BERAT SHALAT TARAWEH DAN MEMBACA AL QUR AN BULAN RAMADHAN ?
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Ketahuilah ada banyak ibadah sunnah yang sangat
dianjurkan untuk dilakukan di bulan Ramadhan. Dua diantaranya yaitu (1) Shalat Taraweh. (2) Membaca al Qur
an. Dua amal ibadah ini sangat
ditekankan untuk diamalkan di bulan Ramadhan.
(1) Shalat
Taraweh. Shalat taraweh ini
hukumnya tidak wajib tetapi
sunnah mu'akadah. Shalat ini dicontohkan
oleh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam. Diriwayatkan dari Aisyah bahwa Nabi pada suatu malam berada di dalam masjid, beliau shalat dan
diikuti oleh para sahabat. Di hari berikutnya Nabi shalat seperti di hari
pertama dan jamaah yang mengikutinya bertambah banyak.
Kemudian di hari ke tiga atau keempat sahabat
berkumpul di masjid untuk menanti kedatangan Nabi untuk shalat jamaah tarawih
bersama-sama, namun Nabi tidak kunjung hadir hingga subuh.
Beliau menjelaskan perihal ketidakhadirannya di masjid
semalam, beliau bersabda : Aku telah
melihat apa yang kalian lakukan, tidaklah mencegahku untuk keluar shalat
bersama kalian kecuali aku khawatir shalat ini difardlukan atas kalian. Perawi
hadits menjelaskan bahwa yang demikian itu terjadi di bulan Ramadhan. (H.R Imam
Bukhari dan Imam Muslim).
Diantara keutamaan shalat taraweh adalah
sebagaimana dijelaskan Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam dalam sabda beliau
:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ
لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
Barangsiapa
yang mendirikan shalat Taraweh di dalam bulan Ramadhan karena iman dan berharap
pahala, maka diampuni dosanya yang telah lalu. (H.R Imam Bukhari dan Imam
Muslim).
Kedua
: Memperbanyak membaca al Qur 'an
Ketahuilah bahwa membaca al Qur an hakikatnya adalah
sebaik baik dzikir. Syaikh Prof. Dr. Abdurrazaq bin Muhsin al Badr berkata
: Sesungguhnya sebaik-baik
yang diperhatikan oleh seorang hamba yaitu berdzikir kepada Allah Subhanahu wa
Ta’ala yang merupakan kalamullah (firman Allah
Tabaraka wa Ta’ala), yang merupakan sebaik-baik perkataan, sejujur-jujurnya
perkataan dan perkataan yang paling bermanfaat yaitu wahyu Allah Subhanahu wa
Ta’ala yang diturunkan, yang tidak ada kebatilan didepannya maupun
dibelakangnya.
Dan dia (al
Qur an itu) adalah sebaik-baik kitab yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan
kepada sebaik-baik Rasul yang dipilih oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dari
seluruh makhlukNya yaitu Muhammad bin Abdullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. (Nasehat Syaikh di Radio Rodja' 30 Desember 2019)
Sungguh, pada
setiap malam Ramadhan, Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam dan Malaikat
Jibril ber-mudarasah al Qur an. Rasulullah membaca al Qur an dan disimak oleh
Jiibril kemudian bergantian Jibril membaca dan Rasulullah yang
menyimak. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ
وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ
وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ
الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ
بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
Dari Ibnu Abbas, dia berkata, Rasulullah adalah
manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadhan ketika malaikat
Jibril menemuin, dan adalah Jibril mendatanginya setiap malam di
bulan Ramadhan, dimana Jibril mengajarkannya Al-Quran. Sungguh Rasulullah Salallahu
‘alaihi Wasallam adalah orang yang paling lembut dari angin yang berembus. (H.R
Imam Bukhari).
Sebagian saudara saudara kita terkadang merasa berat
untuk melakukan dua ibadah sunnah yang sangat dianjurkan yaitu SHALAT TARAWEH DAN MEMBACA AL QUR AN. Padahal
sangat jelas dalilnya bahwa Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam MENGAMALKANNYA.
Ketahuilah bahwa ketika seseorang didatangi rasa malas
atau futur dalam melakukan ibadah terutama di bulan Ramadhan maka cara yang
sangat dianjurkan adalah MELAKUKAN EVALUASI
ATAU MUHASABAH TERHADAP KEADAAN HATINYA.
Sungguh, ketika hati seseorang berada dalam keadaan sakit maka memang ujung ujungnya adalah suka tergelincir untuk melakukan keburukan atau maksiat. Dan sungguh maksiat atau dosa adalah penghambat dalam melakukan kebaikan
Tak ada keraguan bahwa malas dalam beribadah adalah termasuk MUSIBAH BESAR. Ketahuilah bahwa PERBUATAN DOSA DAN MAKSIAT adalah penghalang paling utama bagi seseorang untuk beribadah, Allah Ta'ala berfirman
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan kesalahanmu) Q.S asy Syuura 30.
Oleh karena itu ketika seseorang didatangi rasa futur atau malas beribadah terutama di bulan Ramadhan maka segera lakukan muhasabah. Selanjutya perbanyak memohon ampun dan bertaubat dan KUATKAN HATI UNTUK BERIBADAH terutama sekali dengan mengingat keutamaan keutamaannya.
Wallahu A'lam. (3.522)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar