MENYEMPURNAKAN WUDHU BISA MASUK SURGA MELALUI PINTU YANG DIINGINKAN
Disusun oleh : Azwir B. Chaniago
Berwudhu adalah pembuka pintu sebelum shalat karena
tidak sah shalat seseorang jika tidak dalam keadaan telah berwudhu. Tetapi
ketahuilah bahwa berwudhu dan berdoa sesudahnya
ternyata bisa memasukkan seseorang ke surga melalui pintu manapun yang
dia inginkan.
Diriwayatkan dari Umar bin Khaththab Radhiyallahu
‘anhuma dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda :
مَنْ تَوَضَّأَ،
فَقَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ
الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ، يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ.
Barangsiapa yang berwudhu lalu mengucapkan : Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syarikalahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu‘ (aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan RasulNya), dibukakan untuknya pintu-pintu surga yang delapan, dan dia dapat masuk dari pintu manapun yang diinginkannya. (H.R Imam Muslim)
Hadits berikut ini diriwayatkan oleh at Tirmidzi dengan tambahan :
اَللّهُمَّ
اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ.
Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri). (Hadits Hasan li ghairihi).
Selain itu ketahuilah bahwa wudhu dapat menghapus kesalahan seorang hamba. Sungguh Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam telah mengabarkan melalui sabda beliau :
مَا مِنْكُمْ رَجُلٌ يُقَرِّبُ وَضُوءَهُ
فَيَتَمَضْمَضُ، وَيَسْتَنْشِقُ فَيَنْتَثِرُ إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا وَجْهِهِ،
وَفِيهِ وَخَيَاشِيمِهِ، ثُمَّ إِذَا غَسَلَ وَجْهَهُ كَمَا أَمَرَهُ اللهُ،
إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا وَجْهِهِ مِنْ أَطْرَافِ لِحْيَتِهِ مَعَ الْمَاءِ، ثُمَّ
يَغْسِلُ يَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ، إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا يَدَيْهِ مِنْ
أَنَامِلِهِ مَعَ الْمَاءِ، ثُمَّ يَمْسَحُ رَأْسَهُ، إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا
رَأْسِهِ مِنْ أَطْرَافِ شَعْرِهِ مَعَ الْمَاءِ، ثُمَّ يَغْسِلُ قَدَمَيْهِ إِلَى
الْكَعْبَيْنِ، إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا رِجْلَيْهِ مِنْ أَنَامِلِهِ مَعَ
الْمَاءِ، فَإِنْ هُوَ قَامَ فَصَلَّى، فَحَمِدَ اللهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ
وَمَجَّدَهُ بِالَّذِي هُوَ لَهُ أَهْلٌ، وَفَرَّغَ قَلْبَهُ لِلَّهِ، إِلَّا
انْصَرَفَ مِنْ خَطِيئَتِهِ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
Tidak ada seorang pun
diantara yang mendekatkan air wudhunya lalu dia berkumur, memasukkan air ke
hidungnya lalu mengeluarkannya kecuali akan berjatuhan kesalahan kesalahan
wajahnya, kesalahan-kesalahan mulutnya dan kesalahan-kesalahan hidungnya. Jika
dia mencuci wajahnya sebagaimana yang diperintahkan oleh Allâh,
kesalahan-kesalahan wajahnya akan berjatuhan bersama tetesan air dari ujung
jenggotnya.
Kemudian mencuci kedua tangannya sampai siku, kecuali kesalahan-kesalahan tangannya akan berjatuhan bersama air lewat jari-jemarinya. Kemudian jika ia mengusap kepala, maka kesalahan-kesalahan kepalanya akan berjatuhan melalui ujung rambutnya bersama air. Lalu jika dia mencuci kakinya sampai mata kaki, maka kesalahan kedua kakinya akan berjatuhan melalui jari-jari kakinya bersama tetesan air.
Jika kemudian, ia berdiri lalu shalat, kemudian dia memuji Allah menyanjung dan mengagungkan-Nya dengan pujian dan sanjungan yang menjadi hak-Nya dan mengosongkan hatinya hanya untuk Allah kecuali dia terlepas dari kesalahan kesalahannya seperti pada hari ia dilahirkan dari perut ibunya. (Muttafaqun ’alaihi).
Oleh karena itu hamba hamba Allah janganlah berwudhu sekenanya saja. Sungguh, SANGAT DIANJURKAN untuk berwudhu dengan sempurna sebagaimana yang diajarkan Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasalam dan diamalkan oleh salafush shalih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar