Jumat, 28 Maret 2025

PERKATAAN DAN PERBUATAN BURUK MENGURANGI NILAI PUASA

 

PERKATAAN DAN PERBUATAN BURUK MENGURANGI NILAI PUASA

Disusun oleh : Azwir B. Chaniago

Hamba hamba Allah selalu berusaha mengisi Ramadhan dengan amal amal shalih yang disyariatkan.  Sungguh, Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam telah mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan ampunan, beliau bersabda :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (H.R Imam Bukhari  dan Imam Muslim, dari Abu Hurairah).

Dan juga Rasulullah Salallahu 'alaibi Wasallam telah mengingatkan dalam sabda beliau :

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا, غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa  melaksanakan shalat taraweh atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah akan diampuni dosa dosanya yang telah lalu. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah)

Maksud qiyam Ramadhan, secara khusus, menurut Imam Nawawi adalah shalat taraweh. Hadits ini memberitahukan, bahwa shalat taraweh itu bisa mendatangkan maghfirah dan bisa menggugurkan semua dosa.  Tetapi dengan syarat : (1)  Karena berlandaskan iman. (2)  Membenarkan pahala-pahala yang dijanjikan oleh Allah dan mencari pahala tersebut dari Allah Ta’ala. (3) Bukan karena riya’ atau sekedar (mengikuti) adat kebiasaan. (Fathul Bari).

Ada satu  perkara yang penting untuk diketahuilah  oleh  hamba hamba Allah yaitu berusaha DENGAN SUNGGUH  UNTUK MENJAUHI PERKARA YANG BISA MENGURANGI NILAI IBADAH  bulan Ramadhan terutama puasa.

Ketahuilah bahwa ada beberapa perkara yang  bisa mengurangi NILAI IBADAH PUASA RAMADHAN, diantaranya tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan buruk ketika berpuasa. Sungguh Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam telah mengingatkan kita sebagaimana sabda beliau :

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ وَالجَهْلَ، فلَيْسَ الِلهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَ شَرَابَهُ

Barangsiapa  tidak meninggalkan PERKATAAN DUSTA, PERBUATAN DUSTA, PERBUATAN BODOH maka Allah tidak akan membutuhkannya yang meninggalkan makanannya dan minuman. (H.R Imam Bukhari dan Ibnu Majah).

Salah seorang   putra Ali bin Abi Thalib yaitu Ibnul Hanafiah memberi nasehat kepada orang  berpuasa : “Hendaklah PENDENGARANMU, PANDANGANMU, LIDAHMU DAN BADANMU JUGA PERPUASA (dari  hal yang dilarang).

Janganlah engkau jadikan hari yang engkau tidak berpuasa seperti hari yang engkau berpuasa. Dan janganlah engkau menyakiti pembantu”. (Fadhail Ramadhan, Ibnu Abid Dunya).

Oleh karena itu hamba hamba Allah hendaklah selalu menjaga amal shalihnya di bulan Ramadhan yaitu puasa wajib, shalat taraweh, membaca al Qur an, berdzikir, berinfak dan sedekah dan yang lainnya sesuai syariat.

Selain itu selalu berusaha menahan diri dari perkataan dan perbuatan buruk atau tercela karena bisa mengurangi nilai ibadah. Bahkan jika keburukannya melampaui batas bisa jadi menghapus   nilai puasa Ramadhan. Na'udzubillah min dzaalik.

Walllahu A'lam. (3.525).  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar