BEBERAPA PERKARA YANG
SULIT DIJAGA DAN DIPELIHARA
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Dalam menjalani hidup ini, sungguh kita sering terasa
sulit menjaga diri dalam banyak perkara yang memang perlu terus menerus dijaga
atau dipelihara, diantaranya adalah :
Pertama : Menjaga dan memelihara lisan.
Sungguh, lisan adalah anggota tubuh yang sangat mudah
bergerak. Ketika bergerak maka mengeluarkan kata atau kalimat yang terkadang
sulit dikendalikan. Oleh karena itu Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam mengingatkan
dalam sabda beliau :
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ
فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت
Barang
siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik
atau hendaklah ia diam. (Mutafaq ‘alaihi).
Syaikh
Abdur Razaq bin Abdul Muhsin al Badr berkata : Lisan adalah anggota tubuh yang
paling berbahaya bagi setiap orang. Ucapan
yang belum keluar dari lisa seseorang maka itu artinya : UCAPAN ITU MASIH
BERADA DLAM KENDALINYA. BILA UCAPAN ITU SUDAH KELUAR DARI LISAN MAKA UCAPAN
UCAPAN ITU YANG JUSTRU MENGENDALIKAN DAN MENGUASAI MANUSIA serta dia akan
menanggung efek atau akibatnya.
Kedua : Menjaga dan mengendalikan hawa nafsu.
Ketahuilah
bahwa hawa nafsu itu cenderung atau selalu mendorong kepada keburukan. Allah
Ta'ala berfirman :
وَمَآ أُبَرِّئُ نَفْسِىٓ ۚ إِنَّ النَّفْسَ
لَأَمَّارَةٌۢ بِالسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى غَفُورٌ
رَّحِيمٌ
(Yusuf
berkata) Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan) karena sesungguhnya
nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan kecuali (nafsu) yang diberi rahmat
oleh Rabb-ku. Sesungguhnya Rabb-ku Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Q.S Yusuf
53).
Ketahuilah
bahwa hawa nafsu ini tidak bisa dibuang karena sudah dalam diri. Agar tidak
terpengaruh hawa nafsu yang buruk maka kewajiban hamba hamba Allah
adalah mengedalikannya dan jika hawa nafsu itu terasa akan
membahayakan MAKA HARUS DILAWAN.
Sungguh
melawan hawa nafsu termasuk adalah sesuatu yang berat oleh karena itu perlu
berjihad atau bersungguh sungguh untuk melawannya. Dan jihad melawan hawa nafsu
itu hakikatnya yang paling mendasar
bahkan lebih didahulukan dari jihad melawan musuh. Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam bersabda:
أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ
وَ هَوَاهُ
Jihad
yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa
nafsunya. (Diriwayatkan oleh ibnu Najjar dari Abu Dzarr).
Ketahuilah
bahwa mengendalikan hawa nafsu dan melawannya sungguh terasa amat sulit kecuali
orang yang diberi petunjuk oleh A;;ah Ta'ala.
Ketiga : Menjaga amanah.
Hakikatnya, sifat amanah adalah salah satu sifat mulia yang harus ada pada diri setiap orang beriman. Sungguh tentang amanah, Allah Ta’ala telah mengingatkan orang orang beriman dalam firman-Nya :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Wahai orang orang yang beriman !. Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah amanah yang dipercayakan kepadamu sedang kamu mengetahui. (Q.S al Anfal 27).
Syaikh as Sa’di berkata : Barangsiapa menunaikan amanat, maka dia berhak mendapatkan pahala yang besar dari Allah. Dan barangsiapa mengkhianatinya dan tidak menunaikannya, maka dia berhak mendapatkan adzab yang keras dan dia menjadi pengkhianat Allah, Rasulullah dan amanatnya itu sendiri.
Dia menodai dirinya sendiri karena dia telah mengambil sifat terburuk dari ciri terjelek yaitu khianat serta mengabaikan sifat yang paling baik dan sempurna yaitu (menunaikan) amanat. (Tafsir Taisir Karimir Rahman)
Sungguh, di zaman ini untuk mendapatkan orang pintar tidaklah sulit tetapi orang yang amanah sangatlah langka, atau sudah hampir punah. Kebanyakan manusia ketika diberi amanah beruapa tugas dan jabatan disalah gunakan. Digunakan untuk menipu dan memperkaya diri. Penyebabnya mudah ditebak yaitu tergoda dengan urusan dunia.
Ketahuilah bahwa salah satu sifat munafik adalah mengabaikan bahkan sampai mengkhianati amanah. Perkara ini dijelaskan Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam dalam sabda beliau :
عن ابي هريرة ، أن رسول الله صل الله عليه وسلم قال:
آية المنافق ثلاث : إذا حدث كذب ، وإذا وعد أخلف، وإذؤتمن خان.
Dari Abu Hurairah RA Rasulullah
Shallahu’alaihi Wasallam berkata Tanda-tanda orang munafiq ada tiga : Apabila
berkata dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila DIBERI AMANAT
BERKHIANAT. (H.R Imam Bukhari).
Wallahu A'lam. (3.506).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar