SEMANGAT IBADAH JANGAN
HANYA DI AWAL RAMADHAN SAJA
Disusun
oleh : Azwir B. Chaniago
Perhatikanlah kenyataan yang ada. Di awal awal Ramadhan hampir semua orang bersemangat betul dalam beribadah. Mesjid pada penuh di waktu shalat shubuh apalagi ketika shalat taraweh. Penyebab paling utama dalam perkara ini adalah : (1) Mengikuti keinginan hawa nafsu yang cenderung kepada keburukan. (2) Bisa jadi tertipu dengan urusan dunia yang dianggap menggiurkan.
Sungguh ini adalah kebiasaan yang sangat TIDAK dianjurkan. KERUGIAN BESAR di bulan Ramadhan akan mendatangi orang orang hanya bersemangat di awal awal Ramadhan saja. Ketahuilah bahwa nilai ibadah Ramadhan semakin akhir semakin banyak terutama di sepuluh hari terakhir yang ditandai dengan lailatul Qadr.
Sungguh Ramadhan adalah bulan ampunan. Ketika rasa futur mendatangi seseorang dalam beribadah di bulan Ramadhan maka dikhawatirkan dia akan kehilangan kesempatan untuk mendapat ampunan di bulan amadhan. Padahal Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam telah mengingatkan kita semua dalam sabda beliau :
رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ – أَوْ بَعُدَ –
دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ
Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu
dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni. (H.R Imam Ahmad, dishahihkan oleh
Syaikh al Albani)
Sungguh hadits ini seharusnya menjadi peringatan dan motivasi bagi kita semua untuk selalu banyak beribadah sebulan penuh di bulan Ramadhan bukan di awal awal Ramadhan saja.
Ketahuilah bahwa Imam Ibnul Jauzi memberi nasehat, beliau berkata : Seharusnya seorang muslim bersungguh sungguh dalam beramal di akhir bulan Ramadhan melebihi awal Ramadhan.
Hal ini karena dua hal : (1) Karena kemuliaan sepuluh hari terakhir Ramadhan dalal rangka mencari lailatul qadr. (2) Karena akan berpisah dengan Ramadhan. Sementara dia tidak tahu apakah masih bisa bertemu lagi dengan Ramadhan yang akan datang. (Kitab ath Tabshirah).
Oleh hamba hamba Allah hendaklah berusaha untuk terus menambah semangat mengisi semua hari hari Ramadhan dengan ibadah yang disyariatkan sehingga dosa dosa diampuni dan mendapat predikat takwa.
Wallahu A'lam. (3.517).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar