Rabu, 26 Maret 2025

HAMBA ALLAH DIDATANGI NIKMAT BERSYUKUR NIKMAT PERGI BERSABAR

 

HAMBA ALLAH DIDATANGI NIKMAT BERSYUKUR NIKMAT PERGI BERSABAR

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Sungguh semua nikmat yang ada pada diri setiap hamba adalah dari Allah Ta'ala datangnya, sebagaimana firman-Nya :


وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ ٱللَّهِ ۖ

Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah. (Q.S an Nahl 53).

Dan sangatlah banyak nikmat itu baik jumlahnya maupun jenisnya sehingga kita tidak akan pernah mampu menghitungnya. Allah Ta'ala  berfirman  : 

وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ  

Dan jika kalian menghitung nikmat Allah maka niscaya engkau tidak akan mampu menghitungnya. (Q.S Ibrahim 34).

Ketahuilah sifat dari setiap nikmat BISA DATANG DAN BISA PERGI KAPAN SAJA  ALLAH TA'ALA BERKEHENDAK. Dan memang demikianlah pengaturan atau ketetapan Allah Ta'ala terhadap makhluknya. Dan pasti di situ ada hikmah yang sempurna. Dan juga perkara ini adalah SALAH SATU BENTUK UJIAN BAGI SETIAP HAMBA HAMBA ALLAH YANG BERIMAN. Allah Ta'ala berfirman :

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan SEBAGAI COBAAN dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan  (Q.S al Anbiya' 35).

Lalu bagaimana sikap seorang hamba dengan keadaan nikmat yang datang dan pergi.

Pertama : Bersyukur ketika didatangi nikmat.

Banyak sekali dalil-dalil yang terdapat di dalam al Qur-an maupun as-Sunnah yang memerintahkan kita untuk senantiasa bersyukur kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan melarang kita untuk kufur terhadap nikmat-Nya.

Allah Ta’ala berfirman :

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu kufur terhadap (nikmat)-Ku. (Q.S al Baqarah 152).

Syaikh Abdurrahman Naashir as-Sa’di rahimahullah berkata : Yakni bersyukurlah kalian terhadap nikmat yang telah Allah berikan kepada kalian dan juga terhadap tercegahnya adzab dari kalian. Di dalam syukur harus terkandung pengakuan dan kesadaran bahwa nikmat itu semata-mata dari Allah semata, dzikir dan pujian yang diucapkan melalui lisannya serta ketaatan anggota badannya untuk semakin tunduk dan patuh dalam melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Kedua : Bersabar ketika nikmat pergi.

Bahwa dari pengalaman dan penuturan banyak orang ternyata  ada kesimpulan yang sama bahwa   bersabar itu sulit dan berat untuk dilakukan. Tapi ketahuilah bahwa sesuatu yang disebut sulit bukan berarti tidak bisa jika berusaha untuk mendapatkannya.

Ketahuilah bahwa ada cara yang dapat dilakukan agar bisa bersabar bahkan meningkatkan kesabaran seorang hamba, diantaranya adalah  menyadari bahwa jika suatu musibah mendatangi seseorang maka apakah dia sabar menerima atau tidak, musibah itu sudah datang kepadanya dan itu adalah ketetapan Allah Ta’ala sebagaimana firman-Nya : 

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Katakanlah (Muhammad) : Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami dan hanya kepada Allah bertawakal-lah orang orang yang beriman. (Q.S at Taubah 51).

Ketahuilah bahwa keutamaan bersabar adalah mendapat pahala tanpa batas sebagaimana firman Allah Ta'ala :

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah  yang disempurnakan pahala mereka tanpa batas (Q.S az  Zumar 10)

Dalam satu hadits dari Shuhaib bin Sinan disebutkan  tentang orang orang beriman yang menakjubkan yaitu senantiasa dalam keadaan syukur dan sabar yang merupakan kebaikan. Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya. (H.R Imam Muslim).

Imam al Munawi berkata : Keadaan seorang mukmin semuanya itu baik. Hanya didapati hal ini pada seorang mukmin. Seperti itu tidak ditemukan pada orang kafir maupun munafik. Keajaibannya adalah ketika ia diberi kesenangan berupa sehat, keselamatan, harta dan kedudukan, maka ia bersyukur pada Allah atas karunia tersebut. Ia akan dicatat termasuk orang yang bersyukur. Ketika ia ditimpa musibah, ia bersabar. Ia akan dicatat termasuk orang yang bersabar (Faidhul Qadir). 

Wallahu A'lam. (3.521).

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar