan adalah MELAKUKAN EVALUASI  ATAU MUHASABAH TERHADAP KEADAAN HATINYA.

Sungguh, ketika hati seseorang berada dalam keadaan sakit maka memang ujung ujungnya adalah suka tergelincir untuk melakukan keburukan atau maksiat. Dan sungguh maksiat atau dosa adalah penghambat dalam melakukan kebaikan

Tak ada keraguan bahwa malas dalam beribadah adalah termasuk MUSIBAH BESAR.  Ketahuilah bahwa PERBUATAN DOSA DAN  MAKSIAT adalah  penghalang paling utama bagi seseorang untuk beribadah, Allah Ta'ala berfirman

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan kesalahanmu) Q.S asy Syuura 30.

Oleh karena itu ketika seseorang didatangi rasa futur atau malas beribadah terutama di bulan Ramadhan maka segera lakukan muhasabah. Selanjutya perbanyak memohon ampun dan bertaubat dan KUATKAN HATI UNTUK BERIBADAH terutama sekali dengan mengingat keutamaan keutamaannya.

Wallahu A'lam. (3.522)

 

 

    

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar