Kamis, 20 Maret 2025

RUGI BESAR JIKA RAMADHAN BERLALU DOSA BELUM DIAMPUNI

 

RUGI BESAR JIKA RAMADHAN BERLALU DOSA BELUM DIAMPUNI

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Ketahuilah saudaraku bahwa kita semua banyak dosa, Sungguh Allah Ta'ala menjelaskan dalam satu hadits qudsi :

يَا عِبَادِى إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ 

Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di malam dan siang hari. (H.R Imam Muslim).

Dan sungguh kita sangat ingin agar dosa dosa kita diampuni sebelum wafat sehingga tidak membawa dosa ke alam barzakh dan alam akhirat.

Salah satu jalan penghapus dosa adalah bertemu dengan Ramadhan yaitu bulan ampunan dan mesti diisi dengan amal shalih yang disyariatkan. Oleh karena itu sebelum Ramadhan datang kita berdoa, memohon kepada Allah Ta'ala agar dipertemukan dengan Ramadhan. Diantara doa yang dianjurkan untuk dibaca adalah : 

أللهمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا

Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.

Selanjutnya, ketahuilah bahwa Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam telah mengingatkan dalam sabda beliau  bahwa ada orang yang MERUGI BAHKAN CELAKA  karena tak diampuni dosanya ketika Ramadhan telah berlalu : 

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ

Celakalah seseorang yang bertemu dengan bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berakhir dalam keadaan Allah Subhanahu wa Ta'ala belum mengampuni dosanya.

Al Hafidz al Munawi berkata : Makna hadits yang mulia ini adalah seorang hamba yang mengetahui seandainya dia menahan syahwatnya dalam sebulan (Ramadhan) di setiap tahun dan melakukan amalan khusus yang disyariatkan baginya yaitu puasa dan shalat taraweh maka akan DIAMPUNI DOSA DOSANYA YANG TELAH LALU. Namun dia menyia nyiakan dan tak mengerjakannya sampai Ramadhan berakhir. Maka dia menjadi HAMBA YANG CELAKA. (Faidhul Qadir).

Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa  Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَىَّ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلاَهُ الْجَنَّةَ

Sungguh sangat merugi seseorang yang disebutkan namaku di hadapannya tetapi dia tidak bershalawat atasku. Dan sungguh sangat rugi seseorang yang ia masuk dalam bulan Ramadhan kemudian berlalu Ramadhan sebelum diampuni dosanya. Sungguh sangat rugi seseorang mendapati di sisinya (orang tua tersebut tinggal bersamanya) kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya dalam keadaan tua tetapi tidak memasukkannya ke dalam surga. (H.R at Tirmidzi).

Imam Ibnu Rajab al Hambali menukilkan perkataan ulama salaf : Barangsiapa yang tidak diampuni dosa-dosanya di bulan Ramadhan, maka tidak akan diampuni dosa-dosanya di bulan bulan lainnya. (Latha-if al-Ma’arif).

Wallahu A'lam. (3.514).

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar