SUNGGUH BERUNTUNG HAMBA HAMBA YANG BERSAHUR
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Bersahur
atau makan sahur adalah termasuk bagian penting terkait dengan puasa hamba
hamba Allah baik puasa wajib maupun puasa tidak wajib. Tetapi sebagian saudara
saudara kita ada yang merasa berat bangun untuk bersahur karena waktunya berada
pada saat tergiur untuk tidur.
Ketahuilah
bahwa sungguh bersahur adalah sunnah Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam
sebagaimana sabda beliau :
مَنْ أَرَادَ أَنْ يَصُومَ فَلْيَتَسَحَّرْ
بِشَىْءٍ
Barangsiapa yang ingin berpuasa hendaklah dia bersahur. (H.R Imam Ahmad).
Ketahuilah
bahwa bersahur hakikatnya bukan sekedar pasokan makanan atau gizi untuk lebih
kuat secara fisik ketika berpuasa tetapi lebih agung dari itu. Perhatikanlah
bahwa dari zhahir hadits ini sungguh jelas bahwa bersahur adalah salah satu
jalan menghidupkan sunnah. Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :
من أحيا سنتي فقد أحبني ومن أحبني كان معي في الجنة .
Barangsiapa
yang menghidupkan sunnahku maka dia telah mencintaiku. Barangsiapa mencintaiku
maka dia akan bersamaku di surga. (H.R at Tirmidzi).
Selain itu ketahuilah bahwa sangatlah banyak
keutamaan dan keuntungan yang akan mendatangi orang orang yang bersahur,
diantaranya :
(1) Waktu makan sahur adalah waktu yang diberkahi.
Karena ketika itu, Allah Ta'ala turun ke langit dunia. Dari Abu
Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ
لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ
يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ
يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa
sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman : Siapa saja yang berdoa
kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku
beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni. (H.R
Imam Bukhari dan Imam Muslim).
(2) Makan sahur mendapat shalawat dari Allah dan Malaikat.
Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam bersabda :
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى
الْمُتَسَحِّرِيْنَ.
Sesungguhnya
Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur.
(H.R Ibnu Hibban dan ath Thabrani, dari Umar radiyallahu 'anhuma).
Syaikh Ahmad ‘Abdurrahman al Banna
memberikan komentar terhadap hadits ini : Shalawat Allah kepada mereka adalah
kasih sayang-Nya kepada mereka, sedangkan shalawat para Malaikat kepada mereka
adalah permohonan ampun untuk mereka.
Maka siapa saja yang tidak sahur,
ia terhalang dari rahmat Allah Azza wa Jalla dan dari permohonan ampun para
Malaikat untuk mereka pada waktu tersebut. (Dari Bulungul Amaani).
(3) Ada
berkah dalam bersahur.
Rasululah Salallahu ‘alaihi Wasallam menjelaskan bahwa seseorang yang akan berpuasa hendaklah bersahur karena ada berkah padanya. Beliau bersabda :
تسحروا
فإن في السحور بركة
Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat barakah atau keberkahan. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim dari hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu
Diriwayatkan
pula dari Abu Sa’id al Khudri, dia berkata bahwa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
السَّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ
أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ
Makan
sahur adalah berkah maka janganlah kalian meninggalkannya meskipun salah
seorang di antara kalian hanya minum seteguk air. (H.R Imam Ahmad, hadits
Hasan).
Lalu apa
makna berkah. Menurut KBBI, berkah adalah : Karunia Allah yang
mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia.
Para
ulama menjelaskan makna berkah sebagai
segala sesuatu yang banyak dan melimpah, mencakup berkah bersifat fisik dan
rohani seperti keamanan, ketenangan, kesehatan, harta, anak, dan berkah umur.
Dalam
Syarah Shahih Muslim oleh Imam Nawawi disebutkan bahwa
berkah memiliki dua makna yaitu : (1) Tumbuh, berkembang, atau
bertambah, dan (2) Kebaikan yang selalu ada
Wallahu A'lam. (3.512)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar